
Hari kembali berganti,
Setelah satu minggu di rawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Aleta di izinkan untuk pulang.
Aleta nampak duduk bersandar di sofa panjang ruang rawat inap vvip itu. Sedangkan di samping ranjang, Leon nampak memasukkan beberapa baju miliknya dan Aleta yang berada di sana.
Aleta nampak menatap punggung sang suami sambil menggigit buah apel merah yang berada di tangannya.
tok.... tok....tok....
pintu ruang rawat inap di ketuk.
Ceklek....
"masuk.." ucap Aleta dari posisinya.
pintu pun terbuka. Seorang pria berkacamata nampak masuk ke dalam ruangan itu.
"selamat siang, nyonya, tuan.." ucap Bayu sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya.
Leon mendongak saat mendengar suara Bayu. Dengan segera ia pun bangkit dan meletakkan baju baju Aleta yang sejak tadi dikemasi nya .
"lama sekali kau jam segini baru datang..!" ucap Leon.
"maaf, tuan. Agak macet tadi di jalan.." ucap Bayu.
"kau bereskan lah itu. Bawa semua ke mobil" ucap Leon sambil menunjuk barang barang yang sejak tadi dikemasi nya.
"baik, tuan" jawab Bayu.
Pria ber kacamata itupun lantas mendekati barang barang itu. Leon kemudian mendekati sang istri dan duduk di samping wanita hamil tersebut.
Leon hendak meraih apel di tangan Aleta, namun dengan segera wanita itu menjauhkan buah tersebut dari jangkauan suami berewokan nya itu.
"minta..! pelit banget..!" ucap Leon tak habis pikir.
"udah, jangan makan terus..! perut kamu udah kayak burger tahu nggak..! melendung, lemak semua..!" ucap Aleta kesal.
"apasih? ini perutku masih bagus, Aleta..!" ucap Leon sambil kembali mencoba meraih apel milik sang istri.
__ADS_1
"ya udah, udah makannya. Ngemil mulu kamu sekarang..!" ucap Aleta lagi membuat Leon terkekeh. Di acak acak nya rambut sang istri dengan begitu gemas.
Aleta kembali melahap apel di tangannya. Sedangkan Leon kini nampak memainkan ponsel miliknya.
"sayang," ucap Aleta.
"hmm..." jawab Leon tanpa menoleh ke arah istri cantiknya itu.
"kita tunggu di lobby aja yuk. Aku seminggu nggak keluar kamar loh. Bosen banget tauk.." ucap Aleta.
Leon tersenyum gemas.
"ya udah yuk..." ucap laki laki itu kemudian.
Leon lantas meraih sebuah kursi roda yang memang sudah di sediakan rumah sakit sejak beberapa hari yang lalu untuk Aleta jika sewaktu waktu ibu hamil itu merasa jenuh dan ingin keluar jalan jalan. Mengingat kondisi dirinya dan calon bayi di perutnya cukup lemah, membuat Aleta taj bisa bergerak dengan leluasa.
Leon pun mendorong kursi roda itu mendekati Aleta. Wanita hamil tersebut pun lantas naik ke atas kursi roda tersebut lalu kemudian dengan segera Leon pun membawa sang istri untuk turun ke lobby rumah sakit dan menunggu Bayu di sana.
Sesampainya di lobby,
Aleta tersenyum.
"bosen ya di kamar terus?" tanya Aleta.
"iya sih.." ucap Aleta.
"sabar ya, nanti kalau kondisi kamu udah memungkinkan, pasti aku ajak jalan jalan keluar" ucap Leon sambil menyentuh punggung tangan sang istri.
Aleta tersenyum manis.
"iya, aku ngerti kok..." ucap Aleta.
Sepasang suami istri itu kemudian mulai berbincang ringan. Sambil menunggu sang asisten yang masih berada di kamar rawat tersebut untuk turun membawa barang barang mereka.
Saat keduanya tengah asyik berbincang, tiba tiba....
deeeeggghhhh.....
Netra lentik Aleta tiba tiba terfokus pada seorang wanita tua yang baru saja datang dari luar rumah sakit. Penampilan lusuh. Dengan kantong kresek hitam di tangan wanita itu nampak berjalan menuju lorong rumah sakit yang sepertinya menghubungkan lobby dengan ruang rawat inap kelas ekonomi.
__ADS_1
Entahlah, Aleta belum pernah menginjakkan kakinya di area yang sepertinya di huni oleh para warga kelas menengah ke bawah itu.
"sayang," ucap Aleta.
"hmm..." ucap Leon
"itu tadi kok kayak, aku kenal ya..." ucap Aleta.
"siapa?" tanya Leon yang sebenarnya sudah tahu siapa yang Aleta maksud.
"ibu ibu tadi.." ucap Aleta.
"aku nggak kenal. Namanya juga rumah sakit, banyak orang dari berbagai tempat disini. Mungkin cuma orang orang luar yang pernah kamu temui." ucap Leon.
Aleta hanya diam. Ia seperti nya pernah melihat wanita tadi, tapi dimana ya? pikir Aleta.
Tak lama Leon dan Aleta menunggu, kemudian...
"tuan, nyonya" ucap Bayu yang baru saja turun dari kamar rawat Aleta yang berada di lantai atas bangunan tinggi tersebut.
"mas Bayu? udah selesai?" tanya Aleta.
"sudah nyonya." ucap Bayu.
Leon kemudian bangkit.
"kau ambil dulu mobilnya, biar aku dan Aleta menunggu di depan" ucap Leon.
"baik, tuan.." ucap Bayu yang kemudian segera pergi dari tempat tersebut menuju parkiran mobil tempat dimana kendaraan roda empat milik sang Leon berada.
...----------------...
Up 14:55
Selamat sore. Maafkan jika cerita mulai membosankan dan cerita datar. Sambil nungguin Aleta lahiran ya🤭😁😁
yuk, mampir juga ke novel author yang baru. Nggak kalah seru dan menegangkan....
Kisah cinta khas anak muda yang di balut action dan drama keluarga. Jangan lupa mampir
__ADS_1