
Hari berganti...
Saat malam menjelang,
di dalam kamar ber motif lucu milik Alka dan Ahsa.
Alka kini terlihat tengah sibuk dengan buku buku pelajaran nya. Duduk di meja belajar, ditemani sang adik yang nampak asyik dengan boneka dan seperangkat mainan dokter dokteran nya, Alka terlihat sangat serius mengerjakan tugas tugas homeschooling yang di berikan oleh gurunya siang tadi.
Alka memang bisa di katakan cukup pandai dalam hal pelajaran. Membuatnya dapat dengan mudah mengejar ketertinggalannya setelah dua tahun tak bersekolah pasca di tinggal pergi oleh kedua orang tuanya.
ceklek....
pintu kamar terbuka,
Leon datang dengan dua gelas susu hangat untuk putri dan pangeran kecilnya.
"waktunya minum susu.." ucap Leon.
Ahsa berbinar.
"aku mau...!!!" ucap Ahsa girang.
Leon pun tersenyum. Di letakkan nya susu itu di atas meja. Ahsa pun dengan segera menyerbu gelas berisi air berwarna putih itu dan menenggak nya.
"makasih papa" ucap Ahsa di sela sela aksi minumnya.
"sama sama, sayang" ucap Leon.
Leon kemudian menoleh ke arah Alka yang masih sibuk belajar.
"Alka," ucap Leon.
"ya, pa" jawab Alka.
"kamu nggak minum dulu?" tanya Leon.
"bentar lagi, pa. Nanggung" ucap Alka tanpa mengubah posisi belajar nya.
Leon tersenyum,
"jangan terlalu di forsir, nak. Kamu juga harus istirahat" ucap Leon.
"nggak kok, pa. Ini juga tinggal dikit lagi. Aku mau secepatnya ngejar ketertinggalan aku. Ntar kalau aku udah bisa mengikuti, aku boleh kan masuk SMP formal?" tanya Alka.
"iya, boleh kok." ucap Leon.
"kalau aku kapan masuk sekolah nya, pa?" tanya Ahsa yang kini sudah menghabiskan susu nya hingga tak bersisa.
"Tahun ini dong. Nanti kalau udah tahun ajaran baru, Ahsa udah bisa masuk TK" ucap Leon.
"yeeeeeyyy.....aku sekolah..!!!" ucap Ahsa girang.
Leon hanya tersenyum.
__ADS_1
"dah, ini udah malem. Udahan main sama belajar nya. Abis itu langsung tidur ya. Biar besok bangun nggak kesiangan buat sholat subuh" ucap Leon.
"yeeey, kita nggak pernah telat bangun, pa. Kita mah kalau denger adzan langsung sadar dari tidur panjangnya kita. Ya kak ya...." ucap Ahsa menggemaskan sambil meminta persetujuan dari sang kakak.
"iya, iya..." ucap Alka tanpa menoleh ke arah sang adik.
Ahsa tak peduli. Ia kini sibuk membereskan mainan nya dan meletakkan nya kembali ke keranjang mainan nya sebelum tidur.
Leon pun bangkit.
"jangan lupa cuci gosok gigi sebelum tidur ya, nak" ucap Leon.
"oke, pa...!!" jawab Ahsa.
Leon mendekati putra putrinya. Mencium pucuk kepala keduanya secara bergantian dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"dah, pada tidur..! love you, sayang..!" ucap Leon.
"love you too, papa. Dadaah... selamat bobok.." ucap Ahsa centil sambil melambaikan tangan nya.
Leon hanya tersenyum kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Pria empat puluh tahun yang tengah menanti kehadiran anak kandung pertama nya itu kemudian bergegas menuju kamar pribadinya dengan sang istri yang letaknya bersebelahan dengan kamar Ahsa dan Alka.
ceklek....
pintu kamar terbuka,
Leon masuk ke dalam kamar itu lalu menutup pintu ruangan favorit nya dengan sang istri tersebut.
Ya, Leon benar benar menjelma menjadi suami siaga. Selama Aleta seolah tak punya semangat bergerak dan lebih suka rebahan di atas kasur, sejak saat itu pula Leon selalu berusaha menjadi laki laki yang bisa wanita itu banggakan dengan menggantikan peran Aleta sebagai ibu sekaligus istri di rumah itu.
Leon mengurus semua kebutuhan Aleta dan anak anaknya. Selalu berusaha membujuk sang istri agar mau makan nasi meskipun hanya se sendok. Menyediakan apapun yang ingin Aleta makan meskipun itu tidak banyak. Membuat wanita yang sempat di rawat di rumah sakit itu kini perlahan mulai membaik kondisinya.
Leon duduk di tepi ranjang di samping sang istri.
"udah habis aja susunya." ucap Leon sambil menyentuh paha mulus Aleta dan mengusapnya.
Aleta menoleh sambil tersenyum.
"pengen sesuatu?" tanya Leon.
Aleta tersenyum,
"kok masih nawarin aku pengen apa? emang kamu nggak capek apa seharian kerja?" tanya Aleta.
"enggak. Kan demi anak, apapun terasa menyenangkan kalau buat nyenengin orang orang yang kita sayang. Lihat mereka bahagia aja udah bikin kita ikut bahagia.." ucap Leon membuat Aleta merasa bersyukur punya Leon
Aleta tersenyum manis. Ia kemudian bangkit dan duduk bersila dalam posisi menghadap sang suami.
"mau makan apa?" tanya Leon.
"aku pengen makan ke suatu tempat. Dulu pernah aku kunjungin sama mas Sean waktu awal awal aku pulang ke negara ini. Kamu mau nggak kalau kita ke sana? ajak anak anak juga.." ucap Aleta.
__ADS_1
"dimana tempatnya..?" tanya Leon.
"ada, ntar aku kasih lihat. Yuk, bentar aja. Lagi pengen aku..." ucap Aleta.
Leon tersenyum manis. Mumpung sang ratu lagi punya naffsu makan ya kan, apa salahnya di turuti, pikir Leon.
"ya udah yuk. Ganti baju. Biar aku panggil anak anak" ucap Leon.
"nggak usah. Gini aja. Aku pakai jaket aja" ucap Aleta.
"Aleta, kamu cuma pakai daster, sayang" ucap Leon.
"nggak apa apa. Udah yuk, buruan.." ucap Aleta kemudian bergegas menuju lemari besarnya dan mencari jaket miliknya di dalam sana.
Leon hanya menghela nafas panjang. Ia pun segera menuju kembali ke kamar sang buah hati untuk mengajak dua putra putrinya itu makan di luar bersama ia dan Aleta.
ceklek....
pintu kamar terbuka,
"papa..!" ucap Ahsa. Dilihatnya di sana Ahsa sudah bersiap tidur, sedangkan Alka masih belum beranjak dari meja belajarnya. Ia masih sangat sibuk dengan buku buku pelajaran di hadapan nya itu.
"ada apa, pa?" tanya Alka.
"mama mau ngajak keluar cari makan. Ikut yuk.." ucap Leon.
"jam segini, pa?" tanya Alka. Mengingat ini memang sudah cukup larut untuk sekedar mencari makan.
"iya. Mama yang mau. Yuk..." ucap Leon.
"yah, padahal aku udah baca doa mau bobok. Di cancel ya Ya Allah doa nya aku.." ucap Ahsa sambil menyingkap selimut nya lalu mendongak ke atas seolah tengah berucap pada Sang Pencipta.
"namanya juga bawaan dedek bayi" ucap Leon sambil terkekeh melihat aksi sang putri.
"Alka, yuk.." ucap Leon lagi kini pada putra nya.
"iya, pa" ucap Alka. Ia pun segera meletakkan pulpen dan kroninya. Menata buku buku itu lalu bangkit dari kursi belajar yang sejak tadi di dudukinya. Ia pun meraih susu di atas meja buatan sang ayah kemudian menenggaknya. Bocah yang sebentar lagi akan menginjak usia sebelas tahun itupun lantas meraih jaket abu abunya dan segera keluar dari kamar itu bersama papa dan adiknya.
Keluarga bahagia itupun lantas pergi bersama. Ke sebuah tempat yang ingin ibu hamil itu kunjungi. Tempat yang katanya dulu pernah ia datangi bersama Sean saat belum lama kembali pulang ke negara ini.
...----------------...
Selamat siang
up 14:21
yuk ,kasih dukungan dulu.🥰🥰🥰
Jangan lupa mampir ke sini juga👇👇👇
Bukan tentang drama rumah tangga yang di penuhi konflik orang ketiga, melainkan sisi gelap kehidupan anak muda perkotaan dengan jiwa abu abu yang menggebu gebu. Persaingan, perebutan popularitas, kekerasan, kesalahan dalam didikan, pergaulan bebas, intrik, serta kisah cinta nan rumit yang terhalang prinsip antar keluarga membuat kisah bertabur drama penuh luka yang seolah tidak ada habisnya.
Seperti apa kisah mereka?
__ADS_1