Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
111


__ADS_3

Malam makin larut....


Kedua bocah itu sudah terlelap di atas ranjang mereka masing masing. Dengkuran halus sesekali terdengar bersahutan dari bibir keduanya.


Leon yang kini duduk di lantai bersandar pada nakas yang terletak di tengah tengah kedua ranjang putra putrinya itu nampak tersenyum mendengar suara itu.


Alka dan Ahsa adalah penghibur untuk dirinya. Ditengah tengah kesendirian dan kesepian nya ditinggal orang orang terdekatnya. Terlebih lagi dia di vonis tidak sempurna, sulit memiliki keturunan meskipun masih bisa disembuhkan. Namun nyatanya hingga kini Leon enggan untuk berobat.


Lagi pun buat apa? istri saja ia tak punya....


Leon tersenyum simpul. Sorot matanya menatap lurus kedepan entah memikirkan apa. Tiba tiba.....


ting.....


1 pesan masuk.


Di raihnya ponsel yang kini berada di dalam saku celananya itu.


*Mantan.....


"gimana?" tulis wanita itu*.


Leon mengernyitkan dahinya sejenak.


Aleta menghubungi nya terlebih dahulu? manis sekali....pikir Leon.


Dengan segera ia membuka room chat nya dengan Aleta lalu menuliskan sesuatu di sana.


"apanya?" tanya Leon.


"anak situ? saya harus ngapain?" tanya Aleta.


"aku masih belum menemukan cara yang tepat"


"ck....lama....!"


"kenapa jadi kamu yang tidak sabar?" tanya Leon.


"ya biar gimanapun saya kan udah janji mau bantu sembuhin ketakutan dia...lagian kalau emang dia trauma ya harus secepatnya dibantu bangkit...jangan di diemin aja....!" tulis Aleta.


Leon tersenyum. Aleta memang sosok yang sangat perhatian.


"Gini aja deh....bawa ke dokter aja gimana....atau panggil psikolog anak"


"anakku tidak gila...!"


"ya nggak harus nunggu gila dulu kaaaaan.....maksudnya biar di bantu gitu....." tulis Aleta.


"aku tidak mau" jawab Leon


Aleta mendengus kesal di seberang sana. Lalu menulis lagi.


"trus saya harus gimana? saya nggak mau lama lama terikat perjanjian" tulis Aleta.

__ADS_1


"nanti ku pikirkan" tulis Leon lagi dengan santainya. Toh juga sebenarnya Alka tidak kenapa napa.


"anaknya situ sukanya apa? hobinya...." tulis Aleta lagi.


"dia suka bola.." tulis Leon santai.


Aleta diam sejenak di seberang sana. Lalu....


"besok kita ajak nonton aja....kan ada pertandingan besok sore..." tulis Aleta.


Leon melotot melihat pesan yang di tulis Aleta. Wanita itu mengajaknya pergi besok? pikir pria itu.


Leon kembali menyunggingkan senyum sumringah di wajahnya. Dengan segera di ia pun mengetik kan pesan di room chatnya dengan mantan istrinya itu. Namun baru saja hendak di balas, tiba tiba pesan dari Aleta tadi hilang, berganti tulisan miring berbunyi "pesan ini telah dihapus"


Leon kembali mengulum senyum.


"nggak usah dihapus, aku sudah membacanya.." tulis Leon membuat Aleta yang berada di seberang sana memerah wajahnya karena malu.


Bodoh sekali wanita itu...! kenapa malah jadi terkesan ia yang ngebet ngajak pergiπŸ™ˆ


"ya udah trus gimana..?" tulis Aleta lagi.


"ide mu boleh juga...besok ku jemput kau di rumahmu...."


"jangan...!"


"kenapa?"


"jemput di cafe X aja...aku besok tampil disana, selesai sekitar jam tiga" tulis Aleta.


Keduanya pun melanjutkan obrolan mereka melalui pesan WhatsApp. Sesekali mereka nampak terkekeh saat keduanya saling melempar candaan.


Hingga larut malam, keduanya pun masih betah dengan aktifitas mereka. Entah apa yang keduanya bicarakan.


...****************...


Pagi menjelang.....


Di kediaman Jenderal Mario.


Aleta nampak menuruni tangga rumahnya. Menuju meja makan tempat di mana kedua orang tuanya kini sudah menunggu di sana...


"itu Aleta..." ucap jenderal Mario kepada seorang pemuda saat menyadari kedatangan Aleta yang nampak menuruni tangga.


Aleta mengernyitkan dahinya. Dilihatnya disana seorang pemuda nampak berdiri di samping Sean menghadap ke arah Mario. Posturnya tinggi besar khas seorang tentara, dengan rambut cepak dan kulit coklat selayaknya prajurit yang terbiasa turun ke medan pertempuran.


Aleta menghela nafas panjang. Itu pasti laki laki yang diceritakan papanya semalam, pikir Aleta.


Wanita itu mendekati meja makan.


"Aleta....sini nak....." ucap Mario sambil tersenyum. Aleta pun mendekat.


"kenalkan....ini Bobby, yang papa cerita kan semalam..." ucap Mario.

__ADS_1


Aleta melirik sejenak ke arah Sean yang nampak tenang. Lalu menatap ke arah Bobby sambil tersenyum canggung.


"Aleta..." ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya. Pria berkemeja hitam dengan senyuman manis itupun menyambut uluran tangan mantan istri Leon itu.


"Bobby..." jawab pria tersebut.


Keduanya pun saling melepas kan jabatan tangan.


"Al, hari ini Bobby akan menemani aktifitas kamu....baik baik sama dia ya..." ucap Mario.


Aleta hanya mengangguk pasrah meskipun sebenarnya ia sangat keberatan.


"nak Bobby ...ikut sarapan dulu....Sean juga sekalian..." ucap Sarah yang sedari tadi duduk di kursi meja makan.


"iya....ibuk...." ucap Bobby pada wanita yang kini mantap menutup auratnya itu.


"maaf ibuk.... saya sudah sarapan tadi....saya tunggu di luar saja..." ucap Sean.


"oh ya sudah kalau begitu..." ucap Sarah.


Bobby pun duduk di salah satu kursi disana berdampingan dengan Aleta. Sedang kan Mario berada di ujung tengah meja dan Sarah di sisi lain meja berhadapan dengan Aleta.


Aleta nampak canggung. Ia hendak mengangkat tangannya berniat mengisi piringnya dengan nasi. Tiba tiba......


tingg.....


Ponsel di saku Aleta berbunyi. Ia mengurungkan pergerakan nya mengambil nasi. Di raihnya ponsel di saku celananya itu dan membukanya.


1 pesan masuk...


Bapak Leon....


"aku dan anak anak akan ke cafe X untuk menyaksikan mu hari ini...tampil yang bagus ya....jangan bikin malu...." tulis laki laki itu.


Aleta diam diam mengulum senyum. Leon akan datang hari ini. Entah mengapa hal itu membuat Aleta tiba tiba jadi tersipu malu meskipun si pengirim pesan sedang tidak berada di tempat yang sama dengan dirinya saat ini.


Aleta menggigit bibir bawahnya menahan reaksi kegirangan nya. Sesuatu yang rupanya tertangkap oleh mata Sarah yang berada tepat di hadapannya.


"Al...." ucap Sarah membuat Aleta mendongak dan secepat kilat mengubah mimik wajahnya.


"yaaa....." ucap Aleta setengah gugup lalu menipiskan bibirnya sambil tersenyum.


"kamu kenapa?" tanya Sarah.


"eeemm.....enggak.....nggak kenapa kenapa...emang aku kenapa buk?" tanya Aleta balik.


Sarah mengernyitkan dahinya.


"di tanya malah tanya balik kamu Al...." ucap Sarah yang hanya dibalas dengan senyuman nyengir dari Aleta.


...----------------...


***up 15:56

__ADS_1


yuk...dukungan dulu...😍😍😍***


__ADS_2