Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
170


__ADS_3

Hari terus berjalan,


masih di rumah sakit tempat di mana Aleta di rawat. Di luar ruang rawat inap, dua pria dewasa beda usia itu nampak duduk di kursi tunggu ruangan vvip tersebut.


Leon yang menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi itu nampak mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Bayu perihal bertemunya pria berkacamata itu dengan seorang wanita tua yang menangis meraung raung di depan ruang IGD tadi.


Ya, Ahsa baru saja berceloteh. Ia mengungkapkan apa yang baru saja ia dan kakaknya lihat di depan ruang IGD. Bocah itu bahkan juga meminta papanya untuk membantu seorang nenek nenek yang sepertinya butuh bantuan itu. Leon pun segera bertanya pada Bayu. Dan disinilah mereka sekarang. Bayu menjelaskan tentang nenek nenek yang Ahsa maksudkan tersebut yang rupanya adalah Rinjani, mantan mertua Leon.


Menurut penuturan Bayu, seperti nya memang terjadi hal buruk pada Mayang hingga membuatnya harus di larikan ke rumah sakit. Terlihat dari kondisi tubuh wanita itu yang nampak berlumuran darah. Sedangkan ibunya, Rinjani. Ia seolah bingung dengan masalah biaya perawatan rumah sakit yang tidak sedikit sedangkan dirinya tak memiliki uang untuk membayar nya.


Leon menghela nafas panjang,


"jadi bagaimana, tuan?" tanya Bayu.


Leon diam sejenak.


"apa kondisinya parah?" tanya Leon kemudian.


"saya kurang tahu, tuan. Saya hanya melihat sekilas kondisi wanita itu. Memang cukup mengeluarkan banyak darah" ucap Bayu.


Leon hanya menatap datar lurus ke depan tanpa bersuara.


"seperti nya ibunya sangat kebingungan, tuan."


"ya, aku tahu itu. Kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat setelah kebangkrutan bisnis keluarga mereka dan matinya ayah kandung wanita itu" ucap Leon.


"Aku sebenarnya sudah tidak peduli dengan wanita itu lagi. Mau hidup atau mati itu bukan urusanku." ucap Leon.


"anda tidak akan membantu mereka?" tanya Bayu.


Leon kemudian menegakkan posisi duduknya lalu bangkit. Dimasukkan nya kedua telapak tangannya ke dalam kantong saku celana yang ia kenakan.

__ADS_1


"bantu saja. Anggap saja aku membantu janda tua yang membutuhkan" ucap Leon kemudian bergegas kembali ke ruangan Aleta.


"anda bantu sepenuhnya, tuan?" tanya Bayu memperjelas titah sang tuan


"terserah" jawab Leon sembari masuk ke dalam ruangan Aleta.


Bayu menghela nafas panjang.


"orang kaya memang beda. Mengeluarkan uang sudah seperti menyebar daun. Enteng sekali..!" ucap Bayu sambil berlalu pergi untuk segera menuju meja admistrasi guna melakukan pembayaran.


...****************...


Sementara itu di dalam kamar rawat inap Aleta.


Wanita itu nampak masih berada di atas ranjang. Tiduran miring sambil memainkan ponselnya.


Sedangkan di sofa panjang, Alka yang sempat minder atas kehadiran calon adik barunya itu kini nampak mulai kembali bersikap seperti biasa. Ia terlihat begitu asyik memainkan ponsel di tangannya dalam posisi miring. Dan Ahsa, bocah itu nampak kembali menampilkan pesona menggemaskan nya di depan layar ponsel. Kali ini bukan berceloteh bak konten kreator handal, melainkan nampak menggoyang goyangkan tubuhnya yang terduduk di sofa mengikuti alunan musik berbahasa asing dengan gaya centilnya melalui sebuah aplikasi pembuat vidio pendek.


"Ahsa..." ucap Leon.


"ya, pa" ucap Ahsa manis.


"kamu ngapain?" tanya Leon.


"aku lagi bikin vidio t*k t*k, pa. Pake suaranya orang orang BTS..!" ucap Ahsa sok tahu.


Alka menghentikan permainan dalam gadgetnya.


"sok tau lagi..! itu bukan BTS, Ahsa. Itu lagunya bahasa Inggris, bukan bahasa Korea..!" ucap Alka menyangkal pernyataan adiknya.


"ih, sok tahu deh kakak. Ini itu suaranya orang orang BTS. Kakak kan nggak ngerti BTS. Aku yang ngerti..!" ucap Ahsa ngeyel. Leon dan Aleta hanya terkekeh.

__ADS_1


"coba aja tanya sama mama. Mama kan penyanyi, pasti tau kalau itu bukan lagu BTS. Kamu mah aneh, tiap ada lagi bahasa luar kamu bilang lagu BTS. Kalau ada laki laki ganteng putih kamu bilang juga personil BTS. Sok tau kamu..!" ucap Alka.


"loh, emang bener kok. Kakak kalau nggak tau nggak usah sok tau deh. Kakak kan ngertinya bola. Udah nonton bola aja..! tuh, nonton piala dunia, yang ada di Mekkah" ucap Ahsa.


"Qatar...!!" jawab Alka sedikit ngegas.


"ya pokoknya itu, kan sama sama orang Arab..!" ucap Ahsa lagi.


"terserah kamu lah. Capek aku ngomong sama kamu. Ngeyelan..!" ucap Alka kesal sendiri namun tak di gubris oleh Ahsa. Bocah itu nampak kembali asyik berjoget joget dengan gaya sok imutnya di depan kamera ponsel.


Leon menoleh ke arah Aleta.


"sayang, makan ya..." ucap Leon.


Aleta menggelengkan kepalanya lagi. Sungguh, sejak kemarin bahkan tak ada nasi yang masuk ke dalam perut wanita itu. Hanya sepotong roti yang tadi Leon belikan dari minimarket dan beberapa potong buah yang masuk dalam perut Aleta. Itupun dengan sedikit di paksakan sebelum ia menelan beberapa obat dan vitamin khusus ibu hamil pemberian dokter rumah sakit tersebut.


"mau aku beliin sesuatu?" tanya Leon sambil kembali meraih sebungkus snack di atas nakas dan melahapnya. Membuat Aleta menutup hidungnya saat merasakan bau snack yang dirasanya menyengat tersebut.


"sayang, jangan makan terus dong..! aku nggak mau kamu gendut..!" rengek Aleta.


"apasih? cuma snack doang..?!" ucap Leon tanpa berhenti mengunyah.


"ini yang hamil siapa sih? kok malah kamu yang doyan makan?! mana bauk banget lagi..! udah sana ah...!!" ucap Aleta kesal sambil mendorong tubuh tegap itu seolah meminta pria itu menyingkir dari sampingnya dan membawa Snack itu pergi.


Leon hanya terkekeh. Alih alih menjauh pria itu justru menggoda istrinya dengan menyodorkan snack di tangan nya ke arah Aleta. Membuat ibu hamil itu uring uringan di buatnya.


...----------------...


Selamat siang,


up 11:13

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2