Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
125


__ADS_3

Malam makin larut.....


Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


" sadaqallahul azim"....


Suara itu mengalun merdu nan lirih dari bibir seorang wanita cantik disana. Di atas hamparan sajadah yang tergelar di lantai dingin ruangan vvip rumah sakit itu, wanita cantik dua puluh empat tahun itu baru saja selesai dengan ibadah tahajud nya.


Wanita itu menunduk, dengan lelehan air mata yang sesekali masih menetes ia menggerakkan jari jari tangannya dengan mulut komat kamit, mengucap dzikir mengagungkan nama Sang Maha Pencipta di sepertiga malam yang sakral. Kala sebagian makhluk Tuhan yang bernama manusia sibuk menyelami alam mimpinya, wanita itu masih bersimpuh di hadapan Sang Pemilik Jagat, memohon pertolongan dan kesembuhan untuk pria yang kini terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang pasien di ruangan yang sama dengan dirinya itu.


....


Beberapa menit kemudian, Aleta selesai dengan ibadah sunahnya. Dengan segera ia melipat mukena dan sajadahnya. Meletakkannya di dalam sebuah laci di sebuah meja di sana meja di sana kemudian bangkit.

__ADS_1


Wanita cantik yang selama tiga hari seolah kehilangan waktu tidur idealnya itu berjalan mendekati sebuah ranjang di ruangan vvip rumah sakit tersebut.


Ranjang yang hanya cukup untuk satu orang selain ranjang pasien. Ranjang yang di gunakan untuk tidur penunggu pasien itu kini nampak di tempati oleh si kecil Ahsa di atasnya. Sedangkan sang kakak, Alka, lebih memilih untuk tidur di salah satu sofa panjang di sana.


Ya...kedua putra putri Leon tak mau pulang. Mereka ngotot ingin menunggu pria itu malam ini bersama Aleta. Membuat Aleta pun mau tak mau hanya bisa pasrah. Ia tahu, anak anak Leon itu pasti kesepian di rumah mereka sendiri.


Aleta menutupi tubuh kedua bocah itu menggunakan selimut yang tadi dibawakan oleh Bayu. Wanita berambut panjang dengan warna hitam di sekitar mata akibat kurang tidur itu kemudian duduk di sebuah single di sana. Menatap dua bocah yang terlelap itu secara bergantian. Dengkuran lembut sesekali terdengar dari mulut keduanya.


Aleta tersenyum,


Aleta bangkit lagi, ia berjalan mendekati sang mantan suami. Di dudukkan nya tubuh ramping yang mulai terlihat makin kurus itu di atas kursi di samping ranjang. Tangannya tergerak menyentuh tangan berbulu yang terlihat sedikit lebih kurus itu dan mengusapnya lembut. Netra sendunya nampak menatap wajah tampan yang baru saja ia cukur jambang lebatnya itu siang tadi.


"kapan bangunnya? kamu betah banget tidur terus.... nggak kangen sama anak anak kamu?" tanya Aleta lirih dengan senyuman yang terlihat perih.

__ADS_1


"lihat mereka, mereka sampai nggak mau pulang cum buat nungguin kamu.." ucap wanita itu dengan setitik cairan bening menetes di atas punggung tangan Leon.


"bangun....kenapa jadi lemah gini sih?! banguuunnn....hiks...." ucap Aleta kini mulai sesenggukan. Ia menjatuhkan kepalanya di atas punggung tangan itu. Ia menangis tanpa suara dengan air mata banjir dan dada naik turun. Ia yang biasanya selalu berusaha tegar di depan putra putri Leon nyatanya kini menangis pilu. Ia juga merasakan hal yang sama dengan Ahsa dan Alka. Ia juga takut kehilangan laki laki itu. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Mengingat sudah empat hari Leon terbaring di atas ranjang, hingga kini belum ada tanda tanda ia akan bangun dan pulih seperti sedia kala.


Aleta masih sesenggukan dengan kepala tertempel di punggung tangan Leon. Tanpa ia sadari, pintu ruang vvip itu rupanya tak tertutup rapat. Sepasang mata sayu menatap pilu ke arah janda muda itu. Ada hati yang merasa teriris. Ada sosok yang merasa begitu bersalah kala mendengar tangisan itu sayu sayu menyayat hati.


Perih, pedih, tak tega, merasa berdosa. Dadanya sesak menahan sakit yang tak bisa dijelaskan oleh kata kata....


Maaf....


...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 05:10


yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰***


__ADS_2