Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
106


__ADS_3

.....


Sementara di tempat lain....


Sebuah mobil bernilai fantastis telah sampai di salah satu kediaman megah milik Leonardo Alfindo Ganada.


Pria empat puluh tahun itu nampak turun dari mobilnya sambil bersiul siul riang disusul dua putra putrinya di belakang.


Ahsa turun, ia dengan segera berlari mendekati sang papa,lalu mendongak menatap bangunan besar nan megah bak istana yang berada di hadapannya.


"woooooooaaaaaaaaahhhhh......" ucap Ahsa kagum.


Leon menunduk, tersenyum melihat ekspresi takjub dari gadis kecil itu.


"kamu suka?" tanya Leon.


"ini rumah papa?" tanya Ahsa.


"rumah kita ...rumah papa, kamu, sama kakak...." ucap Leon.


Ahsa kembali membuka mulutnya takjub. Ia tak pernah membayangkan akan bisa berada di rumah yang semegah dan mewah ini.


Leon menoleh ke arah sampingnya, dimana sang putra, Alka sedari tadi nampak diam tak berucap sepatah katapun.


"Alka....." ucap Leon pada bocah yang terlihat sedih itu.


Alka menoleh.


"kamu kenapa?" tanya Leon.


Alka menatap sendu ke arah sang ayah.


"maaf pa....Alka udah bikin papa malu, Alka dikira copet" ucap bocah itu seolah masih belum bisa berhenti memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya.


Leon menghela nafas panjang. Ia mendekati bocah itu lalu berjongkok menghadap laki laki berusia sepuluh tahun tersebut.


"Alka....ada satu hal yang harus kamu tau...."


"di luar sana, banyak anak anak yang bernasib hampir mirip dengan kamu dan Ahsa. Sama sama hidup di jalanan yang keras, banting tulang menghidupi keluarga di usianya yang masih sangat muda...saking kerasnya mereka menjalani kehidupan mereka, mereka bahkan sampai tidak peduli dengan mana pekerjaan yang halal dan mana pekerjaan yang haram..."


"salah satu alasan yang membuat papa ingin mengangkat kamu dan Ahsa sebagai anak adalah kepribadian kamu nak. Kamu pekerja keras, kamu rela mengorbankan masa kecil kamu demo adik kamu, kamu punya prinsip hidup yang kuat, kamu punya pegangan ilmu agama yang kokoh...itu yang membuat papa sayang sama kamu dan adik kamu..."


"papa nggak pernah malu... karena papa yang kenal sama kamu luar dan dalam kamu...." ucap Leon.


Laki laki itu menggerakkan tangannya mengusap pucuk kepala Alka.


"dah....nggak usah terlalu dipikirin...ini cuma salah paham....toh papa udah bawa kamu pergi dan perempuan yang tadi nuduh kamu nyopet juga nggak sepenuhnya percaya kan kalau kamu pelaku pencopetan itu..?" tanya Leon.


Alka mengangguk.

__ADS_1


"ya udah.... sekarang kita masuk...kita lihat lihat rumah baru kalian...oke?" ucap Leon lagi.


Alka mengangguk lagi.


Leon tersenyum. Ia kemudian bangkit dan menggandeng dua buah hatinya itu untuk masuk ke dalam rumah megahnya.


Ahsa melotot dengan mulut terbuka saat memasuki rumah mewah bak istana itu.


"waaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh....rumahnya besar bangeett.....mewah .......bagus....lebih gede dari masjid di kampung kita kak....." ucap Ahsa begitu terkagum kagum.


Alka yang sudah lebih besar dari Ahsa hanya tersenyum. Ia terlihat terpana melihat rumah Leon yang begitu megah dan mewah.


Seorang pelayan yang bekerja di rumah itu nampak mendekati pria matang dan dua anak barunya itu.


"selamat sore tuan...." ucap pelayan itu.


Leon menoleh.


"sudah kau siapkan kamar untuk mereka?" tanya Leon ..


"sudah tuan .. semua sudah siap..." ucap sang pelayan.


Leon tersenyum.


"Ini Alka dan Ahsa ... mereka adalah anak angkat ku...mulai hari ini, mereka akan tinggal bersama ku di sini...jadi mulai hari ini perlakukan mereka dengan baik seperti kalian memperlakukan ku...." ucap Leon.


"baik tuan ..." jawab sang pelayan.


"baik tuan...."jawab sang pelayan.


Leon pun kemudian mengajak Ahsa dan Alka untuk naik ke lantai dua dimana kamar keduanya berada.


ceklek...


pintu kamar terbuka.


"woooooooaaaaaaaaahhhhh.......!!!" ucap dua bocah itu bersamaan.


Kedua nya nampak berbinar...!


Dilihatnya disana sebuah kamar dengan dinding yang nampak dipenuhi dengan lukisan bercorak alam serta sebuah langit biru yang indah.


Dua ranjang berukuran sedang untuk anak anak serta sebuah nakas berisi sebuah lampu meja juga tertata rapi disana. Tak lupa, beberapa rak tertempel di dinding, berisi aneka jenis mainan serta dua buah keranjang mainan masing masing untuk Alka dan Ahsa.


Ahsa berlari mendekati ranjangnya. Ia nampak melompat lompat dan berguling guling kegirangan di atas sana, sedangkan Alka....


Bocah itu nampak terpukau dengan koleksi robot robotan dan mobil mobilan itu. Mulai dari karakter action figure hingga mobil mobilan yang terlihat begitu mirip dengan aslinya nampak berjejer disana.


Benar benar menakjubkan bagi bocah laki laki itu.

__ADS_1


Leon tersenyum melihat reaksi bahagia dari dua bocah itu. Duda empat puluh tahun itu lantas berjalan menuju ranjang Alka. Ia yang juga merasa cukup lelah itu akhirnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang ber seprei hijau itu. Diamatinya dua bocah yang terlihat sangat menikmati kamar baru mereka tersebut.


Leon diam sejenak.


Lalu....


seeeeetttt.....


Ia mendudukkan tubuhnya. Sebuah senyuman lebar tersungging di bibirnya. Ingatan nya segera kembali pada momen menggemaskan di tempat rekreasi tadi. Mana kala Aleta tiba tiba datang padanya dengan raut wajah kesal.


Lebih menggemaskan lagi, saat wanita itu dengan lantangnya mengatakan bahwa ia bukan ibu ibu dan belum pernah menikah.....selain dengan dirinya.


Leon tak henti tersenyum lebar. Ia menggerakkan tangannya mengusap usap jambang lebat yang tumbuh subur di rahangnya.


Ternyata selama ini ia salah paham. Bocah laki laki yang kemarin di pangku Aleta di panti asuhan itu bukanlah anak wanita itu. Dan ternyata ia dan Sean juga bukanlah sepasang suami istri seperti yang ia duga sebelumnya.


Jadi selama lima tahun ini, Aleta masih lah janda mantan istri Leon. Wanita itu belum menikah dan belum menemukan penggantinya.


Entah mengapa Leon jadi seperti orang gila. Ia merasa tersanjung bahwa rupanya lima tahun lamanya Aleta masih menjadikan ia satu satunya laki laki yang pernah bertahta di hatinya.


Leon kemudian merogoh saku celananya. Diraihnya benda pipih miliknya lalu mencari nama Bayu di aplikasi WhatsApp miliknya.


tuuuutt..... tuuuutt.....


"halo tuan" ucap Bayu dari seberang sana.


"halo, Bayu....." ucap Leon.


"saya tuan...." jawab Bayu.


"bisa kau carikan nomor telepon atau contrast person dari penyanyi pendatang baru, Aleta...?" tanya Leon.


Bayu mengernyitkan dahinya di seberang sana.


"untuk apa tuan?"tanya nya.


"aku ada perlu dengan nya....tolong carikan untukku ya...lalu kirimkan padaku...ada hal penting yang ingin aku bicarakan padanya" ucap Leon sambil tangannya tak henti mengusap usap jambang nya.


"baik tuan....akan saya carikan." jawab Bayu.


Leon tersenyum. Ia kemudian mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.


Leon menghempaskan tubuhnya lagi ke ranjang sang putra. Senyumnya terlihat makin melebar. Sebuah ide brilian sudah tersusun di otaknya. Ia akan membuat wanita itu mendekat padanya. Lihat saja nanti...



...----------------...


***up 06;20

__ADS_1


dukungan dulu yuk 🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2