Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
108


__ADS_3

drrrrttt..... drrrrttt...... drrrrttt......


Ponsel di atas nakas bergetar. Leon yang kini tengah menyelimuti dua buah hatinya itu pun melirik ke arah ponsel miliknya.


nomor tidak dikenal....


memanggil.....


Leon mengulum senyum sambil tertawa ringan. Di lihatnya foto profil yang terpampang di layar ponselnya saat ini.



Ya....itu Aleta..!akhirnya wanita itu menghubunginya juga.


Leon lagi lagi tersenyum lebar hingga memperlihatkan barisan giginya yang putih. Ia tak langsung mengangkat panggilan telepon dari wanita itu. Biar saja dia berusaha terlebih dahulu. Menghubungi nya berkali kali lalu memohon agar ia tak membawa masalah ini ke kantor polisi. Aleta itu walaupun kadang bisa bersikap berani dan kuat tapi sebenarnya ia juga polos dan lemah bukan? gampang sekali digertak.


Getaran di ponsel milik Leon berhenti. Alka dan Ahsa sudah terlelap. Laki laki itu kemudian memilih untuk keluar dari kamar tersebut sambil membawa ponselnya.


drrrrttt...... drrrrttt........ drrrrttt.....


ponsel itu bergetar lagi. Leon kembali mengulum senyum. Ia bahkan belum berniat untuk mengangkatnya.


Leon menuju dapur, membuat secangkir kopi racikan nya sendiri dengan santainya sambil terus menebar senyuman mendengarkan getaran ponsel yang berada di atas meja itu.


ting....


ting....


Ting....


ting....


Kini ponsel itu terdengar di berondong pesan masuk terus menerus. Leon hanya terkekeh.


Kopi selesai dibuat. Ia kemudian berjalan menuju meja makan dan meraih benda pipih nya.


10 pesan dari sebuah nomor yang sama.


"angkat dong....!"


"saya pengen ngomong...!"


"angkat....!!!"


"kemana sih...??"


"WHOOOEEEEEEEEEE......ANGKAT WHOOOOOOEEEEEE.......!!!!!"


"KODOK..!"


"MARMUT...!"


"UNTAAAAAAAAAA.....!!!"


"BUUUUUOOOOODOOOO AMAAATT....!!"


Leon tertawa ngakak..!


Entahlah.... Aleta sepertinya sangat kesal...! dan entah mengapa ia jadi makin bersemangat untuk mengerjai wanita itu.


Leon membuka room chat nya dengan Aleta, lalu mulai mengetikkan sesuatu di sana....

__ADS_1


"kalau kau mau...silahkan datang ke kantor saya besok...kita bicarakan masalah ini berdua...! saat ini saya sedang tidak bisa mengangkat telfon dari kamu, anak saya benar benar terpukul, dia tidak mau makan sejak pulang dari kantor polisi...! dia benar benar tertekan" tulis Leon sambil menyeruput kopinya dan tentu saja, senyuman terus mengembang dari bibirnya.


Sementara di seberang sana Aleta dibuat terdiam oleh pesan yang Leon kirimkan padanya.


Sampai segitunya efek yang dirasakan bocah tadi?


Tapi memang benar sih, tadi bocah itu memang terlihat sangat ketakutan. Ia bahkan sampai berteriak rela mati disambar petir saat itu juga jika memang ia berbohong.


Aleta jadi tak enak hati. Gara gara ia kecopetan bocah itu jadi tak mau makan. Tapi kan ini juga bukan salah dia? ia juga tak tau kalau ternyata bukan anak Leon lah yang mencopet.


Aleta berdecak kesal. Sungguh ...ia menyesal pergi jalan jalan sendiri siang tadi...!


Aleta menghela nafas panjang. Baiklah....mungkin memang ia harus bertemu Leon besok dan menyelesaikan masalah ini secepatnya.


Aleta lantas meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya dan menarik selimutnya bersiap untuk tidur.


...****************...


Keesokan harinya......


Wanita cantik itu sudah terlihat rapi. Dengan tas selempang terselampir di pundak kanannya, Aleta nampak menuruni tangga rumah itu dengan langkah tergesa gesa.


"pagi papa....pagi ibuuk...." ucap Aleta sambil melangkah menghampiri kedua orang tuanya yang sudah duduk manis di meja makan.


"udah rapi aja? mau kemana, sayang?" tanya Mario pada sang putri.


Aleta meraih segelas susu putih di atas meja lalu menenggak nya hingga tandas.


"emmm....aku ada perlu bentar pa sama Lala...." ucap Aleta berbohong.


"katanya bapaknya Lala sakit?" tanya Mario.


"iya....tapi ini ada yang penting...ngomongin kerjaan...makanya ngajakin ketemu bentar...." ucap Aleta sambil mendekati sang ibu hendak berpamitan.


"nggak sempet buk..." ucap Aleta.


"sama siapa kamu perginya?" tanya Mario sambil menyantap makanannya.


"eeem....sama pak Bimo..." ucap Aleta.


Mario menggelengkan kepala dan satu jari telunjuknya.


"nggak.....biar diantar Sean aja....tungguin dia...." ucap Mario.


"nggak sempet pa.....ini aja Lala udah nungguin..." ucap Aleta.


"ya bilang saja sama Lala suruh tunggu sebentar lagi...kan kamu artisnya..." ucap Mario.


"ih papa mah....nggak kasian apa sama Lala....udah sih aku sama pak Bimo aja....aman kok..." ucap Aleta.


"kalau begitu papa antar aja...nanti pulang nya biar Sean yang jemput..." ucap Mario sambil bangkit dari posisi duduknya.


"ya Allah papaa....aku bukan anak kecil...!" ucap Aleta kadang sampai tak habis pikir dengan sikap protektif sang ayah.


"kamu memang bukan anak kecil...tapi kamu anak papa...." ucap Mario membuat Aleta cemberut.


"dah....ayo berangkat...." ucap Mario.


Aleta pun mau tak mau menurut saja. Ia akan mencari ide sambil berjalan. Mario tak boleh tau kalau ia akan pergi PH Leon hari ini.


...****************...

__ADS_1


Satu jam kemudian....


Setelah berbohong pada Mario dengan meminta di berhentikan di sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari PH milik Leon. Kini wanita itu sampai di sebuah bangunan bertingkat yang menjadi tempat usaha seorang laki laki dewasa bernama Leonardo Alfindo Ganada.


Dengan tas selempang terselampir di pundak, Aleta yang berjalan kaki dari kafe menuju PH itu nampak mendekati meja resepsionis.


"permisi mbak..." ucap Aleta.


"iya....ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita yang berdiri di belakang bangku resepsionis.


"saya mau cari tuan Leon nya ada?" tanya Aleta.


"tuan belum datang mbak...." ucap sang resepsionis.


"oh.... belum datang ya?"


"belum mbak...apa mbak sudah ada janji sebelumnya?"


"udah ..semalam tuan Leon yang minta saya kesini" ucap Aleta


"oh...baik...silahkan tunggu sebentar mbak...tuan masih dalam perjalanan..." ucap wanita itu.


Aleta hanya mengangguk. Ia kemudian bergegas menuju ke sofa tunggu dan mendudukkan tubuhnya disana.


Aleta mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tempat ini tak banyak berubah. Namun sebagian karyawan sudah berganti. Pakaian pakaian para pekerja wanita di sini juga sudah terlihat lebih sopan dibandingkan dulu saat pertama ia datang ke tempat ini.


Ya... Aleta pernah beberapa kali diajak Leon ke kantornya bukan...?


Namun sepertinya para karyawan itu sudah melupakan nya. Buktinya mereka diam saja saat ia datang ke tempat ini.


Aleta mulai sibuk dengan ponselnya. Sambil menunggu laki laki itu datang ia nampak memainkan benda pipih itu,hingga......


.


.


.


.


.


"eeeehhhmm...."


Suara deheman itu berhasil membuat Aleta mendongak. Dan.......


.


.


.


"hai.... selamat pagi...."


.....


Bersambung 😁🤭


...----------------...


***Udah crazy up ini....lanjut besok ya.....

__ADS_1


up 19:17


yuk.... dukungan dulu 🥰***


__ADS_2