
Setelah acara pemakaman selesai Panji Aryowinangun segera mengadakan rapat tertutup bersama para tetua.
Panji Aryowinangun tersenyum puas setelah mendengar hasil keputusan rapat.
"akhirnya semua indah pada waktunya" batin Panji Aryowinangun
Ia kemudian segera menemui Damar Langit di rumah nenek Welas.
Lulu segera memanggil Damar ketika melihat Panji Aryowinangun datang bersama Danar Gumilang.
"silahkan masuk Romo" Damar mempersilahkan mereka masuk
"apa kau masih bersedih putraku?" tanya Panji Aryowinangun
"iya Romo, tapi aku berusaha untuk mengikhlaskan kepergian kaka sekarang" jawab Damar
"baguslah kalau begitu, karena kehidupan barumu akan dimulai besok" kata Panji Aryowinangun
"benar sekali yang mulia, besok kau akan dinobatkan sebagai putra mahkota" kata Danar Gumilang menambahkan
" dan satu lagi kabar gembiranya" kata nenek Welas yang mulai bergabung
"apa itu nek?" tanya Damar penasaran
"sudah kuduga pasti kau akan penasaran, hehehe" jawab nenek sambil terkekeh
"aish nenek ini, membuat aku penesaran saja" kata Damar kesal
"iya ..jadi karena kamu dan Lulu sudah lulus SMA, mulai sekarang kalian boleh kembali lagi ke istana dan boleh tidur satu kamar" kata nenek
"yeaah!!!" teriak Damar kegirangan
Semuanya tertawa melihat tingkah Damar yang meluapkan kegembiraannya.
"dasar anak jaman sekarang!!, tidak bisakah berpura-pura atau menyembunyikan sikap konyol mu itu" ucap nenek Welas
"maaf nek, habis aku kelepasan" jawab Damar
Setelah Panji Aryowinangun dan Danar Gumilang kembali ke istana, Damar segera bergegas menemui Lulu dikamarnya.
"sayang!!" teriak Damar sambil memeluk Lulu
"ada apa sih sepertinya kamu senang banget" kata Lulu
"iya dong, karena kita bentar lagi bisa kembali ke istana lagi" kata Damar
"bener sayang, makanya kamu buruan beresin barang-barang kamu. Aku sudah tidak sabar ingin segera kembali ke istana" jawab Damar
"yaudah kalau begitu lepasin dulu pelukannya" kata Lulu
"iya aku lupa sayang, yaudah aku juga harus segera berkemas, aku tinggal dulu ya" kata Damar
Ia kemudian meninggalkan kamar Lulu menuju ke kamarnya.
***dreet...dreet...dreet
"halo" sapa Lulu
"halo Lu, kita udah ada didepan rumah nenek welas ni" kata Ferdan
"seriusan lo?" tanya Lulu
"iye, kita sengaja main kesini mau ngehibur lo, sekalian mau anterin undangan" kata Ferdan
"lo ama siapa aja?" tanya Lulu
"anak-anak semua ikut kecuali Ayu sama nyokap lo ga ikut" jawab Ferdan
" oh gitu, yaudah aku kedepan..tunggu bentar" ucap Lulu
__ADS_1
Ia segera berlari menuju ke pintu gerbang dan membukakan pintu untuk teman-temannya.
"halo Lulu!!" sapa mereka bersamaan
"hai juga" jawab Lulu
Mereka berjalan masuk menuju ke ruang tamu.
"kita turut berdukacita atas meninggalnya Gaga ya Lu" kata Icha mewakili teman-temannya
"iya makasih" jawab Lulu
"terus tadinya kita mau menghibur kamu karena Damar gagal jadi putra mahkota, tapi setelah mendengar kabar meninggalnya Gaga berarti Damar tetap jadi putra mahkota dong " kata Alfian
"iyups, tapi gak tahu juga sih" jawab Lulu
"terus katanya kalian mau ngasih undangan, undangan apaan?" tanya Lulu
"undangan nikahannya miss Zahra" jawab Ryan sambil menyodorkan surat undangan pada Luku
"lo patah hati dong Rey, hehehe" goda Lulu sambil tertawa
"iya nih Lu, jadi lo datang kan?" tanya Ryan
"tidak!!, Lulu tidak bisa datang karena kami akan bulan madu" kata Damar yang sudah berdiri di ruang tamu
"sayang!, kamu ngomong apaan sih?" tanya Lulu
"beneran Lu, nenek udah mengizinkan kita untuk pergi bulan madu karena kita udah lulus SMA" jawab Damar
"cie..cie..yang mau bulan madu" goda Ryan
"uhhh, bakal ada yang patah hati nih " kata Ferdan yang disambut gelak tawa teman-temannya
"cih, kayaknya aku harus jauhin mereka dari Lulu deh, karena mereka bisa merusak acara ku nanti malam" batin Damar
"ada deh...tuh yang duduk dipojokkan" kata Ryan sambil melirik Alfian
"apaan sih Rey" jawab Alfian
"ehem!!!, sayang kita harus cepetan deh, paman Danar sudah menunggu kita " kata Damar mencoba mengalihkan pembicaraan karena ia sudah merasa kesal dengan teman-teman Lulu
"iya, terus teman-teman aku nanti tinggal dimana?" tanya Lulu
" mereka tinggal dirumah Tama saja " kata Damar
"iya biar mereka tinggal bersamaku saja" kata Tama yang baru saja tiba disana
"terus Icha gimana?" tanya Lulu lagi
"ya sama merekalah " kata Damar
"iya yang mulia nanti Icha biar menempati ruang terpisah dari teman-temannya" jawab Tama
"makasih ya Tam-tam, kamu emang the best" kata Lulu
Damar menjadi jelous mendengar Lulu memuji Tama, ia kemudian pergi meninggalkan Lulu dan teman-temannya.
"buruan kejar dia Lu" kata Ryan
"sekalian kita pamit mau ke rumah Tama, selamat bulan madu ya..hehehe" kata Ryan menggoda Lulu lagi
"idiih" jawab Lulu sambil berlalu pergi
"sayang tunggu!!!" teriak Lulu
"kamu kenapa sih?" tanya Lulu
Damar hanya diam sambil terus memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
__ADS_1
"yaudah kalau kamu ngambek, aku mendingan nyusul temen-temen kerumah Tam-tam saja" kata Lulu
"jangan dong sayang, kamu gak peka banget sih?" tanya Damar
"aku udah peka sayang, cuma kan tadi ada temen-temen masa harus aku cuekin, sekarang kan mereka sudah pulang, trus kamu mau apa?" tanya Lulu
Damar segera mendekati Lulu, ia kemudian mendongakkan wajahnya.
Ia lalu mendaratkan ciumannya ke bibir tipisnya.
"ehemm!!!"
Damar segera melepaskan ciumannya ketika seseorang datang ke kamarnya.
"ada apa lagi nek?" tanya Damar
"cepatlah pergi dari sini, jangan sampai nenek berubah pikiran" kata nenek Welas
"i..ya nek" ucap Damar dengan wajah yang memerah karena malu
"sayang kamu juga harus cepat-cepat membereskan semua barang-barang milik mu" kata Damar
"iya"
Lulu segera berjalan meninggalkan kamar Damar.
**************
Danar Gumilang mengajak seorang dokter untuk memeriksa keadaan Arkadewi yang mendadak drop.
"dia hanya shock berat, mungkin jika ia terus mengalami kondisi seperti ini maka perlu perawatan intensif" kata dokter setelah memeriksa Arkadewi
"apa dia bisa sembuh?" tanya Panji Aryowinangun
"kasih sayang dan perhatian dari orang terdekat akan mengembalikan kondisinya" jawab dokter
"terima kasih dok" kata Panji Aryowinangun
"sama-sama yang mulia" balas dokter
Danar Gumilang kemudian mengantarkan dokter sampai ke gerbang paviliun.
"sepertinya kau harus tinggal di istana dinda, aku akan membawamu kembali kesana, agar bisa memantau kesehatanmu" kata Panji Aryowinangun sambil mengusap lembut rambutnya
**********
Damar segera menjatuhkan badannya keranjang empuk miliknya.
"akhirnya aku bisa kembali lagi kesini " kata Damar sambil berguling-guling diatas kasur
Lulu yang melihat Damar berguling-guling hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat Lulu yang sudah memasuki kamarnya, Damar segera menarik lengannya membuat Lulu terjatuh disampingnya.
Damar tersenyum sambil memandangi istrinya.
Lulu hanya tertunduk melihat Damar yang terus menatapnya intens.
"sayang sekarang kita bisa hidup normal seperti pasangan suami istri lainnya" kata Damar
"dan setelah aku dinobatkan sebagai putra mahkota kita bisa pergi bulan madu, kamu mau pergi kemana untuk bulan madu nanti?" tanya Damar
"aku terserah kamu saja sayang, aku akan ikut kemanapun kamu pergi" jawab Lulu
"bagaimana kalau kita Jepang?" tanya Damar
"boleh juga"
"baiklah nanti aku akan menyiapkan semuanya, sekarang aku juga mau menjalankan kewajiban ku sebagai seorang suami" kata Damar sambil mencium lembut bibir Lulu
__ADS_1