
Ganendra segera pulang menuju kerumahnya.
"mau kemana kamu bro!!, tumben rapi amat" ucap Lambang
"aku mau ke istana" jawab Ganendra
"beneran lo mau kembali ke istana?" tanya Lambang.
"iya, dan mulai besok aku akan tinggal lagi disana" ucap Ganendra
"terus ibu kamu gimana?" tanya Lambang
"dia akan ku bawa pulang ke istana juga, mungkin dengan begitu bisa membantu mempercepat proses penyembuhannya" jawab Ganendra
"baiklah bro, aku akan dukung semua keputusan mu dan aku doakan semoga ibumu cepat pulih seperti semula" ucap Lambang
"makasih ya bro, kamu memang sahabat terbaikku" sahut Ganendra
"sama-sama bro"
"btw kamu mau temani aku tidak ke istana untuk menghadiri acara syukuran menyambut kedatangan Lulu dan putranya Bagas" ucap Ganendra
"bolehlah, siapa tahu kan aku kecantol sama cewek istana yang terkenal cantik-cantik dan juga baik hati" ucap Lambang
Ia kemudian segera bersiap-siap dan masuk kedalam mobil Ganendra yang membawanya menuju ke kerajaan Arjowinangun.
Setibanya di istana Ganendra segera mengajaknya masuk ke dalam istana.
"cickck, ternyata istana ini benar-benar keren sama seperti di cerita dongeng" Dokter Lambang berdecak kagum
Ganendra terus melangkahkan kakinya menuju ke ruang utama diikuti oleh Lambang.
"selamat datang yang mulia" ucap Danar Gumilang yang menyambut kedatangan Ganendra
"kaka!!, akhirnya kau datang juga" ucap Lulu
"iya,..dimana Bagas?" tanya Ganendra
"lagi main sama dayang-dayang" ucap Lulu sambil menunjuk Bagas yang sedang asyik main bersama dayang istana
Ganendra segera mendekati Bagas, dan ketika ia melambaikan tangan pada Bagas tiba-tiba seorang dayang menabraknya.
***bughhh!!!
Karena Dayang itu membawa makanan, maka makanan itu tumpah semua mengenai baju Ganendra.
"maaf yang mulia...aku tidak sengaja" ucap Dayang itu sambil membersihkan makanan yang menempel di baju Ganendra
"sudahlah tidak apa-apa" ucap Ganendra
Ia kemudian segera pergi ke paviliunnya yang sudah lama ia tinggalkan untuk berganti pakaian.
Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ada dihadapannya sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
"My home sweet home, I'm coming" batin Ganendra
Ia kemudian menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"sudah lama aku meninggalkan kamar ini" kata Ganendra sambil menatap langit-langit kamarnya
Setelah selesai berganti pakaian, Ganendra segera keluar dari kamarnya untuk kembali lagi ke ruangan utama kerajaan.
**uhuk!!, uhuk!!!
Terdengar suara orang sedang batuk di dapur rumahnya, karena curiga Ganendra pun mendekati sumber suara itu.
Ia melihat seorang gadis sedang membersihkan ruangan dapur rumahnya.
"kalau sakit janganlah bekerja dulu, istirahat saja dulu dirumah, mintalah cuti dahulu jangan dipaksakan bekerja nanti bisa bahaya" ucap Ganendra
Gadis itu kaget, mendengar ada seseorang dirumah yang biasanya tak berpenghuni itu.
Ia segera menoleh ke arah suara itu, dan ia bertambah kaget karena yang ia lihat adalah pria yang tadi di tabraknya.
"yang mulia kenapa ada disini?" tanya dayang itu
"hmmm, jadi kau gadis yang menabrakku tadi" ucap Ganendra
"iya yang mulia sekali lagi aku minta maaf" ucap gadis itu
"wajah mu pucat sekali, istirahat saja dulu tidak usah bekerja, aku akan memberi cuti untukmu supaya kamu bisa berobat" ucap Ganendra
"iya tuan, tapi aku tidak bisa izin bekerja atau mengambil cuti" kata dayang itu
"karena aku bukan dayang sebenarnya, aku cuma menggantikan kakakku yang juga sedang sakit, supaya ia tetap mendapatkan gaji bulanannya. Sebab kalau ia tidak bekerja maka tidak ada pemasukan untuk keluarga kami. Jadi nanti kami makan apa kalau tidak ada yang memberi kami uang, makanya aku berinisiatif menggantikan kakaku walaupun sekarang aku juga sedang sakit karena tertular kakaku" ucap dayang itu.
Ganendra segera mendekati gadis itu dan menyentuh keningnya.
"badanmu panas sekali, sudah istirahat sana!, tidurlah di kamar tamu. Kalau kamu sudah baikan kau boleh pulang" ucap Ganendra
Gadis itu mengangguk, dan segera membalikkan badannya melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu. Tapi baru beberapa langkah saja, tubuhnya sudah ambruk ke lantai.
***brughhh!!!
Ganendra kemudian berlari kearahnya dan segera membopongnya menuju ke kamar tamu.
" hmmm, dia benar-benar butuh perawatan sekarang, ini bukan batuk biasa" ucap Ganendra sambil mengecek denyut nadi gadis itu
Ia kemudian membawa gadis itu keluar dari rumahnya menuju ke mobilnya.
"siapa dia?" tanya Lambang ketika Ganendra melintas didepannya
"cepat bantu aku !!" sahut Ganendra
Lambang segera berlari mengikuti Ganendra dan membukakan pintu mobil untuknya.
"tunggu disini, aku akan berpamitan pada Romo dulu" ucap Ganendra
__ADS_1
Lambang hanya mengangguk dan menunggu Ganendra di dalam mobil.
Sementara Ganendra segera menemui ayahnya
"maaf Romo, sepertinya saya tidak bisa mengikuti acara ini sampai selesai, karena harus membawa seorang dayang ke rumah sakit" ucap Ganendra
"iya nak, Romo berterima kasih padamu karena kau begitu peduli terhadap para abdi dalem keraton, sekarang pergilah dan kabari Romo kalau perlu sesuatu" ucap Panji Aryowinangun
"baik Romo....saya permisi dulu" ucap Ganendra
"papah!!!" teriak Bagas sambil mendekati Ganendra
"ada apa sayang?" tanya Ganendra
"papa, kemana tadi aku cali tidak ada?" tanya Bagas
"maaf sayang papah tidak bisa main dengan kamu dulu ya, karena papah harus menolong seseorang" jawab Ganendra
"ok pah, tapi janji ya besok halus main sama bagas disini" ucap Bagas
" baik pangeran kecilku" sahut Ganendra sbil mengacak-acak rambut Bagas
"dadah papah!!" ucap Bagas sambil melambaikan tangannya
"dadah!!" sahut Gaga
Ia segera masuk kedalam mobil dan melesatkannya menuju ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, Lambang dan Ganendra segera membawa gadis itu ke ruang UGD. Beberapa orang perawat segera membantu keduanya.
"panggilkan dokter jaga sekarang!!" perintah Gaga
Seorang perawat segera berlari untuk memanggil dokter jaga. Beberapa menit kemudian seorang dokter tiba di ruang UGD dan segera memeriksa dayang itu.
"bagaimana keadaannya?" tanya Gaga
"dia kritis, sepertinya dia tertular TBC, kita harus memindahkan dia ke ruang perawatan dan segera melakukan CT SCAN, untuk memastikan lagi ia benar-benar terkena TBC atau tidak " ucap Heri
"ok, segera lakukan yang terbaik untuknya" ucap Ganendra
"tapi siapa yang akan menanggung biaya pengobatannya?" tanya Heri
"aku yang akan menanggung semuanya" ucap Gaga
"sepertinya kamu sangat peduli padanya, apa dia kekasihmu?" tanya Heri
"apa kita harus peduli hanya dengan kekasih kita saja, atau keluarga kita saja?" Gaga balik bertanya
"iya tidak juga sih, cuma aku penasaran saja kenapa kau begitu peduli dengannya" sahut dokter Heri
"apa selama ini kau melihatku hanya peduli dengannya saja?" tanya Gaga
"iya aku tahu, kamu selalu peduli kepada semua orang apalagi orang yang kurang mampu" jawab dokter Heri
__ADS_1
" nah kalau sudah tahu jawabannya, cepatlah lakukan tindakan!!" ucap Gaga