
Pukul 19.30 Lulu sudah bersiap-siap menunggu Damar didepan rumahnya.
Sebuah mobil SUV warna putih berhenti didepannya.
Damar turun dan tersenyum padanya.
"kamu cantik sekali malam ini " kata Damar sambil berjalan mendekatinya
" terima kasih atas pujiannya" kata Lulu tersipu malu
Damar segera membukakan pintu untuknya.
"terima kasih"
"sama-sama"
Damar segera melajukan mobilnya menuju dengan kecepatan sedang tak ada pembicaraan selama perjalanan, keduanya hanya terdiam menahan perasaan masing-masing.
Sesampainya disana Damar mengakak Lulu ketempat yang sudah ia booking.
"kamu mau makan apa?" tanya Damar
"samain aja sama kamu" jawab Lulu
"baiklah kalau begitu" ucap Damar
Ia kemudian memanggil seorang pelayan dan memberikan catatan pesanannya.
Tak berapa lama dua orang pelayan membawa pesanannya.
"terima kasih" ucap Damar
"ayo dimakan, gak enak kalau dingin" ucap Damar
Lulu segera memakan makanan dihadapannya.
"apa makanannya enak?" tanya Damar
"enak banget!!" jawab Lulu sambil mengacungkan jempolnya
"syukurlah kalau kau suka" kata Damar sambil terus menatap Lulu intens
"kamu kenapa gak makan?" tanya Lulu
"melihatmu makan aku jadi teringat seseorang" kata Damar
"siapa?" tanya Lulu
"permaisuri ku, tapi sayangnya dia sudah meninggal tiga tahun lalu" ucap Damar
**uhuuk!!!
Mendengar jawaban Damar seketika tenggorokan Lulu seakan tercekik hingga membuatnya tersedak.
"kau tidak apa-apa?" tanya Damar sambil memberikan segelas air putih padanya
"gak papa, aku cuma tersedak saja" jawab Lulu dengan nafas yang terengah-engah
"makannya kalau makan pelan-pelan" ucap Damar sambil mengusap kepalanya
"maaf ya tadi bukan maksud aku untuk mengingatkan mu pada istrimu" kata Lulu
"tidak masalah, aku memang selalu mengingatnya dan tak akan melupakannya" jawab Damar Langit
"beruntung sekali istrimu, aku jadi iri" ucap Lulu
***dreet...dreet
__ADS_1
Damar segera mengangkat ponselnya.
"halo" sapa Damar
",,,,,,,,,,,,,,"
"baiklah Romo akan membelikannya untukmu setelah selesai menemui temen romo ya" ucap Damar yang kemudian mematikan ponselnya
"siapa?" tanya Lulu penasaran
"Ayu, anaku dia minta aku membelikan boneka hello Kitty untuk kado ulang tahunnya" ucap Damar
"ternyata dia sudah punya anak" batin Lulu sedih"
"kamu kenapa kok sedih?" tanya Damar
"ah, tidak papa cuma teringat Bagas aja apa sudah tidur atau belum" sahut Lulu
"boleh aku minta tolong pilihkan boneka hello Kitty untuk putriku?" pinta Damar
"iya bisa" jawab Lulu
"terima kasih, kamu benar-benar baik Nu" puji Damar
"biasa aja" jawab Lulu
"eh ngomong-ngomong apa istrimu tahu kalau kau sedang makan malam dengan ku, aku takut dia marah lagi dan salah paham lagi" kata Lulu
"hahaha!!" bukannya menjawab pertanyaan dari Lulu Damar justru menertawakannya
"kok ketawa sih, memangnya ada yang lucu?. tanya Lulu
"ya lucu lah, mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa marah " jawab Damar
"maksud aku itu ibunya Ayu, kan dia masih hidup, aku takut dia cemburu padaku" ucap Lulu
"tentu saja tidak, dia tidak akan pernah marah padamu" 'balas Damar Langi
"yaudah sekarang kita pergi cari boneka buat Ayu sebelum tokonya tutup" kata Damar
Mereka kemudian meninggalkan kafe itu menuju kesebuah toko boneka.
Lulu segera memilihkan boneka Hello Kitty untuk Ayu.
"ni bagus, Ayu pasti suka" ucap Lulu
"iya, kamu ternyata pinter milih ya" ucap Damar
Setelah selesai membungkus kado buat Ayu Damar segera mengantar Lulu pulang kerumahnya.
***dreet...dreet
"iya bu, ada apa?" tanya Lulu
"kamu harus segera pulang Lu, Bagas badannya panas banget" kata Ayumi
"iya nih juga lagi dijalan bentar lagi nyampe kok" jawab Lulu
"yaudah ibu tunggu dirumah ya" kata Ayumi yang kemudian memutuskan panggilannya
"kamu bisa ngebut gak?" tanya Lulu
"bisa dong, emangnya ada apa?" tanya Damar
"Bagas demam, aku harus segera membawanya ke dokter" kata Lulu panik
"baiklah, kamu pegangan ya,!!" kata Damar yang melajukan mobilnya dengan kencang
__ADS_1
***ciiit!!!
Mobil Damar berhenti didepan rumah Lulu, dan Lulu segera berlari masuk kedalam rumah.
Dia langsung menuju kamarnya dan mengecek kondisi putranya.
"ya ampun panas sekali" ucap Lulu setelah menyentuh keningnya
"sudah ibu kompres tapi panasnya tak turun-turun juga" ucap Ayumi
"mendingan kita periksakan ke dokter sekarang" kata Damar sambil menggendong tubuh Bagas
Lulu segera mengikutinya.
sesampainya disebuah klinik Damar segera membaringkan tubuh Bagas diatas brankar.
"panasnya dari kapan bu?" tanya dokter
"belum lama dok baru sekitar empat jam an" jawab Lulu
"oh, kita perlu cek darah dulu, takutnya abak ibu terkena DBD atau typus" jawab dokter
Lulu kemudian menunggu diluar ruang pemeriksaan ditemani Damar.
"kamu tidak usah panik, insya Allah Bagas akan segera sembuh" Damar mencoba menenangkan Lulu
Tapi Lulu tak dapat menyembunyikan kepanikannya, bahkan ia sampai menangis karena takut terjadi sesuatu dengan putranya.
"sudah jangan nangis, Bagas pasti sembuh " ucap Damar sambil memeluknya
"ternyata begini rasanya jadi ibu, bahkan ketika anaknya sakit ia malah merasa yang lebih sakit, dan kalau bisa penyakit itu dipindah ia ingin memindahkan penyakit anaknya padanya, maafkan aku ibu aku baru sadar kalau aku sering menyakitimu" batin Lulu yang masih terisak dipelukan Damar
Setidaknya rasa khawatirnya sedikit berkurang dengan adanya Damar disampingnya.
"makasih yang mulia karena sudah mau menemaniku mengantarkan Bagas ke klinik" ucap Lulu saat Damar mengantarnya pulang
"jangan sungkan kalau kau butuh bantuanku telpon saja aku" kata Damar
"iya"
"oh iya ini hadiah buat little prince Bagas" kata Damar sambil menyodorkan sebuah paper bag pada Lulu
"terima kasih banyak, kau sudah banyak membantu hari ini masih kasih hadiah lagi, aku tak tau harus membalasnya dengan apa" ucap Lulu
"tidak perlu, melihatmu tersenyum itu sudah cukup bagiku" ucap Damar
"sudah cukup Damar jangan ucapkan itu lagi, aku bisa meleleh kalau kau terus memujiku" batin Lulu
Lulu hanya tersenyum mendengar ucapan Damar.
"yaudah aku pulang dulu, jangan lupa kabari aku jika terjadi sesuatu terhadap kembaranku Bagas ya" ucap Damar
"baik yang mulia" jawab Lulu
"panggil saja aku Damar, tidak usah terlalu formal" ucap Damar
"iya Damar" ucap Lulu
"nah gitu kan enak kedengarannya" sahut Damar sambil tersenyum
Ia kemudian melambaikan tangannya dan meninggalkan rumah Lulu
Pagi harinya Lulu dibuat panik karena kondisi Bagas belum juga membaik, demamnya masih tinggi.
Ia kemudian buru-buru menghubungi Rama.
"ka Bagas demam tinggi dari semalam gak turun-turun, gimana nih, padahal aku sudah memeriksakannya ke klinik semalam" kata Lulu
__ADS_1
"bawa dia ke rumah sakit tempatku bekerja, aku yang akan memeriksa nya" jawab Rama
"baik ka, aku akan kesana sekarang" jawab Lulu