
Minggu pagi yang cerah, Damar dan Lulu masih terlelap walaupun cahaya mentari sudah menyusup masuk kedalam kamarnya. Beruntung hari ini adalah hari libur sekolah, sehingga Lulu bisa bernafas lega karena tak perlu malu karena banyaknya ****** yang ada dilehernya.
Lulu mulai mengerjapkan matanya, Ia duduk disamping tempat tidurnya menatap kearah jam dinding.
"hoaaamm!! "
Dreeet... dreeet... dreeet!!
Lulu melihat ponsel Damar yang terus bergetar, ia kemudian mengambilnya.
"telpon dari nenek" kata Lulu mengernyitkan dahinya
Ia segera memberikan ponselnya kepada Damar yang mulai membuka matanya.
"apa kau baru bangun yang mulia" kata nenek diujung telepon
"iya nek, ada apa nenek menelpon sepagi ini" jawab Damar
"kau bilang masih pagi!, coba kau lihat keluar yang mulia, apa kau masih akan bilang kalau sekarang masih pagi! " kata Nenek dengan Nada tinggi
" maafkan Damar nek, saya baru bangun jadi saya kira sekarang masih pagi" jawab Damar
"kemasi barang-barangmu sekarang !!" titah Sri Welas Asih
"baik nek" jawab Damar yang menyungutkan wajahnya
Damar segera bangkit dan berjalan kearah kamar mandi, tak berapa lama ia sudah kembali dengan wajahnya yang begitu segar, dan rambut yang basah. Membuat dada Lulu berdesir kala menatap wajah tampannya.
Ia kemudian segera masuk kekamar mandi bergantian dengan Damar.
Setelah selesai mandi, Lulu segera berganti baju dan membantu Damar mempersiapkan barang-barangnya yang akan dibawa kerumah nenek Welas.
Setelah sarapan mereka segera berangkat menuju kepaviliun Sri Welas Asih.
Setibanya disana mereka disambut oleh Sri Welas Asih yang merupakan nenek Damar Langit. Meskipun usianya sudah menginjak tujuh puluh tahun ia masih terlihat gagah dan cantik.
Ia segera mengantar Lulu dan Damar kekamarnya masing-masing.
__ADS_1
"ini kamar anda yang mulia" kata Welas Asih
Lulu segera masuk dan meletakan barang-barangnya didalam kamar namun Nenek Welas segera mengambil barang-barangnya kembali. Lulu merasa heran dengan aturan dari nenek Welas yang melarangnya tidur sekamar dengan Damar.
"kamar anda bukan disini nona" kata nenek Welas
"kenapa kami harus tidur terpisah nek? " tanya Damar
"mulai sekarang kalian memang tak boleh tidur sekamar lagi, ingat kalian masih sekolah, aku tidak ingin menantu kerajaan hamil saat masih duduk dibangku SMA, kalian boleh bersama lagi ketika telah Lulus SMA " Kata Nenek Welas
"tapi nek, Damar bisa menjamin Lulu tidak akan hamil sampai lulus SMA" jawab Damar
"tidak bisa!!, ingat kau harus mematuhi perintahku" kata Nenek Welas Yang pergi meninggalkan dirinya
Damar tak suka menerima perlakuannya nenek Welas yang menyuruhnya untuk tidak tidur sekamar dengan Lulu, yang begitu menyiksanya.
Lulu mengikuti Nenek Welas yang mengantarnya kekamar barunya. Ia segera meletakan barang-barang miliknya ketika telah sampai diruangan yang tidak jauh dari ruangan nenek Welas.
"cih, bahkan kamarnyapun sengaja diatur dekat dengannya" kata Damar dalam hati
Nenek Welas kemudian memanggil cucunya yang lain yang bernama Tamawijaya.
"ada apa nenek memanggilku" tanya Tamawijaya
"sekarang kau harus bersiap-siap untuk menggantikan posisi ayahmu, seperti Damar yang juga akan segera mengganti posisi ayahnya sebagai seorang raja" kata Welas Asih
"baik nenek, aku akan bersedia menggantikan posisi ayah " jawab Tamawijaya mantap
"baiklah, jika Danar mengabdikan dirinya kepada Raja Panji Aryowinangun, maka kau juga akan mengabdikan dirimu untuk Damar Langit" kata Nenek Welas menjelaskan
" baik nek" jawab Tamawijaya
"bagus, tugasmu adalah mengawal Lulu istri dari Damar Langit, karena kalian satu kelas pasti akan lebih mudah bagimu untuk mengawasinya? " jelas nenek Welas Asih
"baik nenek, akan Tama Laksanakan semua perintah nenek" Jawab Tamawijaya
"kau memang anak yang penurut sama seperti ayahmu Danar Gumilang" kata nenek Welas yang kemudian menyuruhnya pergi
__ADS_1
Damar masih terlihat kesal dengan keputusan dari nenek Welas, Ia bahkan tak mau bertemu dengannya. Welas Asih meminta dayang istana untuk memanggil Damar untuk menemuinya.
"ingat Damar jangan sampai kau terlalu bergantung kepadanya, karena harta tahta dan wanita akan bisa menghancurkan dirimu didunia ini, untuk itu kau harus bisa tidak tergantung kepada mereka " kata Nenek Welas dibibir pintu kamar Damar
"mulai besok kau juga sudah harus mendampingi ayahmu bekerja, kau harus belajar bagaimana menjadi seorang raja, karena tak lama lagi, kau juga akan dilantik menjadi Raja Kasepuhan Arjowinangun setelah Lulus SMA" kata Nenek Welas menambahkan
"inilah yang paling aku tidak sukai!!" Kata Damar sambil memukulkan tangannya kedinding tembok.
"aku pasti tak bisa berdekatan denganmu lagi Lu" kata Damar sedih
Malam hari telah tiba dayang istana memanggil Damar dan Lulu untuk makan malam bersama dengan Nenek.
Lulu segera bergegas menuju keruang makan diikuti Damar dibelakangnya.
Suasana dimeja makanpun terasa hening tak ada seorangpun yang berani bersuara disana.
Selesai makan malam Lulu segera kembali kekamarnya. Ia kaget ketika Damar tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"mungkin nanti kita akan jarang melakukan ini, maka biarkan aku memelukmu sebelum aku tak punya waktu untuk bisa memelukmu " kata Damar yang terus memeluknya sambil menciumi leher dan telinganya.
"Damar!! " teriak Nenek welas yang berjalan mendekati mereka.
"cepat masuk kekamarmu dan jangan jadi laki-laki yang cengeng" kata nenek Welas memisahkan mereka berdua
Lulu segera masuk kekamarnya tanpa sempat menoleh kearah Damar Langit, karena takut dengan Nenek Welas yang begitu disiplin dan menakutkan.
Malam berganti pagi, Lulu segera bersiap-siap pergi kesekolah. Lulu tak melihat Damar yang sudah terlebih dahulu berangkat kesekolah diantar oleh Paman Danar. Sementara dia pergi bersekolah dengan Tamawijaya.
"apa kita tidak menunggu Damar" kata Lulu ketika Tamawijaya mulai melajukan mobilya.
"yang mulia sudah berangkat dari pagi" jawab Tamawijaya
"oh, kok dia tidak menungguku" kata Lulu cemas
"Dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum pergi kesekolah " jawab Tamawijaya
"dan mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemputmu kesekolah" kata Tamawijaya
__ADS_1