ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 97 # Pilihan yang sulit part 3


__ADS_3

Panji Aryowinangun membawa Damar menemui para tetua diruang aula kerajaan.


Sesampainya disana Damar juga melihat Ganendra dan Arkadewi yang sudah berada disana.


Rapat segera dimulai ketika yang mulia raja sudah hadir disana.


Sebelum memulai rapat terlebih dahulu dewan penasehat tetua menyalakan televisi, mereka melihat berita terbaru tentang demo besar-besaran hari ini.


"demo hari ini sudah memakan korban, tiga orang meninggal dan sepuluh orang luka-luka, bahkan ada yang sampai membawa bom segala, benar-benar hari yang kacau" kata ketua dewan penasehat tetua


"saya serahkan semua keputusan pada tetua" kata Panji Aryowinangun


"baiklah sepertinya kita harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum banyak korban berjatuhan" kata salah seorang tetua


"benar sekali tetua" kata Panji Aryowinangun


"baiklah sekarang kita voting siapa yang berhak menjadi putra mahkota, untuk menggantikan Panji Aryowinangun sebagai seorang raja dikemudian hari" kata ketua dewan membuka acara itu


Satu persatu dari mereka menulis nama kandidat yang sudah ditetapkan yaitu Damar dan Ganendra.


Setelah acara voting selesai tiba saatnya penghitungan suara, siapa yang akan menjadu pemenang voting.


Semuanya tampak tegang ketika satu-persatu kertas suara dibacakan. Damar hanya menghela nafas panjang ketika ia hanya mendapatkan lima suara dari tiga puluh orang yang hadir disana.


Damar kemudian berjalan mendekati Ganendra dan memeluknya.


"selamat kak, aku tahu kamulah yang tepat untuk menggantikan Romo, aku yakin kaka juga bisa menjadi pemimpin yang akan membawa keraton kita lebih baik lagi dan juga membuat kota Jogjakarta lebih maju dibawah kepemimpinan kaka" bisik Damar


"tidak dimas, kaulah yang terbaik, kau akan tetap menjadi putra mahkota, karena aku akan kembali ke Inggris" jawab Ganendra


" jangan pergi ka, kalau kau pergi maka kekacauan akan bertambah lagi" ucap Damar


"benar apa yang diucapkan oleh Damar, saat ini hanya kamu yang bisa meredam kekacauan ini, aku yakin padamu, kau akan mampu mengatasi semua ini" kata Panji Aryowinangun sambil merangkul keduanya


Arkadewi tersenyum puas melihat apa yang diucapkan Panji Aryowinangun, ia merasa usahanya tidak sia-sia untuk merebut posisi putra mahkota.


" kita harus segera mengadakan konferensi pers, untuk meredam kekacauan yang sudah melanda dimana-mana" kata Panji Aryowinangun


"betul sekali kang mas, baiklah aku akan mempersiapkan segalanya" kata Danar Gumilang yang kemudian pergi meninggalkan Aula


Setengah jam kemudian Panji Aryowinangun bersama Danar Gumilang dan beberapa orang perwakilan dari para tetua mengadakan konferensi pers.


Benar saja seperti sebuah komando, satu jam setelah konfrensi pers berakhir, demo-demo yang terjadi di beberapa tempat mulai berhenti.


************


Damar kembali kerumah nenek Welas dengan langkah penuh semangat.


"kau sudah kembali yang mulia" ucap nenek Welas


"iya nek, tapi Damar minta maaf karena tak bisa memenuhi keinginan nenek untuk menjadi pengganti Romo" kata Damar sambil memeluk neneknya

__ADS_1


"seorang raja sejati bukanlah seorang yang hanya duduk di singgasana saja, melainkan orang yang mau merelakan egonya demi rakyatnya, walaupun kau bukanlah seorang raja tapi kaulah raja sejati itu cucuku" kata nenek Welas menyemangati Damar


"terima kasih nek" kata Damar


"sekarang istirahatlah!" perintah nenek Welas


"Lulu dimana nek?" tanya Damar


"ia ada dikamarnya" jawab Welas Asih


Damar segera berjalan menuju kamar Lulu.


"kamu sudah pulang sayang?" sapa Lulu


"iya, aku pulang" kata Damar yang langsung memeluk istrinya


"kamu capek ya, mau aku masakin sesuatu?" tanya Lulu


"tidak usah sayang, aku cuma butuh kamu saat ini" kata Damar


"yaudah kamu mau apa?" tanya Lulu sambil melepaskan pelukannya


Damar kemudian berbaring dipangkuan Lulu, dan Lulu kemudian mengusap lembut rambutnya.


"tidurlah sayang kalau kamu lelah, aku akan menemanimu, atau kalau kamu mau menangis menangislah aku akan merahasiakan nya dari siapapun, kalau kamu mau mengeluh mengeluhlah aku akan mendengarkan semuanya" kata Lulu sambil mengusap lembut kepalanya


Tanpa disadari kristal bening mulai membasahi pipi Damar langit, ia menagis dipangkuan Lulu. Lulu yang tak kuasa melihat kesedihan suaminya segera memeluknya.


Damar terus menangis sesenggukan dipelukan Lulu.


"aku sudah kalah sayang, aku tak bisa menjadi kebanggaan romo dan ibu" kata Damar sambil terisak


"tidak sayang, kamu tidak kalah. Justru kamulah pemenangnya karena kamu melakukan semua ini demi kebaikan warga Jogja semua, aku yakin Romo dan Ibu pasti bangga dengan keputusanmu sayang" kata Lulu yang juga mulai menitikan air mata


Nenek Welas yang melihat keduanya juga ikut menagis dari balik pintu.


"aku bangga denganmu Damar, aku yakin kamu akan menjadi seorang raja sejati suatu saat nanti" kata Welas Asih sambil meninggalkan kamar Lulu


**********


Sementara itu dikediaman Arkadewi, tampak Arkadewi bersama para tetua dan petinggi istana sedang merayakan kemenangan mereka.


"selamat yang mulia, akhirnya semua usaha kita tidak sia-sia" kata salah seorang dari mereka


"tentu saja, semua ini tidak akan pernah berhasil tanpa bantuan dari kalian semua, sekali lagi saya ucapkan terimakasih" kata Arkadewi


"sama-sama yang mulia, dan malam ini mari kita rayakan kemenangan kita" kata salah seorang dari mereka


"mari bersulang!!"


"cheers!!"

__ADS_1


"hahaha!!"


Semuanya tertawa bahagia menyambut kemenangan Arkadewi.


***************


Panji Aryowinangun dan Danar Gumilang masih duduk berdua diruangan pribadi Panji Aryowinangun.


"bagaimana sekarang dimas, apa ada yang akan kau sampaikan lagi?" tanya Panji Aryowinangun


"semuanya sudah berjalan sesuai rencana kang mas, kita tinggal mengikuti alurnya saja, aku yakin setelah semua kekacauan ini mereda, warga Jogjakarta akan kembali berpikir jernih, dan mereka akan tahu siapa raja yang pantas untuk memimpin kota Jogja" kata Danar Gumilang


"apa kau yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana?" tanya Panji Aryowinangun


"aku yakin kang mas, mungkin kejadian ini hampir sama dengan kejadian di kerajaan tetangga kita dua tahun yang lalu" kata Danar Gumilang


"kang mas tidak usah pesimis aku yakin dengan kejadian hari ini akan membuat Damar lebih dewasa, begitu juga Ganendra ia akan lebih sayang kepada adiknya" kata Danar Gumilang


"iya aku juga lega, karena siapapun yang akan menjadi putra mahkota, aku tidak masalah karena aku bangga dengan kedua putraku yang sudah mulai berfikir dewasa dan saling menyayangi" kata Panji Aryowinangun


"betul kang mas" jawab Danar Gumilang


**************


#Jakarta#


"kasian Lulu, pasti dia sedang bersedih karena Damar tidak menjadi putra mahkota " kata Ryan yang sedang nobar berita terbaru


"apa kita perlu datang kesana untuk menghiburnya?" tanya Ferdan


"bener juga tuh idenya Ferdan, mumpung kita udah selesai ujiannya" ucap Alfian


"hmmm, iya juga sih, trus kapan kita jalan kesananya?" tanya Ryan


"besok aja Rey, sekalian kita kasih undangan pernikahan dari Miss Zahra buat Lulu" kata Noval


"that's good idea " jawab Alfian


"sok Inggris lo Al, padahal ujian kemarin lobjuga gak bisa jawab tuh kalau gak dikasih contekan sama Ferdan, hahaha" kata Ryan sambil tertawa


"bodo amatlah !, yang penting gue udah lulus sekarang" kata Alfian


"lulus dari mana bro, pengumuman aja belom" jawab Noval


"udah pasti itumah" jawab Alfian penuh percaya diri


"dasar kepedean emang, hahaha" kata Icha


"yaudah lo sekarang kabarin Ayu sama ibunya, kali aja mereka juga mau ikut je Jogja" kata Ryan pada Ferdan


"ok, gue cabut dulu ya" ucap Ferdan berpamitan

__ADS_1


"yoi, hati-hati bro!!" jawab Noval


__ADS_2