
Tama segera mekesatkan mobilnya menuju keistana dengan kecepatan tinggi, sudah hampir tiga jam Lulu keluar dari istana dan sudah saatnya ia harus kembali.
Mereka tiba tepat pukul sebelas malam, dan dua orang pengawal istana sudah menyambut mereka didepan gerbang istana. Lulu segera masuk kedalam istana meninggalkan Tama.
Pagi harinya Lulu bersiap-siap untuk mengahadiri sidang perdananya. Dua orang dayang istana menjemputnya, membawanya kesebuah ruangan ruang sidang.
Ketika memasuki ruangan Ia melihat Damar yang juga hadir disana, ada gurat kekecewaan yang terpancar dari tatapannya.
Betapa ia kecewa dengan sosok Damar yang membiarkannya berjuang sendiri menyelesaikan masalahnya, tanpa ada dukungan darinya.
Ia duduk didepan sederet meja-meja para Tetua yang siap mencecarnya dengan ratusan pertanyaan.
Lulu diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi terlebih dahulu. Kemudian ia menceritakan detail tentang surat dan foto itu. Setelah selesai seorang diantara mereka memberikan beberapa pertanyaan kepadanya.
"apakah yang mulia juga mencintai pangeran Ganendra" kata Tetua istana
"aku hanya menganggapnya sebagai kaka tidak lebih" jawab Lulu
Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dan Lulu menjawabnya dengan lugas, kini bukti-bukti mulai ditunjukan oleh pihak oposisi yang menginginkan Ganendra menjadi pengganti Damar sebagai putra mahkota.
Lulu tak punya bukti kuat untuk membuktikan dirinya tak ada hubungan dengan Ganendra, ia hanya tertunduk lesu mendengar putusan hakim yang akan dibacakan.
Tiba-tiba datang seseorang menyela putusan hakim.
"tunggu! " kata Ganendra yang memasuki ruang sidang
"tulisan dalam surat itu bukan tulisan hamba yang mulia, anda seseorang yang sengaja memfitnah saya, mereka sepertinya ingin mengadu domba saya dan adik hamba Damar Langit, sebagai bukti saya juga mengajak seorang ahli Grafologi dari Universitas G " ucap Ganendra
Seseorang masuk, dan memeriksa surat dari Ganendra untuk Lulu dan mencocokannya dengan tulisan tangan Ganendra.
"dua tulisan ini memang berbeda, dan bisa saya simpulkan ditulis oleh dua orang yang berbeda pula. Surat yang pertama tipe tulisannya tebal dan kecil, sedangkan tulisan Pangeran Ganendra cenderung tipis dan kecil, jadi bisa saya simpulkan bahwa surat itu bukan tulisan pangeran Ganendra" kata Ahli Grafologi yang menjelaskan dengan detail
Lulu akhirnya bisa bernafas lega mendengar penjelasan ahli Grafologi.
Ia kemudian menatap Ganendra yang tidak jauh darinya dan melempar senyum kepadanya sambil menundukan kepalanya
Ganendra membalas senyumannya sembari menganggukan kepalanya kepada Lulu juga.
Sementara Arkadewi tampak kesal dengan keterangan yang diberikan oleh Ganendra.
"dasar anak bodoh, kenapa kamu malah mengacaukan rencanaku" batin Arkadewi
Sidangpun akhirnya selesai, dan Lulu dinyatakan tidak bersalah karena ia tak ada hubungan sama sekali dengan Ganendra.
Lulu segera mengejar Ganendra yang pergi meninggalkan ruangan persidangan bersama ahli Grafologi.
"ka tunggu! " teriak Lulu
__ADS_1
Ganendra menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Lulu.
"ka, terima kasih sudah membantu Lulu" kata Lulu sambil membungkukkan badannya
"itu sudah kewajibanku Lu, untuk membersihkan namaku juga dari tuduhan perselingkuhan itu" jawab Ganendra
"sekali lagi terima kasih, ka" kata Lulu lagi
"sama-sama, sekarang kau hanya perlu menunjukan bahwa kamu itu wanita yang cerdas, belajar yang rajin agar bisa mengerjakan ujian dengan baik, raihlah nilai sebagus-bagusnya agar kau tak dipandang sebelah mata" kata Ganendra
"baik ka, Lulu janji akan belajar dengan rajin agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan pastinya aku akan buat kaka bangga" jawab Lulu
"gadis pintar" kata Ganendra yang kemudian mengelus kepala Lulu
"kaka pamit dulu ya, sepertinya ada yang jelous dari tadi memperhatikan kita" kata Ganendra yang melihat Damar yang sedari tadi tak pernah lepas memandangi mereka
Ganendra kemudian meninggalkan Lulu.
Lulu berbalik ingin melihat reaksi Damar, namun secepat kilat Damar segera bersembunyi menghindarinya.
Lulu hanya mengangkat bahu melihat kelakuan Damar, ia kemudian menghampiri nenek yang sudah menunggunya di mobil.
"aku senang, akhirnya kau bebas juga cucuku" kata nenek sembari memeluknya
"iya nek, Lulu juga lega sekarang, cuma sepertinya masih ada masalah yang harus aku selesaikan lagi" kata Lulu
"bukan nek, tapi Sean" jawab Lulu
"sudahlah kau tak perlu mengurusnya, biar paman Danar yang akan mengurusnya" jawab nenek
Tama menghentikan mobilnya tepat didepan pintu gerbang rumah nenek, mereka kemudian turun dan masuk kedalam rumah.
Lulu kemudian langsung masuk kedalam kamarnya.
"akhirnya gue bisa kembali lagi kesini " kata Lulu sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur
Ia kemudian berguling-guling diatas kasur meluapkan rasa bahagianya.
**dreet... dreet.. dreet!!
Lulu segera mengambil ponselnya yang bergetar. Dilihatnya sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.
"selamat yang mulia, akhirnya anda bisa terbebas dari gosip murahan itu, aku ikut senang mendengarnya " isi pesan dari nomor tak dikenal
Lulu segera menghubungi nomor misterius itu, ia penasaran siapa pemgirimnya.
Berkali-kali ia mencoba menghubungi nomor itu tapi tetap tidak ada jawaban.
__ADS_1
"siapa sih sebenarnya kamu" kata Lulu kesal dan membuang ponselnya keatas kasur
Malam mulai menjelang Lulu tiba-tiba terbangun, Ia kemudian keluar kamar untuk mengambil air minum karena haus. Baru saja ia akan masuk lagi kedalam kamarnya, tiba-tiba seseorang membungkam mulutnya, ia menariknya masuk kedalam kamar.
Laki-laki itu segera mencium bibirnya dengan paksa membuat lulu reflek menginjak kakinya.
**arghhhh!!!
Ia mengerang kesakitan dan Lulu segera menyalakan lampu kamar.
"Damar!! " teriak Lulu
"maafkan aku Lu" kata Damar mendekati Lulu yang tampak kesal
Lulu yang kesal segera melangkah pergi meninggalkan Damar, namun baru saja ia melangkahkan kakinya kebibir pintu Damar segera memeluknya dari belakang, menahannya untuk tidak pergi meninggalkannya.
"maafkan aku Lu, aku tahu aku salah, tapi tolong jangan tinggalin aku Lu" kata Damar
Lulu hanya diam, ia masih merasa kesal dengan Damar yang tak mempercayainya ketika ia hendak menjelaskan kepadanya tentang hubungannya dengan Gaga.
Ia kemudian membalikan tubuh Lulu, ia segera mencium bibir mungilnya.
"apa kau sudah memaafkan aku" tanya Damar
"aku sudah memaafkan kamu, walaupun kau tak meminta maaf kepadaku" jawab Lulu
Damar tersenyum mendengar jawaban Lulu.
"terima kasih sayang" jawab Damar sambil mencium keningnya
"apa kau merindukanku?" tanya Damar
"hmmm" jawab Lulu tersipu malu
Damar kembali mencium bibir Lulu, namun Lulu segera mendorongnya.
" kenapa sayang, apa kau tidak suka?" tanya Damar
"bukan begitu, aku cuma tidak mau kamu kecewa" jawab Lulu
"memangnya ada apa?" tanyanya lagi
"aku sedang datang bulan sayang" bisik Lulu ketelinga Damar
Damar langsung lemas mendengar bisikan darinya.
"yah gagal deh " kata Damar tertunduk lesu
__ADS_1
Lulu hanya terkekeh melihat ekspresi Damar.