
Damar dan Ganendra saling menatap satu sama lain, seperti mereka sedang berkomunikasi melalui netranya.
"wuiih, keren!!!, persis adegan drama korea! " kata Ayu yang mengagetkan mereka.
Kedatangan Ayu membuat kaget kedua pangeran itu, mereka berdua langsung menoleh kearahnya.
"hai! " sapa Ayu sambil melambaikan tangannya
Lulu segera menarik tangan adiknya yang berdiri tak jauh darinya.
"sssttt! " kata Lulu
"kenapa sih mba? " jawab Ayu penasaran
"jangan berisik, udah diem aja lo" kata Lulu berbisik ketelinga Ayu
"tidak apa-apa kok Lu " kata Ganendra mulai mencairkan suasana
"kaka yang satu itu siapa mbak? " tanya Ayu kepada Lulu
"saya Gaga, kakak tiri dari Damar" jawab Ganendra sambil mengulurkan tangannya kepada Ayu
"Ayu, adiknya mbak Lulu" jawab Ayu sambil menjabat tangan Ganendra
"ciih, pencitraan sama seperti ibunya yang selalu cari muka, dasar penjilat" umpat Damar Langit dalam hatinya
"yaudah kalian lanjutin aja ngobrolnya, ayu jalan-jalan lagi" kata Ayu yang tak mau mengganggu mereka
"gue ikut!" jawab Lulu
Namun baru saja Lulu melangkahkan kakinya Damar langit langsung menarik tangannya.
"jangan pergi Lu, aku masih rindu " Kata Damar Langit
Tentu saja ucapan Damar membuat pipi Lulu memerah bagaikan kepiting rebus, ia malu bercampur bahagia.
"cie....cie... ada yang rindu" goda Ayu yang kemudian meninggalkan mereka
Sementara Ganendra tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Damar yang mampu membuatnya cemburu berat. Ia segera pergi meninggalkan Damar dan Lulu.
Damar Langit tersenyum senang karena usahanya menjauhkan Ganendra dari Lulu berhasil.
Kini hanya ada Damar dan Lulu berdua ditaman, mereka hanya saling memandang tanpa ada kata yang terucap dari bibir keduanya.
❤❤❤❤❤
Hari ini para Abdi keraton tampak sibuk memasang tarub dan bleketepe serta tuwuhan sebagai acara persiapan pernikahan Damar dan Lulu. Tampak para pengawal keraton berlalu lalang membawa berbagai peralatan untuk membantu abdi dalem keraton.
Sedangkan Lulu hanya berdiam diri dikamar ditemani Ibu Siti dan Ayu, ia sudah memulai masa pingitannya, dimana ia harus berdiam dikamar dan tak boleh menemui Damar tentunya.
__ADS_1
"ibu....bosen nih kalau disini terus, kita jalan-jalan yuk" rengek Ayu
"jalan-jalan kemana? " jawab bu Siti
"kealun-alun atau kemana gitu, masa kita ke Jogja cuma ngerem dikamar aja" kata Ayu
"yaudah, tapi bilang bapak dulu, boleh apa tidak? " jawab bu Siti
"baik, bu Ayu akan bilang bapak sekarang" kata Ayu sambil pergi meninggalkan Lulu dan ibunya
tak berapa lama Ayu sudah kembali kekamar Lulu dengan wajah sumringah.
"kata bapak boleh bu" kata Ayu
"yaudah cepetan siap-siap" perintah bu Siti
Ayu segera bergegas kekamarnya untuk bersiap-siap.
"kamu gak papa nduk, kami tinggal sendirian? " tanya bu Siti pada Lulu
"gak papa bu, kan Lulu udah biasa sendiri disini " jawan Lulu
"iya juga ya, hehehe " jawab bu Siti sambil tertawa kecil
"yaudah ibu juga siap-siap sana, kasian Ayu pasti udah gak sabar pengin pergi jalan-jalan " kata Lulu
"iya ibu ??, selamat bersenang-senang ya" kata Lulu sambil melambaikan tangannya
Bu Siti melangkahkan kakinya meninggalkan Lulu sendiri dikamar.
"boring!!! "teriak Lulu
Ayu dan orang tuanya diantar oleh pengawal istana untuk pergi jalan-jalan kealun alun-alun kota.
Lulu hanya memandangi mereka dari depan kamarnya. Dari kejauhan terlihat Arkadewi sedang memperhatikan Lulu, ia kemudian berjalan mendekatinya.
"selamat pagi Lulu? " sapa Arkadewi ramah
"selamat pagi yang mulia tante selir? " jawab Lulu
Arkadewi hanya tersenyum mendengar jawaban Lulu.
"panggil saja Bunda" kata Arkadewi
"iya Bunda" jawab Lulu
"kamu pasti bosankan karena harus menjalani pingitan? " tanya Arkadewi
"benar yang mulia... eh bunda? " jawab Lulu gugup
__ADS_1
"ayok main ke paviliun bunda, supaya tidak jenuh, nanti bunda ajari kamu menari, membuat kue dan masih banyak lagi" kata Arkadewi membujuk Lulu
"tapi apa boleh Lulu pergi, kan saya tidak boleh kemana-mana?" jawab Lulu balik bertanya
"tentu saja kalau ke paviliun bunda itu boleh, yang tidak boleh itu Lulu bertemu Damar" jawab Arkadewi sambil mencubit pipi Lulu
"baik bunda" jawab Lulu yang kemudian mengikuti Arkadewi kepaviliunnya.
Sejenak Lulu terpana dengan keindahan paviliun milik Arkadewi yang dipenuhi oleh beraneka macam bunga anggrek.
"apakah bunda sangat menyukai anggrek? " tanya Lulu
"benar sekali, apa Lulu juga suka? " jawab Arkadewi
"suka, tapi tak terlalu" jawab Lulu
Kini ia sudah masuk kedalam ruangan yang sangat mewah, berbagai foto Ganendra dan Arkadewi terpasang memenuhi dinding rumah itu.
"jadi bunda itu ibunya ka Gaga ya? " kata Lulu sambil tersenyum
"apa kau baru tau? " jawab Arkadewi
Lulu hanya mengangguk, ia tak mengira wanita cantik didepannya adalah ibu dari Ganendra.
Arkadewi mengajak Lulu kesebuah ruangan kecil terbuka disamping rumahnya, ia kemudian berganti baju dan memakai selendang. Alunan musik gamelan mengiringinya menari, ia menari dengan sangat gemulai. Lulu terpana dengan keahlian Arkadewi.
"kamu ingin belajar menarikan? " tanya Arkadewi yang menghentikan gerakannya
Lulu hanya mengangguk, Ia kemudian memakaikan selendang kepada Lulu dan mengajaknya menari.
Lulu berusaha mengikuti gerakan Arkadewi namun ia kesulitan. Arkadewi segera membantu Lulu,mengajarinya menggerakkan tangannya, melentikan jari-jemarinya dan memainkan selendangnya.
Setelah selesai menari Lulu meminta izin untuk pergi kekamar kecil.
"bunda, boleh Lulu izin kekamar kecil" tanya Lulu
"masuklah kebelakang, kamar kecil ada disamping ruang tamu" jawab Arkadewi
Lulu segera berjalan masuk mencari ruangan itu, tapi karena setiap ruangan memiliki pintu yang sama membuat Lulu kebingungan.
"pasti yang itu" kata Lulu menunjuk ruang yang tampak berbeda dengan ruang lainnya
Ia masuk kedalam kamar yang memang tak terkunci itu, dan ia kaget ketika memasuki ruangan yang dipenuhi dengan fotonya.
Ia memandangi setiap foto yang terpajang didinding kamar itu.
"siapa yang mengambil gambarku dengan diam-diam " batin Lulu
Tiba-tiba seseorang masuk kekamar itu mengagetkan Lulu yang sedang melepas satu persatu fotonya didinding.
__ADS_1