
Damar dan Lulu membantu Ganendra pulang kerumahnya.
"ok semuanya sudah rapi" kata Damar setelah membereskan tempat tidur kakanya
Lulu yang bertugas memasak masih kebingungan didapur.
"daripada aku masak nanti semuanya pada keracunan, mending aku pesen makanan dari aplikasi online" gumam Lulu
"baiklah aku pilih masakan rumahan saja agar mereka tidak curiga, hehehe" kata Lulu
"lagian kenapa dayang-dayang ditarik ke istana semua memangnya ada apa sih hari ini" kata Lulu sambil menyungutkan wajahnya
"selesai!!" aku tinggal tunggu didepan" kata Lulu setelah selesai melakukan pemesanan
Sepuluh menit kemudian Lulu melihat seorang kurir memasuki pintu gerbang membawa pesanannya.
"stop!!" teriak Lulu menghentikan driver itu, agar ia segera menmatikan mesin motornya
" wah tidak ku sangka ternyata hari ini aku mengantar makanan untuk yang mulia putri Lulu" kata driver ojol itu senang
"iyups, terima kasih ya" kata Lulu sambil mengambil pesanannya
"yang mulia boleh kita berswafoto dulu" kata driver ojol itu
"ayok" jawab Lulu
**ceklik!!, ceklik!!
"makasih ya yang mulia, ternyata benar selain cantik, anda juga sangat ramah dan baik hati " kata driver itu lagi
"thanks pujiannya" jawab Lulu
"baiklah saya permisi dulu yang mulia, jangan lupa ksih bintang lima ya" kata driver itu yang kemudian melesatkan motornya meninggalkan Lulu
"ok" jawab Lulu
Lulu segera menyajikan makanan itu di meja makan.
"fiuuh!!, akhirnya selesai juga" kata Lulu
"makanan sudah siap!!" kata Lulu menghampiri Damar dan Ganendra
"cepet banget sayang masaknya" kata Damar
"iya dong, kan udah jago sekarang, hehehe" kata Lulu
"ayo sekarang kita makan!" ajak Lulu
Mereka kemudian bergegas menuju ke meja makan.
"karena Lulu baru belajar jadi maaf ya menunya hanya seperti itu saja, hehehe" kata Lulu
"gapapa sayang asal jangan ada racunnya saja seperti kemarin " kata Damar menggoda Lulu
"ishh, kenapa sih harus mengungkit-ungkit masalah itu lagi" kata Lulu
"bercanda sayang" kata Damar
"its ok" jawab Lulu
"enak kok masakan kamu,Lu" kata Gaga
"makasih ka" jawab Lulu
"masa sih, aku juga mau coba ah" kata Damar sambil mencoba mie goreng
"iya enak, sekarang kamu beneran pintar masak sayang" puji Damar
"iya terima kasih, kalau enak tinggal bilang saja jangan sungkan, kalau mau nambah juga boleh" kata Lulu
"mulai sombongnya!!" kata Damar lirih
"apa kau bilang tadi" kata Lulu
"tidak ada sayang, cuma aku bilang aku mau nambah" kata Damar
__ADS_1
"oh begitu, kirain apa" kata Lulu
Damar yang sedang asyik menikmati mie goreng tiba-tiba mendapati sesuatu yang aneh dimulutnya.
Ia segera bergegas kekamar mandi untuk mengambilnya.
"apa ini!" kata Damar sambil mengambil sesuatu dari dalam mulutnya
"oh no!!, ini isi strapless, hmmm ...aku tahu sekarang" kata Damar sambil menyeringai
Damar kembali melanjutkan makannya.
"kamu kenapa sayang?" tanya Lulu
"ga papa cuma keselek" jawab Damar
"oh ...."
**********
"yang mulia, kita harus segera menyelesaikan kasus ini dipengadilan, agar kita bisa melaksanakan ulang upacara penobatan putra mahkota " kata penasihat kerajaan
"baik paman, aku akan membicarakan masalah ini lagi dengan Danar" jawab Panji Aryowinangun
"panggil Danar sekarang!" perintah Panji Aryowinangun kepada seorang pengawal
"baik yang mulia" jawab mereka
Beberapa menit kemudian Danar sudah datang menemui yang mulia Raja.
"ada apa kang mas memanggil ku?" tanya Danar Gumilang
"kau harus mengecek keadaan Argo Seno dan juga Arkadewi, pastikan mereka baik-baik saja, karena kasus mereka akan segera disidangkan" kata Panji Aryowinangun
"baik yang mulia, hamba akan segera mengeceknya" kata Danar Gumilang
Danar segera menuju ke ruang tahanan Argo Seno, ia melihat Argo Seno tampak sedang membaca sebuah buku.
"apa kabarmu Seno?" tanya Danar Gumilang
"syukur lah, aku senang mendengarnya, kalau begitu aku pergi dulu untuk menemui Arkadewi" kata Danar Gumilang
Danar kemudian pergi meninggalkan Argo Seno. Dia kemudian beralih ke sel Arkadewi, Danar melihat ada yang berbeda dengan Arkadewi. Ia tampak murung dan sedih.
"kau tidak perlu bersedih lagi yang mulia, Ganendra sudah sembuh dan kembali kerumahnya, kau tak perlu memikirkannya lagi" ucap Danar Gumilang
"benarkah yang kau ucapkan" kata Arkadewi
"baiklah aku akan menelponnya agar kau percaya" kata Danar sambil menghubungi Ganendra
"halo paman, ada apa?" tanya Ganendra
"ibumu ingin bicara denganmu" jawab Danar Gumilang yang kemudian memberikan ponselnya pada Arkadewi
"kau sudah sehat nak?" tanya Arkadewi
"iya ibu, aku sudah sehat, bagaimana keadaan ibu?" tanya Ganendra
"ibu baik nak" jawab Gaga
"tapi ibu terlihat kurus dan kusut " kata Gaga
"iya nak ibu terlalu mengkhawatirkanmu, tapi melihat mu sudah sehat, ibu janji akan makan yang banyak agar ibu tidak kurus lagi, ibu ingin selalu sehat agar bisa cepat keluar dari sini dan bertemu denganmu lagi sayang" kata Arkadewi sambil menitikan air mata
"iya ibu harus semangat!!, Gaga janji kalau sudah benar-benar pulih aku akan menjengukmu disana" kata Gaga
"iya nak, ibu akan menunggumu" jawab Arkadewi
"terima kasih Danar" kata Arkadewi sambil mengembalikan ponselnya
Danar kemudian kembali menemui Panji Aryowinangun
" semuanya baik kang mas, sepertinya mereka sudah siap untuk menjalani sidang" kata Danar Gumilang
"baiklah, besok akan dimulai sidang perdana mereka" jawab Panji Aryowinangun
__ADS_1
*************
Malam harinya Damar mengajak Lulu jalan-jalan.
"sudah lama kita tidak jalan-jalan kesini" kata Lulu bergelayut manja di lengan Damar
"iya sayang makanya aku membawamu kesini" jawab Damar
"hmmm, ternyata kau perhatikan juga ya" kata Lulu
"memangnya selama ini kau tidak tahu kalau aku selalu perhatian pada mu" kata Damar kesal
"iya sayang maaf ya, aku cuma bercanda, jangan marah ya?" kata Lulu sambil memeluknya
"iya, sekarang kita makan, setelah itu kita mampir ke salon kecantikan langganan keluargaku" ajak Damar
"untuk apa?" tanya Lulu
"untuk mengobati lukamu" jawab Damar
Setelah selesai makan mereka kemudian masuk kedalam mobil, dan Damar melesatkan mobilnya meninggalkan Alun-alun.
Sesampainya di sebuah pusat kecantikan Damar segera menggandeng Lulu masuk kedalam menemui seorang dokter kecantikan.
"yang mulia, silahkan masuk" sapa seorang wanita cantik kepada mereka
Wanita itu hendak melakukan cipika-cipiki kepada Damar, namun Damar segera menolaknya.
"maaf Sofi, aku sudah menikah sekarang" kata Damar menolak dengan halus
"oh maaf yang mulia" jawab Sofi menahan malu
"perkenalkan dia Lulu istriku" kata Damar memperkenalkan Lulu
"oh, aku Sofi " jawab Sofi sambil mengulurkan tangannya yang disambut oleh Lulu
"Lulu" jawab Lulu
" aku ingin kau mengobati luka lebamnya" kata Damar kepada Sofi
"baiklah yang mulia aku akan mengembalikan wajah mulus istrimu itu" jawab Sofi
"terima kasih Sofi" kata Damar
****"********
Argo Seno menemui seseorang yang mengunjunginya.
"besok adalah sidang pertama mu Seno, ingat kau harus menjaga nama baik yang mulia Arkadewi, jangan sampai salah bicara" kata laki-laki itu
"tentu saja, aku sudah berjanji untuk mengabdikan seluruh hidup ku untuknya, jadi tenang saja aku pasti akan melindunginya" jawab Argo Seno
"baiklah, aku percaya padamu, lakukanlah yang terbaik dan aku berjanji akan menjamin hidup keluarga mu" jawab laki-laki itu
Laki-laki itu kemudian pergi meninggalkan Argo Seno.
Pagi harinya sidang perdana Arkadewi digelar, semuanya sudah hadir diruangan itu, kecuali Argo Seno yang belum terlihat batang hidungnya.
Argo Seno merupakan saksi kunci dalam sidang ini, hanya ia yang bisa menunjukkan semua bukti-bukti kejahatan Arkadewi.
Maka tidak heran jika semuanya khawatir ketika ia belum juga terlihat dipersidangan saat sidang akan segera dimulai.
"jemput Argo Seno di selnya!!" titah hakim pengadilan
Lalu dua orang keluar untuk menjemput Argo Seno di selnya.
Tak berapa lama kedua pengawal kembali masuk kedalam ruang sidang dengan wajah cemas.
" mana Argo Seno, kenapa kalian tak membawanya?" tanya hakim ketua
"maaf yang mulia, Argo Seno...ia sudah meninggal!" kata seorang pengawal
"bagaimana bisa!!" kata Hakim kaget
"ia bunuh diri didalam selnya yang mulia, dan kami menemukan ini didekat mayatnya" kata seorang pengawal sambil menyerahkan secarik kertas kepada hakim ketua
__ADS_1
Mendengar ucapan pengawal itu semua yang hadir dalam ruangan itu menjadi kaget dan mendadak ruangan yang hening menjadi gaduh.