ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 79 #Percobaan pembunuhan (2)


__ADS_3

Yudha mulai membuka matanya, ia melihat Sean yang duduk disofa sambil melihat ponselnya. Ia masih terbaring lemah diatas kasur, tangannya berusaha menjangkau botol mineral diatas meja disamping ranjangnya.


"ayah diam saja, biar aku yang mengambilkan air mineral itu " kata Sean sambil memberikan botol air mineral kepadanya


Sean segera membetulkan posisi duduk ayahnya, agar ia bisa minum dengan nyaman.


"terimakasih nak" kata Yudha yang kemudian meneguk sebotol air mineral darinya


"sama-sama, ayah" jawab Sean


Seorang dokter memasuki ruangan itu, dan segera memeriksa bekas tusukan diperut Yudha.


"Lukanya cukup dalam, tapi beruntungnya tubuhmu sangat kuat sehingga akan membantu proses penyembuhan lebih cepat, tindakan yang cepat dengan membawamu kemari juga menghambat penyebaran racun dari belati itu" kata dokter


Seorang suster kemudian datang untuk menggantikan perban di perutnya.


"terimakasih sus" kata Yudha


Danar Gumilang datang menjenguknya bersama Damar langit.


" bagaimana keadaanmu kang mas?" tanya Danar Gumilang


"Alhamdulillah sudah sedikit membaik dimas" jawab Yudha


"terimakasih kasih paman sudah menyelamatkan Damar " kata Damar Langit


"itu sudah tugas paman untuk melindungi keponakannya" jawab Yudha


"sebaiknya kalian harus lebih waspada, karena penobatan putra mahkota yang tinggal menghitung hari, bisa jadi nyawa Damar sedang menjadi incaran bagi mereka yang juga menginginkan posisi itu" kata Yudha


" iya, aku merasa bersalah karena kecerobohan ku kemarin hampir saja mencelakakan nyawa Damar Langit" ucap Danar Gumilang


"motif pembunuhannya sama dengan orang yang dulu ingin membunuh Sean, mereka segera meminum racun ketika mereka gagal melaksanakan tugas mereka, sungguh cara yang biadab" ucap Sean


"berarti pelakunya adalah orang dalam istana" kata Danar Gumilang


"kau benar dimas, apa ada orang yang kau curigai ?" tanya Yudha


"aku belum berani untuk menyimpulkan siapa dalang dibalik semua ini, karena aku harus menyelidikinya dulu" ucap Danar Gumilang


"kau memang selalu berhati-hati dimas, tapi jangan terlalu lama kau menyelidikinya, karena masalah percobaan pembunuhan ini adalah masalah yang cukup serius untuk segera selesaikan" ujar Yudha


"baiklah kangmas aku permisi dulu" kata Danar berpamitan


"silahkan dimas" jawab Yudha


"apakah Arkadewi yang melakukan ini semua" batin Yudha


selepas kepergian Danar Gumilang, Yudha segera menghubungi anak buahnya.

__ADS_1


"halo Zen, segera temui aku dirumah sakit" kata Yudha menelpon anak buahnya


Beberapa menit kemudian, Dua orang memakai jas hitam datang mengunjungi Yudha .


"selamat siang tuan" sapa mereka


"hmmm, apa kau sudah mendapatkan informasi tentang belati itu" tanya Yudha


"iya tuan, sepertinya belati itu dipesan khusus dari seorang empu yang sangat terkenal di Jogja" jawab Zen


"tapi mana mungkin penjahat kelas kakap semudah itu meninggalkan jejak mereka" kata Yudha


"apa kau sudah tahu siapa orang yang memesannya" tanya Yudha lagi


"belum tuan, empu Mahesa sangat sulit untuk ditemui" jawab Zen


"baiklah lanjutkan penyelidikan kalian" titah Yudha


"baik tuan" kata Zen


"aku harus tahu siapa dalangnya, agar aku juga tahu siapa yang hendak membunuh Sean putraku dulu" kata Yudha


************


"apakah kamu sudah melaksanakan perintahku" ucap seorang misterius yang menutupi wajahnya dengan topeng


"semuanya sudah kami laksanakan sesuai perintahmu" jawab Laki-laki itu


"tunggu pembalasanku, kalian sudah membuatku sakit hati, sekaranglah saatnya kalian akan mendapatkan balasan dariku" kata orang misterius itu dengan seringai yang sangat menakutkan


"kalian sudah salah menilaiku sebagai seorang yang lemah, hahaha" kata orang misterius itu sambil melajukan mobilnya


************


Sementara itu dikediaman Arkadewi, beberapa orang pengawal istana memasuki rumah dengan berbagai macam bunga anggrek yang menghiasi setiap sudutnya.


"kenapa banyak sekali pengawal istana dirumahku" kata Arkadewi yang kaget karena banyaknya pengawal istana yang menjaga ketat rumahnya


Ia sangat kesal dan berusaha mengusir mereka.


"pergi kalian dari rumahku, atau yang mulia raja akan menghukumu!" teriak Arkadewi


"kau tidak bisa mengusir mereka yang mulia, karena aku yang menugaskan mereka untuk mematai-matai semua gerak-gerik mu" kata Danar Gumilang


"apa maksudmu melakukan ini padaku, aku akan melaporkan apa yang kamu lakukan kepada yang mulia raja" ancam Arkadewi


"silahkan yang mulia, karena aku juga melakukan ini atas perintah langsung dari beliau" ucap Danar Gumilang


"memangnya apa salahku sehingga aku harus dijaga ketat seperti seorang penjahat" kata Arkadewi

__ADS_1


"cih !, masih pura-pura merasa tak bersalah, dasar wanita iblis" batin Danar Gumilang


"kami mencurigai mu sebagi dalang dari usaha percobaan pembunuhan yang dilakukan kepada pangeran Damar Langit" kata Danar Gumilang


"oh!!, Tuhan!!, jadi kalian memfitnah aku menjadi otak pembunuhan terhadap Damar, dasar baj*ngan, beraninya kau menuduhku seperti itu Danar!" kata Arkadewi yang mencoba melemparkan semua benda yang berada dihadapannya kepada Danar Gumilang


"awasi dia, jangan sampai lengah!" perintah Danar Gumilang sambil meninggalkan kediaman Arkadewi


"baik yang mulia" jawab para pengawal serentak


"dasar wanita iblis, kau masih saja berusaha menutupi kejahatanmu" batin Danar


Arkadewi segera menghubungi Argo Seno.


"halo Seno, sebenarnya apa yang terjadi dengan Damar Langit, kenapa Danar mencurigai ku sebagai otak percobaan pembunuhan Damar Langit?" kata Arkadewi


"apa yang mulia benar - benar belum mengetahui berita itu" kata Argo Seno


"berita apa, aku benar-benar tidak tahu" kata Arkadewi mulai bingung


Kemudian Argo Seno menjelaskan perihal percobaan pembunuhan yang menimpa Damar Langit.


"sepertinya ada orang yang sengaja menjebakku" kata Arkadewi


"dia benar-benar sangat detail meninggalkan jejak yang semuanya mengarah kepadaku, dasar anj*ng tunggu pembalasan dariku" batin Arkadewi


"apa aku harus menemuimu sekarang, yang mulia?" tanya Argo Seno


"tidak perlu, bahkan kau tidak perlu datang kemari untuk beberapa waktu" kata Arkadewi


"baik yang mulia"ucap Argo Seno


"siapa yang berani bermain-main denganku!!" teriak Arkadewi kesal


"ada apa bibi, kenapa bibi terlihat sangat kesal?" tanya Candramaya


"sudahlah, kau tidak perlu tahu Maya" kata Arkadewi


"tapi kenapa banyak pengawal istana yang menjaga rumah bibi?" tanya Candramaya lagi


"mereka mencurigai ku telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Damar Langit" kata Arkadewi


"apa!!, Damar akan dibunuh!" kata Candramaya kaget


"aku harus pergi dulu bibi untuk memastikan Apakah Damar baik-baik saja" kata Candramaya


"kau tidak usah pergi Maya, Damar baik-baik saja, Yudha yang terkena sasarannya" jawab Arkadewi


"jadi paman Yudha terluka sekarang?" tanya Candramaya

__ADS_1


"benar" jawab Arkadewi


"baiklah aku akan pergi kerumah sakit untuk menjenguk paman Yudha" kata Candramaya yang kemudian pergi meninggalkan Arkadewi


__ADS_2