
Selepas Sholat dzuhur Gendis bersiap-siap untuk menemani Ganendra jalan-jalan.
Ia mulai memoles wajahnya dengan bedak tipis dan dipadu padankan dengan lipstik berwarna nude sesuai warna bibirnya.
Setelah merapikan penampilannya di cermin ia kemudian menenteng tas selempang nya menuju ke kamar Ganendra. Tapi ia harus menelan kekecewaan ketika ia masuk kedalam kamarnya dan melihat Gaga yang tertidur di ranjangnya.
"hufftt!!, katanya mau ngajak jalan tapi malah tidur!!" cibir Gendis kecewa
Gadis itu segera membalikkan badannya dan berjalan keluar meninggalkan kamar Gaga.
***Greepp!!
Belum jauh ia melangkahkan kakinya tiba-tiba Ganendra segera mengkaitkan lengannya pada lengan Gendis.
"jangan marah dong bee, aku cuma pura-pura tadi, abisnya nunggu kamu lama banget" Ganendra merajuk setelah melihat wajah cemberut Gendis
"bee??, lebah??" tanya Gendis
"bee itu sama aja artinya dengan sayang"jawab Ganendra
Gendis tersenyum mendengar jawaban dari Ganendra.
"nah gitu dong..kalau senyumkan kamu makin manis" puji Gaga
Gendis tersipu-sipu mendengar pujian dari Ganendra.
"aku gak marah kok" ucap Gendis
"terus kenapa tadi cemberut?" tanya Gaga
"ya ..kesel aja " jawab Gendis
"tuh kan...keselkan sama aja dengan marah" Ganendra melepaskan tangannya dan kemudian memalingkan wajahnya
"diih..kok jadi kamu yang marah sih?" Gendis bingung melihat Gaga yang balik marah padanya
"beneran bee, sekarang aku udah gak marah lagi sama kamu" Gendis berusaha membujuk
Sebenarnya Gaga ingin tertawa karena usahanya mengerjai Gendis berhasil, tapi ia tetap menahannya agar gadis itu tidak curiga padanya.
"apa buktinya kalau kamu gak marah sama aku" ucap Gaga
"apa yah" Gendis bingung memikirkan cara untuk membuktikannya kalau ia sudah tidak marah lagi pada Ganendra
"yaudah aku bisa kabulkan satu permintaan kamu yang penting selama permintaan itu tidak aneh-aneh dan aku bisa melakukannya pasti aku kabulkan" ucap Gendis
"ok..aku akan meminta sesuatu padamu tapi tidak sekarang" ucap Gaga
"baiklah terserah kamu saja"
"yaudah sekarang kita jalan yuk" ajak Ganendra
Gendis kemudian berjalan disampingnya.
Gaga membukakan pintu untuknya dan ia segera masuk kedalam mobil itu.
"kita makan dulu ya sebelum pergi ketempat favoritku" ucap Gaga
"iya ka"
__ADS_1
"kok gak manggil bee lagi" kata Gaga
"iya bee" jawab Gendis sambil tersenyum
"nice girl.." ucap Gaga
"ayo turun" Gaga mengajak gadis itu turun setelah memarkirkan mobilnya didepan kedai soto favoritnya
"papah!" teriak Bagas dari dalam kedai saat melihat Gaga memasuki kedai itu
Ganendra langsung melambaikan tangannya kearah Bagas. Lulu tersenyum ketika melihat Gaga datang bersama Gendis.
"cie..yang dapat gebetan baru" Goda Ryan yang juga ada disana
"wah salah tempat aku... ternyata ada banyak pengganggu disini" ucap Ganendra setelah melihat Lulu and the gengs ada di kedai itu.
"hahaha" semuanya tertawa mendengar ucapan Ganendra
"gabung aja sini ka" Damar memberikan tempat duduk untuk Gaga dan Gendis
"papah duduk deket aku aja" Bagas meminta Gaga duduk disebelahnya
Gaga akhirnya duduk disebelah Bagas sedangkan Gendis duduk disebelah Lulu.
"sepertinya aku pernah melihatmu" ucap Lulu sambil mengingat kapan pernah bertemu dengan gadis disebelahnya
"tentu saja yang mulia, saya adalah dayang istana yang bertugas di paviliun Anggrek" jawab Gendis
"oh pantes" jawab Lulu sambil tersenyum
"boleh dong kenalin ceweknya sama kita" Ryan mulai menggoda Gaga lagi
"cocok...Gendis dan Gaga " ucap Alfian
"selamat bro!!" Ferdan menyalami Ganendra diikuti Noval, Ryan dan Alfian
"bener-bener geng gesrek,!!" Ganendra merasa kesal dengan ulah Ryan dan kawan-kawannya
"hahaha" semuanya terkekeh melihat Ganendra yang mulai ngambek
"oh iya Gendis, kenalin aku Alfian yang paling keceh, yang ini babang Ferdan yang paling ganteng, yang sebelahnya babang Noval yang cute dan yang paling macho itu namanya babang Ryan atau bang Rey" Alfian memperkenalkan satu persatu teman-temannya pada Gendis
"salam kenal abang-abang semuanya saya Gendis"
"maklumin aja ya kelakuan kalau kelakuan mereka suka rada-rada lebay, tapi percaya deh mereka itu baik banget" Lulu menjelaskan karakter sahabat-sahabatnya
"iya yang mulia, saya seneng kok bisa kenal sama mereka" jawab Gendis
"uuunch... aku juga suka" ucap Ferdan manja yang diikuti gelak tawa temen-temennya
"papah tante itu siapa?" tanya Bagas
"oh itu temen papah" jawab Gaga
"ehemm!!, temen apa temen" goda Ryan
"apaan sih Rey" jawab Gaga
"udeh kalo lo demen nyatain aje, ye kagak bro" Ferdan berusaha memprofokasi Gaga supaya mengungkapkan perasaannya pada Gendis
__ADS_1
"hadeeh ... lama-lama disini bisa kebawa gesrek aku" keluh Ganendra
"kita duluan aja yuk bee" Ganendra mengajak Gendis untuk meninggalkan mereka
"jangan pergi bee...aku padamu bee" Ryan berusaha menirukan gaya bicara Ganendra didepan Gendis
"sial!!!, kenapa aku keceplosan memanggil Gendis dengan panggilan bee, hadeeh bisa abis diledekin si Rey pasti" batin Gaga
"kita pergi bareng-bareng aja ka...lagian kita juga udahan kok" ucap Lulu
"oh gitu..yaudah ayo" jawab Gaga
"memangnya kaka mau kemana?" tanya Lulu
"mau ke pantai" jawab Gaga
"ikuuut!!" teriak Lulu dan kawan-kawannya
"ups!!, kenapa keceplosan lagi" batin Gaga
"hadeh ...gagal deh romantis-romantisan sama Gendis kalau ada tim gesrek" batin Ganendra kecewa
Ganendra terpaksa pergi ke pantai bukan hanya berdua dengan Gendis saja melainkan dengan Lulu and the gengs.
"mah...Bagas mau sama papah Gaga aja ya" ucap Bagas pada Lulu
"jangan dong sayang, kasian papah Gaga juga mau seneng-seneng" ucap Lulu
"gak mau.. pokoknya mau sama papah Gaga" cicit Bagas
Damar hanya tersenyum melihat tingkah putranya.
"tidak papa yang mulia...biarkan pangeran ikut bersama kami" ucap Gendis
"maaf ya kalau merepotkan" Lulu benar-benar merasa tidak enak karena ia tahu Bagas bisa menggangu acara Gaga dan Gendis
"gak papa Lu, gak usah sungkan..lagian Bagas gak rewel kok kalau sama aku" Ganendra mencoba menenangkan Lulu
"udah biarin aja Lu, Bagas itu sama kaya lo, usiiil, hehehe" ucap Ferdan
"suee lo" jawab Lulu
"berangkat!!!" teriak Alfian
Mereka kemudian berjalan beriringan menuju ke pantai untuk refreshing.
"udah gak usah dipikirin sayang, Bagas itu tau kalau papahnya tuh pengin berduaan sama mamahnya" ucap Damar Langit
"diih mulai nih omesnya" Lulu mencubit hidung Damar
"aww!!, sakit sayang..lagian kamu juga seneng kan kalau deket-deket sama aku" goda Damar
"iya dong ..kalau aku gak seneng gak mungkin aku mau sama kamu" jawab Lulu
"tuh kan ngaku sekarang...dulu aja bilangnya gak bakal suka sama aku.." ucap Damar
"itu kan dulu sayang.. sekarang beda.." ucap Lulu
"makin gemes aku sama kamu!!" Damar berusaha mencubit pipi Lulu namun Lulu selalu berhasil menghindar
__ADS_1
"gak kena...ooii, gak kena" ledek Lulu sambil tertawa