ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 86 # Kesedihan Arkadewi


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit Ganendra segera dibawa menuju ruang UGD.


Argo Seno segera menghubungi Arkadewi untuk memberikan kabar tentang kecelakaan yang menimpa Ganendra.


"halo yang mulia" sapa Argo Seno


"hmm, ada berita apa Seno" jawab Arkadewi


" maaf yang mulia, kali ini aku gagal lagi, dan aku tidak tahu kenapa pangeran Ganendra seperti mengetahui rencana kita, ia menerobos masuk ketika Yas mulai menghunuskan belati itu kearah Damar, dan bukannya Damar yang tertusuk melainkan Gaga yang tertusuk belati itu, karena Gaga mendorong Damar sehingga Damar masih bisa selamat" kata Argo Seno


" kenapa kau selalu gagal Seno, dan kenapa putraku yang harus jadi korban!!, kau memang bodoh Seno, kau sama sekali tidak bisa diandalkan!!" teriak Arkadewi kesal bercampur sedih


"cepat kau cari penawar racun yang ku tabur diatas belati itu!" perintah Arkadewi


"jangan sampai terlambat lagi, karena sedikit saja terlambat maka Gaga bisa meninggal, laksanakan dengan benar jangan sampai gagal " perintah Arkadewi


"baik yang mulia" jawab Seno


Seno segera pergi mencari penawar racun yang tertempel di belati itu.


Sementara Arkadewi masih mencari cara agar bisa melarikan diri dari tempat itu.


"dasar baj*ngan!!, awas saja jika terjadi sesuatu dengan putraku aku akan membuat perhitungan dengan mu Yudha!!" kata Arkadewi


"Gaga bertahanlah sayang...tunggu ibu nak" kata Arkadewi yang mulai terisak memikirkan nasib yang menimpa putranya


Yudha segera membuka ruang bawah tanah tempat Arkadewi berada.


**Krieet!!


Yudha segera membuka pintu ruangan itu, ia terkejut melihat Arkadewi memegang ponselnya.


"siapa yang memberikan ponsel itu kepadanya" batin Yudha


Arkadewi menoleh ke arah Yudha yang berjalan mendekatinya.


"lepaskan aku Yudha!!, aku mau melihat putraku" kata Arkadewi


"tentu sayang, aku akan melepaskan mu sekarang, pergilah!" kata Yudha sambil membiarkan Arkadewi keluar dari ruang bawah tanah itu


Yudha segera berlari untuk mengecek kamera CCTV dikamarnya.


"Maya!!, aku sudah menduganya" kata Yudha sambil memandangi rekaman CCTV dikamarnya.


"kenapa anak itu menjadi sangat jahat, Regi dia benar-benar berbeda dengan mu" kata Yudha lirih


****************


Arkadewi segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi ia ingin segera menemui putranya.


Setibanya dirumah sakit ia melihat Damar Langit yang sedang menunggu Ganendra diruang perawatan.


"pergi kau dari sini!, aku tak sudi melihatmu ada diruangan ini" kata Arkadewi mengusir Damar Langit dari ruangan itu


Damar segera berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sedikit kecewa.

__ADS_1


Ia masih memandangi Gaga yang masih terbaring diatas ranjangnya.


Melihat suaminya bersedih Lulu segera mendekatinya.


"sudahlah sayang, mendingan kita jalan-jalan dulu, nanti malam kita kesini lagi" kata Lulu menghibur Damar yang sedang bersedih


Lulu mengajak Damar jalan-jalan disekitar Mariobo.


"kau tunggu disini ya, aku akan membelikan sesuatu untukmu" kata Lulu


Ia berlari meninggalkan Damar untuk membeli jajanan dari pedagang kaki lima tak jauh dari tempatnya berdiri.


Ia kemudian kembali menemui Damar dengan membawa beraneka ragam jajanan ditangannya.


" kau harus mencobanya, ini enak sekali" kata Lulu yang sudah memasukan satu persatu makanan kedalam mulutnya


"hmmm, yummy!! beneran enak sumpah!" kata Lulu


Damar yang melihat Lulu makan dengan lahapnya membuatnya ingin mencoba makanan itu. Ia kemudian mengambil satu dan mulai mencicipinya.


"bagaimana?, enakan?" tanya Lulu


"iya, enak" kata Damar sambil mengambil satu lagi cilok bakar yang dibawa Lulu


"ambil saja semua" kata Lulu ketika melihat Damar yang mulai menyukai makanan itu


"makasih sayang" kata Damar


"iya sama-sama, apa kamu mau telor gulung juga?" tanya Lulu


Lulu segera memberikan telor gulung kepada Damar.


"enak juga" kata Damar sambil terus menikmati makanan itu


"hihihi, kamu suka ya sayang?, kau tahu tidak, kalau pedagang itu memberikan saus yang terbuat dari ubi busuk, pepaya busuk yang diinjak-injak pake kakinya" kata Lulu menakut-nakuti Damar


Mendengar ucapan Lulu Damar langsung membuang makanan yang masih ada ditangannya, ia juga berusaha memuntahkan semua makanan yang ada di mulutnya.


"hahahaha" Lulu tertawa geli melihat ekspresi Damar yang langsung membuang semua makanan itu


"kenapa kau tertawa sayang?" tanya Damar heran


"lagian kamu baru dibohongi begitu saja sudah ketakutan seperti itu" kata Lulu


"jadi kamu bohong sayang?" tanya Damar


"iyalah, tapi kalo bener juga gak masalah kan?, lagian kan baru sekali ini kamu makan, belum berkali-kali" jawab Lulu sambil berlari menjauh dari Damar


"kamu bener-bener usil ya" kata Damar yang berlari mengejar Lulu


***********


Argo Seno segera memasuki ruangan perawatan Ganendra, ia kemudian menyerahkan penawar racunnya kepada Arkadewi.


"bagaimana cara memakainya?" tanya Arkadewi

__ADS_1


"masukan cairan itu ke saluran infus Gaga" kata Argo Seno


Arkadewi kemudian memanggil seorang suster untuk memasukan cairan itu kedalam infus Gaga.


"terima kasih sus" kata Arkadewi


"sama-sama yang mulia" jawab suster itu


Sementara itu Maya sangat senang mendengar kabar jika Ganendra menjadi korban penusukan pada acara penobatan putra mahkota.


"sekarang kau akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kau sayangi bibi" kata Candramaya


"dan aku akan pastikan Ganendra tidak akan membuka matanya untuk selama-lamanya" batin Maya


****tok! tok! tok!!


Maya segera membuka pintu kamarnya ketika terdengar seseorang mengetuknya.


"ada apa paman?" tanya Maya


"apa yang kau lakukan itu akan membahayakan nyawamu sendiri Maya" ucap Yudha


"apa maksud paman?" tanya Candramaya


"aku sudah tahu semuanya, kau yang sudah memberikan ponsel Arkadewi yang sudah ku simpan di almari bajuku, dan sekarang jika Dewi tahu kalau kamu yang menyuruh Gaga untuk menolong Damar, maka nyawamu tidak akan selamat dari kejaran Arkadewi" kata Yudha


"memang benar aku yang mengambil ponsel itu, tapi bagaimana paman yakin aku yang memberitahu kak Gaga untuk menyelamatkan Damar?" kata Maya balik bertanya


"kau tak bisa membohongi ku Maya, aku sudah lebih dulu terjun di dunia hitam jadi aku tahu pasti jalan pikiranmu" jawab Yudha


"aku tidak akan bisa melindungi mu jika suatu saat Arkadewi mengetahui semua ini" ucap Yudha sambil meninggalkan Candramaya


"kau tidak perlu repot-repot untuk melindungi ku paman, karena aku bisa menjaga diriku sendiri" batin Candramaya


**********


Yudha kemudaian memberitahukan Zen untuk mengawasi gerak-gerik Candramaya.


"awasi dia, jangan sampai lengah, aku akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Gaga" kata Yudha


"baik tuan" jawab Zen


Yudha segera melajukan mobilnya menuju kerumah sakit. Setelah ia tiba di dirumah sakit, Yudha segera menemui Arkadewi diruang perawatan Ganendra. Tapi ia kemudian mengurungkan niatnya karena melihat Panji Aryowinangun ada didalam ruangan itu bersama Arkadewi.


"mungkin aku bisa kembali lagi nanti, karena aku tak bisa mengatakan semuanya jika ada Panji disana " batin Yudha


Ia kemudian mengambil ponselnya dari saku celananya.


"hallo Danar kau ada dimana sekarang?" tanya Yudha


"aku masih ada di istana ?" jawab Danar Gumilang


"kita perlu ketemu sekarang" kata Yudha


"baiklah kita ketemu di kafe kamu saja" ucap Danar Gumilang

__ADS_1


Yudha sekarang memutar mobilnya menuju kekafe Sean yang sedang sangat ramai itu


__ADS_2