ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 120 # Menginap di Istana


__ADS_3

"jadi semuanya sudah jelaskan sekarang, dan mulai hari ini kau harus kembali lagi ke istana" kata Danar Gumilang


"iya my princess kamu tinggal lagi disini ya?" ucap Sean


Lulu segera menatap Damar yang berdiri dihadapannya, sambil merentangkan kedua tangannya, berharap Lulu datang dan memeluknya.


Ia tersenyum dan segera berlari kearahnya, Damar terlihat sumringah dengan senyum manisnya menanti Lulu yang sudah pasti memeluknya.


" come to me honey!!" gumam Damar


Tapi bukannya memeluk Damar Lulu malah memeluk Tama yang ada disampingnya.


"kangen sama Tam-tam, udah lama gak ketemu" ucap Lulu sambil memeluknya


"hmmm!!" ucap Damar


"udah jangan lama-lama" kata Damar sambil menarik Lulu


"aku juga kangen my princess" ucap Sean sambil memeluknya


"terus aku kapan dipeluknya" ucap Damar sambil menyungutkan wajahnya


"kalau kamu spesial sayang " ucap Lulu tersipu malu


"yes!!" ucap Damar yang kemudian diikuti gelak tawa dari semua yang ada disana.


"hahaha!!!"


"masa aku gak dipeluk" cicit Maya


Lulu segera memeluknya.


"jadi kamu sekarang menikah dengan Sean, May? " tanya Lulu


"ya begitulah, habis ditolak mulu sama Damar, daripada ngejomblo lama-lama mendingan aku terima aja deh lamaran Sean" jawab Maya


"tapi katanya yang menikah dengan Sean bukannya putri dari keraton Solo?" tanya Lulu


"iya, memang Romoku dari keraton Solo kalau mamah baru dari keraton Arjowinangun" ucap Maya


"oh begitu"


"yaudah kalau gitu aku pamit ya, aku gak mau ganggu. kalian pasti mau kangen-kangenan kan setelah lama berpisah" kata Maya yang kemudian mengajak Ayu dan Sean kembali ke kamarnya


Begitu juga Danar Gumilang dan Tama Wijaya berpamitan mengikuti Maya dan Sean.


Kini tinggalah Damar Lulu dan Bagas.


Bagas masih asyik bermain sendirian, sedangkan Damar mulai mendekati Lulu dan memeluknya.


"aku kangen banget sama kamu sayang" bisik Damar


"aku juga kangen sama kamu" jawab Lulu


"ehh, tapi kamu sepertinya biasa saja ketika tahu kalau aku adalah Lulu" kata Lulu


"tentu saja karena aku sudah tau duluan makanya aku gak kaget" ucap Damar

__ADS_1


"kapan?"


"waktu Bagas sakit, aku datang kerumahmu dan kau langsung lari kekamar, dan aku lebih yakin lagi ketika bagas menemukan fotomu dihapeku" jawab Damar


"ihhh, kamu jahat...kamu udah tahu tapi tidak memberitahu ku" kata Lulu sambil melepaskan pelukannya dan memukul-mukul dada bidangnya


"karena aku tahu kalaupun aku ngomong kamu pasti akan selalu mengelaknya bukan" ucap Damar


Lulu dan Damar duduk disofa sambil memperhatikan Bagas yang asyik bermain puzzle.


"jadi gimana kau bisa selamat setelah menceburkan diri ke laut?" tanya Damar


"aku juga tidak tahu yang aku ingat hanyalah aku harus hidup karena aku ingin bertemu dengan mu lagi" kata Lulu sambil menyandarkan kepalanya di bahu Damar


Damar kemudian mengusapnya dan mencium keningnya.


"asal kau tahu, aku juga sempat seperti orang gila setelah dua minggu aku mencarimu di Jepang dan hanya mendapatkan mayatmu, aku malah berfikir untuk bunuh diri agar bisa menyusulmu, untung ada paman Danar yang selalu memberiku semangat untuk terus bertahan dan keluar dari kesedihan" ucap Damar


"maafkan aku sayang aku tidak tahu kalau kau juga merasakan hal yang sama denganku" ucap Lulu


"kamu gak salah sayang" ucap Damar tersenyum padanya


Keduanya saling bertatapan cukup lama dan tersenyum.


"malam ini menginaplah disini" ucap Damar


"tapi ibu Ayumi gimana?" tanya Lulu


"telpon dia, dan bilang kalau kamu akan menginap disini karena sudah malam" ucap Damar


Lulu mengangguk dan kemudian segera menghubungi Ayumi.


Damar segera berjalan mendekatinya.


"sudah malam sayang, sekarang bagas bobo dulu ya besok main lagi" ucap Damar


"Bagas mau bobo disini, aku tidak mau pulang" ucap Bagas ketika Lulu mendekatinya


"iya kamu boleh kok tidur disini" ucap Lulu


"benelan mah" kata Bagas


"iya, tapi inget jangan ngompol ya .." ucap Lulu


" iya mah, Bagas janji gak akan ngompol lagi" ucap Bagas


"yaudah sekarang gosok gigi dulu baru bobo ya" ucap Lulu


Bagas kemudian mengikuti Lulu ke kamar mandi.


Setelah selesai gosok gigi Bagas langsung naik ke atas kasur dan melompat-lompat diatasnya.


"kasurnya empuk banget, gak kaya punya kita mah" ucap Bagas


"Bagas suka?" tanya Damar


"suka banget" jawabnya

__ADS_1


"yaudah besok papa beliin kasur kecil yang seperti punya papah untuk Bagas ya, dan mulai besok dan seterusnya sampai seterusnya Bagas akan tinggal sama papah" ucap Damar


"mamah juga?" tanya Bagas


"iya dong, bahkan omah juga akan pindah kesini" jawab Damar


"benelan mah?" Bagas memastikan


"iya sayang" jawab Lulu sambil memcium Bagas


"asyik!!!, yeaah Bagas seneng akhilnya bisa tinggal sama papah" ucap Bagas sambil memeluk Damar


"iya papah juga seneng banget bisa tinggal sama Bagas sama mamah juga" ucap Damar yang menciumi Bagas dengan gemasnya


"Bagas sayang mamah sama papah " kata Bagas sambil menciumi kedua orang tuanya


Kini ketiganya saling berpelukan melepaskan kerinduan yang telah lama terpendam, Damar kemudian mendengarkan Lulu yang bercerita tentang semua yang ia alami selama berpisah dengan Damar langit. Sehingga akhirnya Bagas terlelap di pangkuan Damar.


Lulu kemudian memindahkan Bagas ke atas Ranjang.


Damar kemudian mendekati Lulu dan mengusap rambutnya, ia kemudian mendaratkan ciumannya ke bibir ranumnya.


Damar masih menyelamkan bibirnya kedalam bibir Lulu ketika tiba-tiba Bagas menggeliat dan menggerak-gerakkan kakinya hingga mengenai wajah Damar.


**bughh!!!


"awww!!!" teriak Damar yang kemudian melepaskan ciumannya


Lulu terkekeh melihat Damar yang mengerang kesakitan.


"kok kamu tertawa sih sayang bukannya nolongin aku" ucap Damar sambil memegangi pipinya


"abis gimana sayang, Bagas kalau tidur emang kaya gitu suka muter-muter terus kalau gak nendang ya..mukul, kalau aku sih sudah biasa jadi tidak kaget lagi, dan sekarang kamu harus terbiasa dengan keadaan seperti ini, dan yang paling bar-bar hati-hati awas dikencingin, hahaha" ucap Lulu sambil tertawa


"kenapa gak pakai diapers saja" ucap Damar


"dia gak mau sayang, gak betah. pernah aku paksakan pakai tetap saja dibuka sama dia" ucap Lulu


"hadeeh bisa gagal dong rencana honey moon hari ini" kata Damar tertunduk lesu


"yaudah besok aku akan belikan Bagas kasur sendiri, biar dia gak ganggu kita" ucap Damar


"tapi apa Bagas mau tidur sendirian, kasian ah, jangan deh ya" ucap Lulu


" ya Bagas tetap tidur disini cuma beda kasur saja" ucap Damar


"yaudah kalau gitu aku setuju" jawab Lulu


"yaudah malam ini puasa dulu tidak apa-apa lah yang penting aku senang karena bisa berkumpul lagi dengan kalian" kata Damar sambil memeluk istri dan anaknya


Sepanjang malam Damar tidak bisa tidur karena Bagas yang tidak bisa diam, ia terus menggeliat kesana kemari hingga terkadang kakinya menendanginya dan tubuhnya menimpanya.


"hadeh bener yang Lulu bilang, nih anak bar-bar kalau lagi tidur, aku mending pindah ke sofa sajalah dari pada tidak bisa tidur disini" ucap Damar


Ia kemudian pindah dan membaringkan tubuhnya di sofa, ia mulai memejamkan matanya hingga akhirnya terlelap dalam indahnya mimpi.


Happy Reading buat readers semuanya...jangan lupa like, komen, love dan vote ya...supaya aku semangat buat up lagi...thanks kepada yang sudah memberikan votenya semoga berkah amiin.

__ADS_1


Love you all 😘😘😘♥️♥️


__ADS_2