
Ryan bingung melihat Alfian yang senyam-senyum sendiri di kamar.
"Kenapa tuh bocah, jangan-jangan kesambet lagi setelah pulang kerja" kata Ryan sambil mengusap kebing Alfian.
"Normal kok, gak panas" ucap Alfian.
"lo kenapa Al, kalau ada pesan-pesan terakhir katakan saja, sekalian katakan juga lo nyimpen banda lo dimana aja, biar aku gampang nyarinya, abis bingung ngeliat kondisi lo, mengerikan" ucap Ryan
"apaan sih Rey, kaya mau mati aja pake pesan-pesan terakhir segala" kata Alfian
"lagian si lo, ngapain dari tadi senyum-senyum sendiri, bikin merinding aja" sahut Ryan
"gue lagi ngereplay takbiran sama si Niken Rey" tukas Alfian
"kapan lo takbirannya, lebaran aja masih dua bulan lagi kan?" jawab Ryan
"hadeeh, maksud gue itu bukan takbiran itu" balas Alfian
"terus takbiran apalagi?" tanya Ryan
"takbiran tuh TARIK BIBIR PELAN-PELAN, hehehe " jawab Alfian sambil tertawa
"sueee!! " gerutu Ryan
************
"sayang, hari ini aku gak bisa ngantar kamu ke kampus ya, cutinya sudah habis, kamu berangkat bareng Tam-tam aja yah" ucap Damar
"kamu mau kemana?" tanya Lulu
"keluar kota sayang, cuma dua hari kok gak lama" jawab Damar
"iya jangan genit-genit kaya kemarin ya, awas aja, kalau ketahuan gak aku kasih jatah seminggu" kata Lulu
"jahat amat sayang" ucap Damar sambil memeluk Lulu dari belakang
"makanya jangan genit-genit" ucap Lulu
"iya, sekarang aku genitnya sama kamu aja" balas Damar
***tin!!...tin!!
Lulu segera melepaskan Damar yang masih bergelayut manja di pelukannya.
"sayang aku jalan dulu ya, inget pesanku" Pamit Lulu
"iya sayang, hati-hati!! jangan berantem lagi, inget jangan sampai dihukum lagi" ucap Damar
"iyuuh!!" jawab Lulu
Ia segera masuk ketika Tama membukakan pintu untuknya.
"tumben lo hari ini pake gaun kaya cewek" sindir Tama
"ni gara-gara abang lo, dia yang nyuruh gue pake gaun biar gak berantem lagi di kampus" kata Lulu
__ADS_1
"iya bener juga sih, lagian lo itu kenapa sih dari dulu sampe sekarang hobinya berantem mulu" jawab Tama
"gue berantem tuh kalau ada yang ngusik gue, kalau gak ada juga gak mungkin kan aku berantem sendirian, kaya pepatah bilang lo asyik gue santai, lu usik gue bantai" sahut Lulu
Tama kemudian menghentikan mobilnya setelah sampai di parkiran kampus.
"nanti kalau aku pulangnya lama kamu duluan aja ya Lu, soalnya hari ini aku harus gantiin pak Marin karena sedang keluar negeri" ucap Tama
"ok, bro" jawab Lulu
Tama dan Lulu kemudian berpisah setelah sampai di halaman kampus, karena kelas mereka berlawanan arah.
Lulu berjalan menyusuri selasar menuju ke kelasnya, seorang lelaki tampak mengikutinya.
**tap !, tap!, tap!!
"perasaan kaya ada yang ngikutin gue" gumam Lulu sambil menoleh kebelakang
"sepi...tapi kok sepertinya tadi ada orang dibelakangku" ucap Lulu sambil celingukan mencari seseorang
"sudahlah, palingan juga orang iseng" ucapnya sembari mempercepat langkahnya menuju ke kelasnya.
**grep!!
Tiba-tiba seseorang membungkam mulutnya dari belakang dan Lulu langsung tak sadarkan diri. Pria itu membawa Lulu pergi kesuatu tempat, ia kemudian merebahkan tubuh Lulu disebuah ranjang dan mengikat tangan dan kakinya.
Ia kemudian pergi meninggalkan ruang kerjanya dan mengunci pintunya.
Sementara itu Angger terus mengikuti gerak-gerik Felix dari kejauhan. Felix menghentikan langkahnya menuju ke kelas Ira. Karena hari masih terlalu pagi tentu saja kelas masih sepi, hanya ada Ira sendiri disana.
"Buat dia keluar dari kampus ini" kata Ira
"Baik sayang kalau itu maumu, jangan lupa aku menunggumu di ruanganku selepas kuliah, jangan lupa pakai baju yang kemarin aku beli untukmu" bisik Felix
Ia kemudian meninggalkan Ira, dan kembali ke ruangannya.
"untungnya hari ini aku tidak ada kelas sehingga bisa leluasa memberi pelajaran pada mahasiswa baru itu" batin Felix
***Krieet!!
Felix membuka ruangannya dan tersenyum kearah Lulu yang sedang berusaha membuka ikatan di tangannya.
"ternyata kau sudah bangun manis" ujar Felix sambil mendekati Lulu.
Ia kemudian membuka lakban yang menutupi mulut Lulu.
"lepasin gue!!" teriak Lulu
"ckckck!!, kenapa kau begitu galak manis, coba kau lebih menurut sedikit pasti aku akan memperlakukanmu dengan manis" ucapnya sambil mencoba membelai wajah Lulu
**cuiiih!!!
Lulu segera meludahi pria yang mencoba melecehkannya itu.
"aku sangat suka cewek liar sepertimu, yang membuat adrenalin ku semakin tertantang untuk mendapatkan dirimu" Felix mengusap ludah yang tersembur diwajahnya dengan jemarinya dan kemudian menjilatinya.
__ADS_1
"manis... seperti bibirmu yang menari-nari menggodaku untuk segera menciumnya" ucap Felix yang mendekatkan wajahnya ke arah Lulu
Lulu terus berusaha membuka tali yang mengikat tangannya.
"ayo lepas!!!, lepas!!" batin Lulu
Ia berusaha menghindar dari Felix yang berusaha menciumnya.
**awww!!!
Lulu mengerang kesakitan ketika Felix menjambak rambutnya.
"diamlah, maka aku akan memperlakukan mu dengan manis, tapi jika kau terus melawan aku tak segan-segan untuk menyakiti mu!" ancam Felix
"ciih!!, dosen cabul sepertimu tak layak mendapatkan perlakuan manis dari ku pantasnya kau mendapat pukulan dariku" jawab Lulu yang kemudian menyerang Felix dengan serudukan kepalanya hingga membuat pria itu mengerang kesakitan
**bughhh!!!
"aaarrrggghh!!"
Melihat Felix yang mulai lengah Lulu segera menggulingkan tubuhnya dan mencoba keluar dari kamar.
"hahaha!!!" Felix tertawa melihat Lulu yang terlihat seperti suster ngesot, mencoba menggerakkan badannya untuk meninggalkan ruangan itu
"kau benar-benar gadis yang tangguh, kamu membuatku semakin tertarik padamu" ucap Felix yang berusaha menggendong Lulu dan membawanya kembali ke ranjangnya.
Baru saja Felix berhasil mengangkat tubuh Lulu yang terus meronta, tiba-tiba sebuah pukulan mendarat diwajahnya.
***bughhh!!!
Lelaki itu segera menarik tubuh Lulu dan membawanya pergi dari ruangan itu.
"sialan!!, siapa yang berani-beraninya menggangu kesenanganku" Felix murka dan mencoba mengejar lelaki itu
Angger memasuki ruang gudang yang tidak jauh dari sana, ia kemudian menurunkan Lulu dan membuka ikatan ditangan dan kakinya.
"makasih ka" ucap Lulu
Dengan nafas yang masih terengah-engah Angger duduk disampingnya.
"kenapa kau bisa berurusan dengan disen cabul itu?" tanya Angger
"haruskah aku mengatakannya, kalau ini semua karena aku memergoki Ira kekasihnya di dalam toilet bersamanya" batin Lulu
"hmmm, itu karena aku memergokinya sedang bercumbu dengan Ira didalam toilet" jawab Lulu
"terus kau berpikir untuk menyebarkan berita itu pada semua anak kampus iya??" Angger balik bertanya
"tidak juga, bahkan sampai sekarang aku baru menceritakannya padamu" jawab Lulu
"baguslah, kau tidak perlu mencari masalah dengan mereka, karena percuma saja" ucap Angger
"kenapa kau tidak marah setelah tahu kekasihmu berselingkuh dengan pria lain" selidik Lulu
"aku sudah tahu dari dulu, cuma aku belum bisa memutuskan hubunganku dengan Ira, karena orang tuaku yang telah menjodohkanku dengan Ira, karena keluarganya sudah banyak membantu keluarga kami" Angger mencoba menjelaskan pada Lulu
__ADS_1