
"hentikan!! "teriak Lulu
"diem kamu anak baru, tidak usah ikut campur " kata Danis
"gue harus ikut campur karena lo udah menyakiti teman gue" kata Lulu
"*****, besar juga nyalimu " kata Danis sudah siap melayangkan pukulannya kepada Lulu
Tapi Lulu dapat menangkisnya dan kemudian ia berhasil menghajar Danis hingga tak bisa berkutik. Danis jatuh tersungkur dengan darah dibibirnya.
Danis berusaha bangkit dan melancarkan tendangannya kearah Lulu, beruntung Ia masih bisa membaca gerakannya hingga Lulu bisa mengelak dari tendangannya.
Sekarang gilirannya melancarkan tendangan kearah Danis.
*braakk!!!
Dengan sekali tendang Danis sudah jatuh terpental.
Melihat Danis jatuh tersungkur kedua temannya langsung lari membawa Danis keluar dari kelas.
"terima kasih Lulu" kata Yoga
"sama-sama " jawab lulu
Ia kembali ketempat duduknya dan merebahkan kepalanya lagi di atas meja.
"kamu gak kekantin? " tanya Yoga
"males gue" jawab lulu
"kalau kamu lapar, makan saja bekalku" kata Yoga sambil memberikan kotak bekalnya
"weewww, rejeki mah gak boleh ditolak, thanks ndut" kata Lulu senang
Kemudian ia segera melahap isi dalam kotak makan itu.
"enak banget, lo gak makan? " ucap Lulu
"aku sudah bosan, tiap hari ibuku membawakan bekal seperti itu untukku" jawab Yoga
"oh begitu, ngomong-ngomong apa kamu sering dibuli? " tanya Lulu
"setiap hari" jawab yoga
"whaat!! " kata Lulu kaget
"Danis dan rekan-rekannya biasanya membuli anak-anak dari bangsawan rendah seperti ku?" kata Yoga
__ADS_1
"maksudnya?" tanya Lulu
"kami bangsawan yang tidak memiliki kedudukan yang tinggi di keraton dan kami juga tak memiliki kekayaan yang berlimpah seperti bangsawan lainnya, kami bisa masuk sekolah ini hanya berbekal darah biru kelurga moyang kami" ucap Yoga
Lulu hanya mengangguk mendengar penjelasan Yoga sambil mengunyah makanannya.
"dan kau sekarang harus hati-hati karena sudah berurusan dengan mereka" Yoga memberi peringatan
"karena bisa jadi kau jadi sasaran bullynya kali ini" tambah yoga
"berarti yang menarik kursiku kemarin bukan kamu? " kata Lulu
"bukan, dia Lingga? " jawab Yoga
"siapa dia? " Lulu bertanya
"nanti kau juga akan bertemu dia sebentar lagi" kata Yoga
"ok, lo tenang aja, gue bisa jaga diri" jawab Lulu
***Kriiiing... kriiing... kriiing
Bel panjang berdering menandakan jam belajar sudah selesai semua siswa bergegas keluar meninggalkan sekolah.
Lulu berjalan meninggalkan kelas, seseorang tangan menariknya dengan paksa. Lulu yang kaget secara reflek langsung menghajarnya.
Sebuah pukulan menghantam perut yang Mulia pangeran Aryo Damar Langit.
"arghhhh!!! teriak pangeran Aryo kesakitan
"maaf" kata Lulu sembari membantunya berdiri
Tapi pangeran Aryo langsung menepis tangannya.
"kenapa sih jika bertemu denganmu, kau selalu saja menghajarku, apa tidak ada cara yang lain untuk menyapaku" kata pangeran Aryo kesal
"sekali lagi maaf, gue gak sengaja, kirain lo itu orang yang mau bully gue, jadi ya gitu deeh, peace??? " kata Lulu sambil tersenyum
"kalau bukan perintah Romo, saya tidak sudi mengajakmu pulang bersama" katanya sambil meninggalkan Lulu
Lulu mengikutinya dari belakang. kemudian ia berhenti didepan mobil SUV putih. Ia segera duduk disamping paman Danar.
"duduk dibelakang!!, didepan itu khusus buat saya" kata pangeran sambil menarik Lulu keluar
"huuh, dasar cowok stresss" Kata Lulu kesal
Ia lalu duduk di kursi belakang supir.
__ADS_1
"apa kak Gaga juga ikut pulang bareng ?"tanya Lulu
"dia tidak ikut nona, karena ada jam tambahan khusus kelas dua belas" jawab Danar Gumilang
"oh jadi dia kelas dua belas, kalo boleh tau Dia jurusan apa paman? " tanya Lulu
"otomotif sama sepertimu" jawab Danar Gumilang
"emhhhh, senangnya satu jurusan sama ka Gaga" kata Lulu sambil tersenyum bahagia
"dasar cewek sarap, begitu saja sudah senang!!" umpat Pangeran Aryo
"biarin wee" jawab Lulu sambil menjulurkan lidahnya.
"dasar sarap!!!! " kata Damar Langit
Paman Damar hanya terkekeh melihat Lulu dan Damar Langit yang seperti tom and jerry.
Sesampainya di istana Lulu segera bergegas kekamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya menghilangkan lelah dan penatnya.
*tok-tok
Lulu segera membuka pintu kamarnya, ia mempersilah ayahnya masuk.
"nduk, ayah akan kembali ke Jakarta, jadi ayah minta jaga sikapmu selama disini, jaga nama baik keluarga kita, jangan melakukan hal-hal bodoh" pesan Pak Joko kepada Lulu
"jadi ayah akan meninggalkan Lulu sendirian disini" kata Lulu sedih
"iya nduk, kamu harus terbiasa hidup disini tanpa ayah, karena kelak kau juga akan meninggalakan ayah" kata pak Joko sambil mengusap kepala lulu penuh kasih sayang
Lulu merasa sedih karena akan ditinggal oleh ayahnya, ia menyandarkan kepalanya dibahu pak Joko.
*********
Setelah mengantar ayahnya kebandara Lulu berniat jalan-jalan menikmati indahnya kota Jogjakarta.
"nona biarlah pengawal Hasta akan menemanimu? " kata Paman Danar
"tidak usah paman, nanti saja kalau aku akan pulang aku akan menghubungimu" kata Lulu
"tidak bisa nona, ini sudah prosedur keraton " kata Danar Gumilang
"baiklah" kata Lulu pasrah
Lulu berjalan-jalan dialun-alun Jogjakarta menikmati indahnya suasana sore hari disana.
Ia membeli sebuah lukisan untuk menghiasi kamarnya. ketika hendak pulang tiba-tiba seorang menabraknya.
__ADS_1
"brughh!!