ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 7. Surat panggilan 4


__ADS_3

Lulu segera menepis tangan Alvian yang menyentuh pipinya.


"uhhh, aku suka cewek galak kaya kamu" kata Alfian


Buggg!!!


sebuah pukulan melayang mengenai uluhati Alfian, dia langsung jatuh tersungkur.


Melihat temannya jatuh tak berdaya maka semua siswa STM MENTARI turun dari motor dan mengroyok Ferdan. Melihat kejadian itu Lulu gak bisa tinggal diam, dia memberanikan diri membantu Ferdan yang mulai kewalahan. Ferdan jatuh tersungkur dengan darah yang mulai keluar dari hidung dan mulutnya, Lulu kemudian menghampirinya, ia memeluknya sambil menangis.


"Dasar banci!!!, kalo berani jangan keroyokan!!! kata lulu berteriak menantang mereka


"untung lo cewek, coba kalo lo cowok udah gue hajar mulut lo" jawab salah seorang anak MENTARI


"emang kenapa kalo gue cewek, lawan gue kalo berani, gue gak takut sama lo semua" tantang Lulu


"kita hajar aja dia!!! " kata mereka lagi


"jangan, kita gak boleh nyakitin cewek" cegah Alfian


"pergi!!, urus tuh temen lo yang sok jagoan, dasar cabe-cabean! " kata seorang sambil meninggalkan Lulu dan Ferdan


Mendengar dirinya kalimat itu Lulu menjadi semakin marah dia mengikuti laki-laki itu dari belakang.


"Bugggg!!!!


sebuah pukulan mendarat diwajah salah seorang anak MENTARI.


"gede juga nyali lo " katanya sambil mencoba melayangkan sebuah pukulan balasan kewajah lulu.


*plakk!!


sebuah tangan kekar menangkis pukulan itu.


"Ryan! " teriak Lulu


"tenanglah kami datang" kata Ryan sambil memanggil teman-temanya.


Tampak Noval dan teman-temanya datang membantu Ferdan dan Lulu.


"good, kalian datang tepat waktu" kata Ferdan sambil mencoba untuk bangkit


"sekarang kita imbang, ayo hajar mereka!! " kata Ryan sambil berlari menyerang Anak-anak MENTARI. Pertempuran terjadi sangat sengit, mereka saling baku hantam tanpa memperdulikan satu sama lain.


Sementara warga yang menyaksikan, perkelahian itu tak dapat melerai mereka, karena mereka terlalu beringas. Seorang warga berusaha menghubungi polisi guna mencari bantuan.


Tak berapa lama suara sirine mobil polosi terdengar mendekati tempat perkelahian.


"polisi, larii!!!! " kata mereka.


Mendengar suara mobil polisi, mereka segera bubar meninggalkan area itu.


"pang, bawa Ferdan pergi buru!!" perintah Ryan

__ADS_1


"Lulu naiklah denganku, cepat!!!" perintahnya lagi


Kemudian Lulu langsung naik keatas motor Ryan, yang kemudian meluncur meninggalkan tempat perkelahian.


Dengan kecepatan maksimal, Ryan dan teman-temannya berhasil meloloskan diri dari kejaran polisi. Ryan menghentikan motornya disebuah rumah yang cukup mewah, dia membawa motornya masuk kedalam rumah itu. Dia membuka sebuah kamar dan menyuruh Lulu masuk kedalamnya.


"masuklah, dan jangan keluar sampai aku kembali" kata Ryan.


Lulu hanya mengangguk. Ryan kemudian pergi meninggalkannya sendiri, ia kemudian melajukan mobilnya mencari Ferdan dan Noval.


*Ciiiit!!!!


Dia menghentikan mobilnya tepat didepan motor Noval.


"Ferdan!!, naik!! " perintah Ryan


Ferdan segera masuk kedalam mobil, dan Ryan melemparkan sebuah baju kearah Noval.


"ganti bajumu, kalo mau selamat cepat!! " kata Ryan.


Noval segera mengambil bungkusan yang dilempar oleh Ryan, kemudian ia segera mengganti seragam sekolahnya dengan baju yang ada didalam bungkusan itu.


Mobil patroli melintas didepannya, Noval selamat tak terjaring razia karena polisi tak mengenalinya berkat baju yang diberikan oleh Ryan.


"selamat?" kata Noval sambil menyunggingkan senyumnya.


Setibanya dirumah Ryan segera membuka kamarnya, dan ia melihat Lulu tengah tertidur pulas disana.


"masuklah" kata Ryan


"tuh, lagi tidur" sambil menunjuk kearah Lulu


yang masih terlelap


"dasar, pel*r? " kata Ferdan


"sebentar lagi dokter akan datang memeriksamu? " kata Ryan


"makasih ya bro, lo yang terbaik "kata Ferdan


"udahlah jangan drama" kata Ryan


"btw, noval kemana? "tanya Ferdan


"bentar lagi juga kesini" jawab Ryan


*Ting nong, ting nong (bunyi bell rumah Ryan)


Seorang asisten rumah tangga masuk kedalam kamar Ryan.


"ada dokter Hendra didepan, mas?" kata bi Ijah


"suruh dia masuk bi " jawab Ryan

__ADS_1


"baik mas" kata bi Ijah


Kemudian Ia pergi meninggalkan Ryan, dan kembali lagi dengan didampingi oleh seorang dokter.


"siang mas Ryan ?" kata dokter Hendra


"siang dok, tolong obati luka temanku ini ya? " kata Ryan


"baik mas?" kata dokter hendra


Kemudian Ia dengan cekatan mengobati luka Ferdan.


Mendegar suara berisik, Lulu mulai membuka matanya, ia melihat teman-temannya ada diruang tamu tengah asyik menikmati cemilan sambil bersenda gurau.


"eh, lo dah bangun Lu, sini gabung" ajak Ryan


Lulu masih mencari sosok Ferdan yang tak ia lihat disana.


"lo cari siapa? " tanya Icha


"Ferdan mana? " kata Lulu


"lo kangen ama dia? " ledek Noval


"iiih, apaan sih opang" kata Lulu


"hahaaha "semua tertawa melihat lulu yang salah tingkah.


"serius, dimana dia? " tanya Lulu


"dia ketangkep lu?" kata Icha


"boong lo, tuh opang aja ada" kata Lulu


"dia di UGD" kata Ryan serius


"beneran?? "tanya Lulu coba meyakinkan


"iya" kata Ryan sedih


"iya Lu, tadi pas gue dikejar polisi, motor gue jatuh jadi Ferdan terbentur ke aspal? "kata Noval


"hiks, hiks, hiks," Lulu mulai menangis air matanya jatuh membasahi pipinya


Sementara Ferdan yang baru keluar dari toilet tampak terharu melihat Lulu yang begitu menghawatirkannya. Segera ia menghampiri Lulu yang masih menagis terisak.


"cup-cup, tayang-tayang? " ledek Ferdan


Lulu membalikan tubuhnya dan langsung memeluk Ferdan


"Ferdan, lo gapapa kan? " kata Lulu khawatir


Ferdan hanya tersenyum melihat perhatian dari Lulu.

__ADS_1


"udah belum nih kangennya" kata Ferdan meledek Lulu yang masih belum melepaskan pelukannya.


"cieeee ????" teriak teman-temannya meledek Lulu


__ADS_2