ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 122 # Bagas dan Arkadewi


__ADS_3

Damar menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Lulu, sementara Alfian dan Tama sudah duluan tiba disana.


"woii!!, akhirnya kalian bisa balikan lagi gue seneng banget bro!" ucap Alfian yang kemudian bersalaman dan memeluk Damar


"terima kasih bro atas dukungannya" ucap Damar


Lulu kemudian mengajak mereka untuk masuk kedalam rumahnya, tanpa dikomando ternyata Ayumi sudah merapikan barang-barangnya dan memasukannya ke dalam kardus.


"kok ibu udah packing semuanya?" tanya Lulu


"ibu udah ngerasa waktu kamu minta ijin nginep, pasti sesuatu terjadi pada kalian. Tidak mungkin kau mau menginap dirumah teman cowok kamu kan Lu kalau dia bukan siapa-siapa kamu?" Ayumi balik bertanya


"iya..., ibu benar" ucap Lulu sambil memeluknya


"ibu sudah lumayan mengenal sifat kamu, jadi sedikit demi sedikit ibu juga mulai bisa membaca karaktermu" kata Ayumi


"iya ibuku sayang, ibu yang paling perhatian" ucap Lulu sambil memeluk lagi


"terus rencananya kamu mau kasih tahu ibu kamu kapan Lu?" tanya Alfian


"kalau disini sudah beres semua baru Lulu akan ke Jakarta untuk mengunjungi ibu sekalian mau ngenalin Bagas " jawab Lulu


"nah gitu kan cakep Lu" sahut Alfian


Setelah selesai packing, mereka segera berangkat menuju ke Istana.


*************


Hari ini adalah hari ulang tahun Arkadewi, Rama sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk ibunya dan membawanya ke rumah sakit.


"selamat ulang tahun bu, semoga panjang umur dan ibu cepat sehat kembali dan kita bisa berkumpul lagi seperti dulu" kata Rama sambil memeluk ibunya


Arkadewi tetap diam tak bergeming, tatapannya kosong meski Rama berusaha menyuruhnya untuk meniup lilin pada kue ulang tahunnya.


Setelah selesai meniup lilin, Rama kemudian memotong kuenya dan memberikan suapan pertama padanya.


Matanya mulai meneteskan butiran embun yang mulai membasahi pipinya, ketika ia melihat tak ada perubahan pada Arkadewi.


"sampai kapan kau akan terus begini bu, aku sangat merindukanmu bu, rindu belaian mu dan juga kasih sayang mu" ucap Rama


"maafkan Gaga karena sudah membuat ibu jadi begini, hiks...hiks" ucap Rama


"sudahlah Ga, kau tidak usah menyalahkan diri mu terus, kau sudah berusaha dengan keras tiga tahun ini, tapi kalau Tuhan belum berkehendak ia sembuh, ya kita bisa apa" ucap Lambang


"ayo sekarang kita pergi dari sini, sepertinya Romo kamu akan datang sebentar lagi" kata Lambang lagi


Mereka kemudian meninggalkan ruang perawatan Arkadewi.


Tak berselang lama setelah Rama dan Lambang pergi Panji Aryowinangun datang bersama Danar Gumilang dan juga Bagas yang memaksa ikut.


" kakek, dia siapa?" tanya Bagas sambil menunjuk ke arah Arkadewi

__ADS_1


"itu omah kamu juga sayang, cuma omah lagi sakit makanya dia hanya diam " kata Panji Aryowinangun


Bagas kemudian berjalan kearah Arkadewi dan menatapnya lekat.


"halo omah cantik, aku Bagas" kata Bagas sambil melambaikan tangan padanya


"sayang omah ulang tahun loh, ayo ucapkan selamat ulang tahun padanya" kata Panji Aryowinangun


"omah, selamat ulang tahun ya, semoga panjang umul" ucap Bagas sambil menciumnya


Sepertinya mendapatkan sentuhan dari seseorang yang sangat dirindukannya, Arkadewi mulai menatap anak kecil dihadapannya.


Dia tersenyum kepada Bagas dan memeluknya.


"mamah kangen sama kamu nak" ucap Arkadewi yang mengira Bagas adalah Ganendra kecil


"wah ada kue ulang tahun di samping omah" ucap Bagas sambil menunjuk sebuah kue ulang tahun yang tergeletak disana


"omah aku mau kuenya!!" teriak Bagas sambil menarik-narik baju Arkadewi


Melihat ada sesuatu yang aneh Danar segera berlari keluar meninggalkan ruangan itu.


"Bagas mau kue, yaudah biar kakek yang potongin, kasian omahnya gak bisa motong kue sayang" ucap Panji Aryowinangun


Ia kemudian memotong kue itu dan memberikannya kepada Bagas.


" nih sayang kuenya" ucap Panji Aryowinangun sambil memberikan potongan kuenya pada Bagas


" kakek, mau?" ucap Bagas


" udah buat Bagas aja, kakek udah kenyang"


"omah mau??" tanya Bagas


Arkadewi kemudian mengangguk, dan Bagas pun segera menyuapinya.


" ternyata kedatangan Bagas membawa berkah bagi keluarga ku, buktinya Arkadewi sekarang bisa merespon orang lain dan tatapannya tidak lagi kosong" batin Panji Aryowinangun


Ia kemudian menghubungi dokter yang merawat Arkadewi untuk memberi tahukan keadaan Arkadewi.


Beberapa menit kemudian dua orang dokter datang ke ruangan itu. Mereka kemudian memeriksa kondisi Arkadewi.


" kondisinya Bagus, dan untuk kejiwaan nya sudah mulai ada perubahan, nanti sore kami akan memeriksanya lebih lanjut yang mulia" kata dokter sambil memperhatikan Bagas yang terus menyuapi Arkadewi


"sepertinya kehadiran anak kecil ini memberikan dampak yang besar pada kemajuan yang mulia Arkadewi" ucap dokter satunya


"betul dokter" jawab Panji Aryowinangun


"sering-seringlah ajak dia kemari, mungkin dengan seperti itu kondisinya akan cepat membaik " ucap dokter satunya


"baik dok, Insya Allah saya akan sering mengajaknya kemari" sahut Panji Aryowinangun

__ADS_1


" baik yang mulia, kami permisi dulu" kedua dokter itu kemudian pergi meninggalkan ruangan itu


"""""""''''''''♥️♥️♥️♥️"""""""""


Danar Gumilang masih terus mencari tahu siapa yang membawa kue ulang tahun ke ruangan perawatan Arkadewi. Karena usahanya gagal mengejar si pembawa kue misterius, maka ia kemudian mendatangi ruangan CCTV, ia ingin memastikan siapa orangnya yang sudah mengirimkan kue pada Arkadewi.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang ada dalam tayangan CCTV itu.


"Ganendra....????, dan dokter itu bukannya ia yang merawat Gaga waktu ia keracunan karena bunuh diri?" gumam Danar Gumilang


"tapi kenapa Ganendra memakai seragam dokter??" tanyanya lagi dalam hati


"apa kedua laki-laki itu bekerja disini?" tanya Danar Gumilang pada petugas yang menjaga ruangan CCTV


"benar yang mulia, itu adalah dokter Rama dokter spesialis anak dan yang satunya dokter Lambang dokter spesialis penyakit dalam" jawab lelaki itu


"apa mereka sering mengunjungi ruangan itu?" tanya Danar Gumilang lagi


" kalau dokter Rama hampir setiap hari dia mengunjungi yang mulia Arkadewi" jawab Lelaki itu


"baiklah terima kasih atas informasinya" ucap Danar Gumilang yang kemudian meninggalkan ruangan itu


Ia kemudian segera mencari ruangan praktek dokter Rama. Tak perlu menghabiskan waktu lama, Danar Gumilang sudah berhasil menemukan ruangan dokter Rama.


"satu lagi akan bertambah jumlah anggota keluarga kerajaan" ucapnya sambil menyunggingkan senyumnya


***tok...tok..tok


"masuk!!" teriak Rama


Danar Gumilang kemudian membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya.


"selamat siang dokter??" sapa Danar


"si,.....ang" jawab Rama sambil membelalakkan netranya yang kaget melihat sosok yang berdiri di hadapannya


"apa kabarmu dokter Rama Ganendra " ucap Danar Gumilang dengan tatapan tajamnya


"aku baik-baik saja, ada keperluan apa anda datang menemui ku" ucap Rama mencoba menyembunyikan ke gugupannya


"aku hanya ingin menjemput keponakan ku, Ganendra untuk kembali pulang ke istana" ucap Danar Gumilang


"disini tidak ada yang bernama Ganendra, sepertinya anda salah ruangan " ucap Rama


**plok...plok...plok !!!


Danar Gumilang memberikan tepuk tangan untuknya.


"ckckck..tidak kuvsangka akting mu begitu bagus yang mulia, hingga semua orang berhasil kau tipu dengan sandiwara kematian mu, tapi tidak untuk hari ini. Karena hari ini kau lupa meninggalkan jejak mu hingga aku terusik untuk melacak mu" ucap Danar Gumilang


"kau tak bisa mengelak lagi Gaga, selain kau harus menurut padaku dan kembalilah ke istana" semuanya sangat merindukanmu" ucap Danar Gumilang

__ADS_1


Ganendra hanya diam tak bisa menyangkal apa yang disampaikan oleh Danar Gumilang.


__ADS_2