
Candramaya merasa kesal dengan putusan para Tetua yang menyatakan bahwa Lulu tidak ada hubungan dengan Ganendra dan segera membersihkan nama baik keduanya.
Ia meluapkan kemarahannya dengan membanting semua perabotan yang ada didalam kamarnya.
"arghhhhh!!! " teriak Candramaya
Sean masuk kekamarnya dan mendekatinya.
"apa kau sudah puas melampiaskan kemarahanmu? " tanya Sean
"kenapa kamu gagal melaksanakan tugas sekecil itu" kata Candramaya kesal
"bukan gagal, tapi hanya tertunda saja" jawab Sean dengan senyum liciknya
"hmmm, dasar omong besar!! , aku tahu dari awal kau tidak bisa diandalkan , bodohnya aku yang percaya kepadamu" kata Candramaya kecewa
"kau lihat saja sebentar lagi, pasti ada yang lebih menarik dari pada ini" kata Sean
"pergi!!, aku tidak butuh dirimu lagi, kau sama bodohnya dengan yang lain" jawab Candramaya
*******************
Sementara Arkadewi sudah tak kuat lagi menahan amarahnya terhadap Ganendra.
"dasar anak bodoh, kenapa kau mengatakan hal bodoh itu didepan para tetua, itu sama saja kau menjerumuskan ibumu ini, karena kau tau kalau aku yang menulis surat itu" kata Arkadewi
"aku sudah bilang ibu, aku memang mencintai Lulu dan ingin ia berpisah dengan Damar, tapi bukan dengan cara kotor seperti ini, aku adalah lelaki sejati yang yak ingin mendapatkan wanita yang kucintai dengan carak yang kotor" jawab Ganendra yang kemudian meninggalkannya bersama Argo Seno
"kenapa kau begitu bodoh!!, dasar munafik!!" maki Arkadewi
"sabar yang mulia, tapi ada sisi positifnya juga yang dilakukan oleh Pangeran Ganendra" ucap Argo Seno
"maksudnya? " tanya Arkadewi
"secara tidak langsung ia sudah membersihkan stigma negatif tentangnya, karena menjadi penolong bagi Lulu, ini bisa menjadi nilai plus dimata masyarakat.
Dan mereka akan menganggap bahwa pangeran Ganendra memang benar-benar layak menjadi seorang raja. Dan satu lagi, benar yang ia katakan Lulu juga akan bersimpati keoadanya, ini adalah cara mulia yang ia maksudkan " jawab Argo Seno
"tapi bagaimana dengan surat itu, aku yang membuatnya sudah pasti aku akan terciduk sebentar lagi" jawab Arkadewi
"itu sudah aku fikirkan yang mulia, kita bisa jadikan tikus kecil itu sebagai kambing hitamnya, percayalah aku sudah tau siapa tikus kecill itu? " kata Argo Seno dengan senyum liciknya
************
Pagi ini adalah hari pertama ujian kenaikan kelas, Lulu dan Damar sudah bersiap didalam mobil, menunggu Tama yang belum datang juga.
Damar nenatap intens Lulu.
"kenapa sih kok liatinnya sampai gitu banget" kata Lulu
"emang gak boleh ya kalau lihatin istri sendiri?" jawab Damar
"boleh sih, tapi aku jadi gimana gitu" kata Lulu
Tiba-tiba Damar langsung melayangkan ciumannya ke bibir tipis Lulu.
Lulu segera mendorong tubuh Damar dan melepaskan ciumannya.
"gak enak nanti dilihat orang " kata Lulu
"kan Tama belum datang" jawab Damar
"ehem!! " Tama berdehem
Tama sudah berdiri membuka pintu mobil.
__ADS_1
Wajah Lulu seketika memerah, ia malu karena ternyata Tama melihat mereka berciuman.
Tama segera melajukan mobilnya menuju sekolah.
Sesampainya disekolah Damar mengantar Lulu hingga masuk kedalam kelas, sambil menggandeng lengannya.
"selamat berjuang sayang, semangat!! " kata Damar memberi sengat Lulu
"kamu juga sayang, semangat ya! " balas Lulu
Lulu segera masuk kekelasnya.
"pagi my princess" sapa Sean
Lulu mentap kearah Sean yang bertingkah seperti biasa, seolah-olah tak terjadi sesuatu padanya. Ia sedikit merasa canggung dengan Sean, mengingat apa yang dikatakan oleh Asri sebelum ia meninggal.
"pagi juga Sean " balas Lulu
"my princess kamu cantik banget hari ini " Puji Sean yang terus menatap intens kearah Lulu
Lulu menjadi risih dengan Sean yang menatapnya intens seolah Ia hendak menelanjanginya.
Tama yang melihat gelagat Sean yang tidak sopan terhadap Lulu, segera melayangkan pukulannya, namun Lulu segera menepisnya.
"sabar Tama, ini sekolah jangan gegabah" kata Lulu
"tapi dia menggodamu " jawab Tama
"santuy" jawab Lulu
"selow aku takan tergoda olehnya" bisik Lulu ditelinga Tama
Tama segera pergi menjauh dari Sean dan duduk dikursinya.
"aku suka gayamu my princess, elegan !" kata Sean memuji Lulu
"tidur bentar ah, ngantuk banget " kata Lulu sambil menguap
Bel masuk berdering Lulu belum juga membuka matanya ia kelelahan karena semalam belajar hingga larut malam.
Tama segera menghampirinya dan membangunkannya.
"yang mulia bangun!! " Tama mencoba membangunkan Lulu
Lulu mulai mengerjapkan matanya, dan tersenyum kepadanya.
"makasih Tam-tam udah bangunin aku, nanti kalau butuh contekan tinggal kedipin mata lo aja, gue pasti kasih kok, selow gue udah belajar semaleman, pasti gampanglah jawab soal ujian" kata Lulu menyunggingkan senyumnya
"hmmm" jawab Tama yang kemudian kembali ketempat Duduknya
Soal ujianpun dibagikan, dan Lulu dengan cepat mengerjakannya, ia melihat Tama yang masih serius mengerjakan kertas ujiannya, ia kemudian menulis jawabannya disecarik kertas dan melemparnya kepada Tama.
Kertas itu tepat mengenai kepalanya, untung Tama segera menangkapnya sebelum Pengawas mengetahuinya.
"dasar ceroboh!! " batin Tama
Ia kemudian membuka kertas yanb berisi jawaban Lulu.
"kau kira aku bodoh apa, sampai memberi jawabanmu segala" batin Tama
************
Akhirnya ujian hari pertama selesai juga.
Lulu bersiap-siap untuk segera pulang.
__ADS_1
"my princess, mau main ke kafe aku lagi? " ajak Tama
"hmmm, boleh sekalian aku mau traktir Tam-tam, karena udah jadi my hero untuk beberaoa waktu Lalu" jawab Lulu
Tama menarik tangan Lulu menjauh dari Sean.
"kamu harus jauhin dia yang mulia, berbahaya" bisik Tama
"justru itu, aku ingin tau apa motif dia melakukan hal yang kemarin, jadi aku penasaran untuk menyelidikinya" jawab Lulu
"jangan menantang maut yang mulia" kata Tama
"santuy kan ada kamu yang selalu melindungiku" Jawab Lulu
"hmmm" jawab Tama sedikit kesal dengan sikap keras kepala Lulu
Damar datang menghampiri Lulu dikelasnya.
"ayo kita pulang sayang" ajak Damar sambil menggandeng mesra Lulu
"hari ini aku mau traktir Tam-tam dikafe Sean boleh?" tanya Lulu
"kenapa tidak " jawab Damar
"Jadi boleh ya" kata Lulu memastikan
Damar hanya mengangguk.
mereka akhirnya berjalan menuju ke mobil Tama, menuju kafe Sean.
"Welcome to my cafe" kata Sean menyambut ketiganya.
Damar dan Lulu memilih ruang tertutup dikafe itu.
Merekapun segera memesan menu makanan kecuali Lulu yang masih bingung memilih menu.
"my princess mau nasi goreng lagi? " tanya Sean
Deg!!, Damar kaget mendengar Sean memanggil Lulu dengan sebutan my princesss. Ia mulai curiga kepada Sean, perasaannya mulai berkecamuk.
"apa dia juga suka dengan Lulu" batin Damar yang kini sedang terbakar api cemburu
Ia kemudian pergi ketoilet untuk meradamkan amarahnya.
"aku ketoilet dulu ya" ucap Damar
Lulu hanya mengangguk.
Beberapa menit setelah kepergian Damar, ponsel Lulu bergetar.
"susul aku ditoilet" perintah Damar
Lulu segera bergegas ketoilet menyusul Damar.
Sesampainya disana Damar segera menarik lengan Lulu masuk kedalam toilet.
Ia kemudian mencium bibir Lulu, dan Lulu segera mendorongnya.
"lepasin sayang, malu nanti kalau dilihat orang" kata Lulu
Ia seketika melepaskan Lulu ketika mendengar seseorang yang masuk kedalam toilet.
"inilah akibatnya kalau kau membuat aku cemburu" kata Damar
"kamu cemburu sama siapa? " tanya Lulu
__ADS_1
"Siap lagi yang memanggilmu my princess" jawab Damar
"Sean!!" jawab Lulu kaget