
Baru saja Lulu akan memesan taksi online tiba-tiba Damar sudah berdiri didepan pintu rumahnya.
Lulu segera berlari kekamarnya untuk memasang soft lens dan tahi lalatnya.
"kenapa dia datang tak memberi tahu dulu sih, untung dia belum melihathat ku" gumam Lulu
Selesai merapikan penampilannya Lulu segera menemui Damar yang masih berdiri di depan rumahnya.
"kenapa tidak menghubungi aku, semalaman aku tidak bisa tidur karena kepikiran sama Bagas tau" kata Damar
"maaf ya, aku gak sempet ngasih kabar kamu, abisnya aku terlalu khawatir jadi gak kepikiran yang lain-lain deh" sahut Lulu
"yaudah sekarang Bagas gimana?" tanya Damar
"masih panas, dan aku akan membawanya berobat ke spesialis anak" kata Lulu
"yaudah aku antar ya?" ucap Damar
"iya"
Lulu kemudian membawa semua keperluan Bagas kedalam tasnya, sedangkan Ayumi segera menggendong Bagas menuju ke mobil.
Damar segera melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.
Sesampainya dilobi rumah sakit Lulu segera menghubungi Rama.
"ka...aku udah dilobi" kata Lulu
"yaudah masuk saja ke ruangan ku" jawab Rama
"biar aku aja yang gendong" kata Damar sambil mengambil alih Bagas dari gendongan Ayumi
Lulu segera masuk kedalam ruang kerja Rama.
Rama terkejut ketika melihat Lulu datang bersama Damar Langit.
"wow ini kejutan, bagaimana bisa yang mulia pangeran Damar Langit bisa mengantarmu kemari?" tanya Rama dengan senyum manisnya
"dokter tolong jangan tanya macam-macam dulu, aku cuma ingin anakku sembuh sekarang" jawab Lulu
"baiklah" jawab Rama
"apa semalam sudah dilakukan cek darah?" tanya Rama
"sudah, tapi belum keluar hasilnya, katanya nanti siang" jawab Lulu
Setelah selesai memeriksanya, Rama segera menulis resep obat untuknya.
"kalau hasil lab nya udah keluar, kasih tau aku" ucap Rama
"baik dok" jawab Lulu
"cepat sembuh ya sayang, biar bisa main lagi sama papah" kata Rama sambil mengusap lembut kepala Bagas
" iya pah" jawab Bagas
"kenapa hatiku tidak rela kalau Bagas memanggil dokter Rama papah" batin Damar Langit
"om ganteng, kok diem aja, Bagas mau gendong" rengek Bagas sambil menarik-narik baju Damar
Damar segera bangkit dari duduknya dan langsung menggendongnya.
"iya om khawatir sama kamu, makanya Bagas cepet sehat ya" ucap Damar sambil menciumnya
"ni obatnya harus ditebus juga, soalnya obat semalam juga masih banyak" ucap Lulu
"apa kau bawa obatnya?" tanya Rama
"iya" jawab Lulu sambil mengeluarkan platis berisi obat-obatan padanya
"hmmm, baiklah aku tambahkan ini aja" kata Rama sambil memberikan resep obat pada Lulu
__ADS_1
"makasih ya ka, eh dokter" kata Lulu
"ups !!, hampir saja keceplosan" batin Lulu
"sama-sama" jawab Rama
"cepet sembuh ya Bagas " ucap Rama
Bagas tidak merespon ucapan Rama karena sudah tertidur di gendongan Damar.
Lulu kemudian pergi meninggalkan Rama diikuti oleh Damar Langit.
"makasih ka" kata Damar Langit
"hmm, aku sudah bilang aku bukan kakakmu" jawab Rama
"tapi hatiku bilang kau adalah kak Gaga" jawab Damar Langit
Damar segera menyusul Lulu yang sudah keluar duluan.
"itu bukannya dokter Lambang?" kata Damar yang melihat dokter Lambang dari kejauhan
Ia kemudian berjalan mendekati dokter Lambang.
"benar kan?, dia masuk ke ruangan dokter Rama pasti ada sesuatu dengan mereka" batin Damar
Ia kemudian segera menghubungi Tama.
" halo Tam-tam, kamu harus kerumah sakit sekarang. Aku menunggumu diparkiran" ucap Damar Langit
"kamu tunggu sebentar ya, aku mau ketemu Tama dulu" kata Damar pada Lulu
Lulu mengangguk pelan.
Setelah menunggu selama dua puluh menit akhirnya Tama datang juga.
"ada apa ka?" tanya Tama
"kau harus menyelidiki dokter Lambang yang dulu merawat ka Gaga, aku yakin dia menyembunyikan sesuatu tentang ka Gaga. dan baru saja aku lihat dia masuk keruang kerja ka Gaga" kata Damar
"yaudah aku percayakan semuanya padamu, nanti malam laporkan hasil penyelidikan mu padaku" ucap Damar
"siaap!!" jawab Tama
Damar kemudian pergi meninggalkan Tama yang masih berada didalam mobilnya.2
Tama segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit.
Ia kemudian segera menuju kebagian informasi.
" apa ada dokter yang bernama Lambang Adi Waluyo disini?" tanya Tama
"ada , dia itu seorang dokter spesialis penyakit dalam" jawab receptionis
"apa dia ada sekarang?" tanya Tama
"dia praktek setiap senin sampai dengan Sabtu, jadi dia ada hari ini " jawabnya lagi sambil tersenyum
"terima kasih informasinya, aku akan menemuinya sekarang" ucap Tama
Ia segera menuju ke ruangan dokter Lambang.
"silahkan anda tidur disana, aku akan memeriksa anda sebentar lagi" ucap dokter Lambang
Ia kemudian mengambil stetoskopnya dan mengecek kondisi Tama.
"apa keluhan anda?" tanya Lambang
"tidak ada" jawab Tama
"kalau anda tidak ada keluhan kenapa dayang kemari?" tanya Lambang
__ADS_1
"apa kau mengenal dokter Rama?" tanya Tama
"apa kau datang kemari cuma untuk bertanya itu padaku?" tanya Lambang
"tidak juga, sebenarnya aku mau memeriksakan kesehatan juga. Sekalian saya mau tau tentang dokter Rama, menurut yang saya dengar ia adalah dokter terbaik dirumah sakit ini, makanya aku merekomendasikan ia untuk mengobati putra temanku yang mengalami speech delay" ucap Tama
"oh begitu, aku dan Gaga itu adalah temen dekat, saking dekatnya kami sampai tinggal bersama" jawab dokter Lambang
" aku cuma sering merasa nyeri di bagian dada dok" kata Tama mencoba menghilangkan kecurigaan dokter Lambang
"apa anda perokok?" tanya dokter Lambang
"tidak, aku cuma pecinta kopi saja" jawab Tama
"baiklah aku cuma bisa kasih resep dulu, kalau tidak ada perubahan kau harus kembali lagi untuk pemeriksaan lebih lanjut" kata Lambang
"baik, dok. Terima kasih atas informasinya" ucap Tama
"sama-sama" sahut Lambang
Tama segera meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke Istana.
***dreet...dreet
Tama segera mengambil ponselnya dan menerima panggilan masuk dari nomor yang tak dikenalnya.
"halo"
"halo Tama, masih inget suaraku tidak?" tanya Alfian
"maaf anda siapa?" tanya Tama
"aku Alfian temannya Lulu, masih ingat gak?" tanya Alfian
"tentu Al, aku masih ingetlah sama sang jendral MENTARI yang punya seribu nyawa, hahaha" jawab Tama sambil tertawa
"masih inget aja lo sama julukan itu, btw aku sekarang pindah kerja ke Jogja loh, dan aku pengin banget ketemuan sama kamu" ucap Alfian
"ayo kita ketemu sekarang?" ajak Tama
"ok, ada banyak yang ingin aku tanyakan padamu" jawab Alfian
"iya Al, kamu share loc aja posisi kamu sekarang aku akan datang segera" kata Tama
"siap, mas bro" jawab Alfian
Ia kemudian mengirimkan lokasi keberadaannya pada Tama.
********
"sekali lagi makasih ya, lagi-lagi aku udah ngerepotin kamu" kata Lulu
"udah gak usah sungkan, kamu juga sudah bantu aku ngerjain tugas-tugas kuliah, tapi entah kenapa aku seperti punya ikatan batin sama Bagas, sampai-sampai aku tidak bisa tidur semalam" kata Damar
"jadi tolong kabari aku kalau ada apa-apa dengannya ya" kata Damar
"tentu saja kau ada hubungan batin dengannya, karena kau ini ayahnya Damar" batin Lulu
"yaudah aku pamit ya, jangan lupa kabarin aku" ucap Damar
"baik" jawab Lulu
Baru saja Damar melangkahkan kakinya tiba-tiba Bagas memanggilnya.
"jangan pelgi pah, jangan tinggalin Bagas" kata Bagas
Lulu terkejut mendengar ucapan Bagas.
Damar segera membalikan badannya ketika Bagas memanggilnya.
"iya sayang, papah akan disini menemani kamu" kata Damar
__ADS_1
Lulu langsung berlari ke luar kamarnya, ia tidak ingin Damar melihatnya menangis karena hatinya langsung perih mendengar ucapan putranya itu.
"maafkan mamah sayang, gara-gara keegoisan mamah kamu harus berpisah dengan papah kamu" kata Lulu sambil terisak