
"inilah akibatnya kalau kau membuat aku cemburu" kata Damar
"kamu cemburu sama siapa? " tanya Lulu
"Siap lagi yang memanggilmu my princess" jawab Damar
"Sean!!" jawab Lulu kaget
Lulu kemudian tertawa mendengar Ucapan Damar.
"mana mungkin aku suka sama Sean, aku cuma suka dengan satu orang didunia ini, yaitu kamu" kata Lulu tersipu malu
Damar sangat seneng mendengar pengakuan Lulu.
"coba ulang sekali lagi, aku gak dengar" kata
Damar berpura-pura tidak mendengar ucapan Lulu.
"I love you sayang" kata Lulu
"I love you too " jawab Damar
Damar segera mencium lembut bibir tipisnya.
Lulu mendorong tubuhnya, dan pergi meninggalkan Damar.
Sean datang membawa sepiring nasi goreng untuk Lulu.
"selamat menikmati makan siangnya, maaf aku tinggal dulu ada urusan yang harus aku selesaikan" kata Sean
**Dreet... dreeet...dreeet!!!
Sean segera mengangkat ponselnya yang sedari tadi bergetar .
"Halo, Sean kamu harus tolongin aku sekarang" kata Candramaya ketakutan
"ada apa Maya? " jawab Sean
"dua orang pengawal istana datang kerumah untuk menangkapku, mereka menuduh aku yang membuat surat itu" balas Candramaya
"hmm, semakin menarik!! " batin Sean
__ADS_1
"tenang saja, aku yang akan menggantikanmu, kau tidak perlu cemas, aku akan ikuti permainan mereka" jawab Sean tersenyum licik
Maya akhirnya bisa bernafas lega ketika Sean datang kerumahnya.
"jangan bawa dia, dia tak bersalah, akulah yang mebulis surat itu" kata Sean
Pengawal Istana segera melepaskan Candramaya dan membawa Sean pergi.
"akhirnya rencanaku untuk kembali keistana ini berhasil juga, tinggal menghitung hari dimana aku bisa mengambil lagi apa yang seharusnya jadi miliku, ayah sebentar lagi dendammu akan terbalaskan" kata Sean dari balik ruang Isolasi.
************
Sementara itu dikediaman nenek, Sedang berkumpul yang mulia Raja, paman Danar dan juga nenek. mereka sedang membicarakan perihal penangkapan Sean.
"bagaimana ia bisa ditangkap" tanya nenek
"sepertinya ada yang sengaja menjebaknya, dan Sean seakan menyambut jebakan itu dengan senang hati untuk mencapai tujuan utamanya" Kata Danar Gumilang
"benar-benar licin seperti belut" ucap Raja Panji
"kita tak boleh gegabah mengambil tindakan, karena sekarang kita menghadapi dua orang yang siap sewaktu-waktu menjatuhkan Damar Langit " kata Nenek
"itu benar ibu? " jawab Danar dan Yang Mulia Raja bersamaan
"itu ide yang bagus Danar" jawab nenek
"baiklah aku akan segera mengusulkannya kepada para tetua" kata Raja Panji aryo
"segeralah kalian kembali keistana, jangan sampai ada yang mencurigai kalian" Ucap nenek
"baik ibu" jawab mereka kompak.
Sesampainya di Istana Raja Panji Aryo segera memberitahukan rencananya kepada para tetua, dan mereka menyetujuinya.
Malam harinya Sean segera dibebaskan dari ruang isolasi. Ia hanya menjadi tahanan rumah sampai ia selesai ujian.
Akhirnya ujianpun selesai, Malam harinya Lulu mengajak Damar untuk berjalan-jalan ke Alun-alun. Damarpun menyetujuinya. Setelah selesai sholat isya mereka berdua berangkat kealun-alun diantar oleh Tama.
Sesampainya dialun-alun Lulu langsung mendatangi kedai soto langganannya. Karena hari ini adalah malam minggu, alun-alun menjadi lebih ramai dari biasanya.
Lulu berlari melihat pertunjukan sulap yang ada dusudut alun-alun, karena berdesak-desakan Damarpun kehilangam Lulu, Damar dan Tama berpencar mencari Lulu.
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang bertopeng menarik lengan Lulu, membekapnya dan menyeretnya menjauh dari keramaian. Lulu menggigit tangan pria itu, yang membungkam mulutnya,
**arrrghhh!!!
Ia mengerang kesakitan kemudian melepaskan tangannya, Lulu segera menginjak kaki Laki-laki itu, hingga akhirnya ia bisa terlepas dari dekapannya. Lulu segera melarikan diri darinya.
Pria itu dengan sigap kembali menghadangnya, Lulu segera menghajarnya.
***buughh!!
Tapi sepertinya lelaki ini memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni, pukulan Lulu tak berarti apa-apa baginya. Tiba gilirannya menghajar Lulu.
**buughh!!!
sekali pukul Lulu langsung terplenting menjauh , sadar lelaki yang dihadapinya bukan pria sembarangan, lulu bersiap-siap mengambil langkah seribu atau lari darinya. Ia berlari sambil memegangi perutnya yang masih sakit akibat pukulan pria itu.
"melakukan sesuatu yang lebih ekstrim mungkin tidak masalah, maafkan aku sayang" kata Laki-laki itu sebelum melesatkan pelurunya kearah Lulu
**dor!!!
Suara tembakan membuat semua pengunjung alun alun berteriak ketakutan, mereka berlarian kesana kemari, berhamburan menyelematkan diri mereka masing-masing.
"Lulu!!! " Teriak Damar ketika melihat Lulu yang tergeletak bersimbah darah
Tama segera melayangkan tendangannya kearah pria bertopeng itu, sehingga membuat pistol yang diarahkan ke Damar terjatuh. Ia segera mengambil pistol itu dan mengarahkannya kepadanya, tapi sayang ternyata isi pistol itu sudah habis..
laki-laki itu segera melayangkan pukulannya keulu hati Tama, membuatnya jatuh tersungkur.
Ia segera berlari meninggalkan Tama yang sedang meringis menahan sakit. Kini laki-laki itu Mendekati Damar, dan menarik kerah bajunya.
"harusnya kau yang aku tembak bukan dia" kata laki-laki itu
Darah Damar seketika mendidih mendengar kalau laki-laki itu yang membak Lulu, ia segera meghajar laki-laki dihadapannya,
"dasar ayam sayur, cuma segitu kemampuanmu" ejek Pria itu
Damar melayangkan lagi pukulannya, kali ini pukulannya dapat dibaca oleh lawannya sehingga ia langsung menangkisnya dan membalas pukulannya tepat diwajah Danar. Darah segar tersembur dari mulutnya ia jatuh tersungkur dan roboh seketika.
Laki-laki itu menggendong tubuh Lulu membawanya pergi dari sana, Tama berusaha mengejarnya, namun sebuah tendangan dari pria itu berhasil membuatnya jatuh Lunglai.
Laki-laki itu melesatkan mobilnya menuju kerumah sakit. Ia membuka topengnya dan menghentikan mobil didepan rumah sakit.
__ADS_1
Ia segera mengendong Lulu dan membaringkannya diruang UGD. Dua orang dokter segera menanganinya.
"selamatkan ia, atau nyawamu akan melayang"ancam laki-laki itu kepada seorang Dokter