
Setelah merapikan kamar kostnya Alfian bergegas mandi dan kemudian bersiap-siap untuk pergi bekerja.
Tidak memerlukan waktu lama untuk bisa sampai ke tempat kerjanya, karena kosan dan bengkel tempatnya bekerja tidak terlalu jauh. Sesampainya di bengkel, ia segera menuju ke ruang kerjanya.
***tok...tok..tok!!!
Baru saja ia meletakkan tasnya di tempat duduknya, seseorang mengetuk pintu ruangannya.
Alfian membuka pintu ruangannya dan Pak Margo langsung masuk kedalamnya.
"ada apa pak?" tanya Alfian
"ada konsumen yang komplain di bawah dan ngamuk-ngamuk minta ketemu sama bapak" ucap Margo
"huftt!!!.. masih pagi sudah ada yang kompalain...dasar nasib...nasib" Alfian segera turun ke bawah untuk menemui konsumen tersebut.
"selamat pagi, ada yang bisa saya bantu" ucap Alfian dengan nada lembut
Gadis itu segera membalikkan badannya, hingga rambut panjangnya mengenai wajah Alfian.
"busyeeet deh, kaya iklan shampo di tivi aja rambut ampe kena muka gue, untung wangi coba kalau ketombean..bisa rusak muka ganteng gue" batin Alfian sambil memejamkan matanya dan mengendus wangi rambut gadis itu
**braakk!!
Wanita itu langsung menggebrak meja yang ada disampingnya.
"eh bujug dah...pake gebrak meja segale, ade ape neng?" tanya Alfian dengan logat betawinya
"saya mau minta ganti rugi karena mobil saya yang diservis kemarin bukannya bener malah rusak!!" ucap gadis itu nyolot
"sebentar ya neng, abang tanyain dulu kerusakannya sama montir yang nyervis mobilnya" ucap Alfian
Pak Margo segera menjelaskan kerusakan mobilnya pada Alfian, dan ia hanya mengangguk paham dengan apa yang dijelaskan olehnya.
"hmm..dimana mobilnya sekarang?" tanya Alfian
Pak Margo kemudian menunjukkan sebuah mobil SUV berwarna merah yang terparkir di samping bengkel.
Alfian kemudian mengecek mobil itu.
"kemarin nyalakan?" tanya Alfian
"nyala pak" jawab Margo Waluyo
Dia kemudian mengeceknya lagi dan benar saja ternyata ada kabel sekringnya yang terputus dan belum dipasang kembali. Alfian mendekati wanita itu sambil menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"maaf, sebelumnya saya mau tanya sesuatu boleh tidak?" tanya Alfian
"iya silahkan?" jawab gadis itu
"nama kamu siapa?" tanya Alfian
"dasar cowok gak bisa lihat cewek bening dikit, langsung cari kesempatan deh. Aku kira mau nanya-nanya masalah mobil, eh gak taunya cuma mau nanya nama doang" gerutu gadis itu
"bukan begitu neng, kan gak enak kalo kita ngobrol tapi tidak tahu namanya... mau manggil ibu takut masih muda ...mangil nenek takut tersinggung...manggil mbak disangka menghina ...kan serba salah.. kalo saya tahu namanya kan enak bisa panggil nama...gitu neng, makanya jangan salah sangka dulu ..gak ada udang dibalik bakwan kok...santuy aja" ucap Alfian
"neng..neng...neng...namaku bukan Neneng" jawab gadis itu ketus
"tuh kan gue bilang juga apa... neng itu panggilan kaka...., sama kaya mbak" sahut Alfian
"kaka!! ...kaka!!...emang aku kakak kamu apa..." gadis itu makin nyolot
"terus gue harus panggil apa dong...panggil ibu, nanti marah?" goda Alfian
"ibu lagi...kapan aku nikah sama bapak kamu" ucapnya lebih nyolot
"untung kamu ganteng jadi gak sampai aku gampar, panggil saja aku Niken!" sahut Niken
"baru tahu aku ganteng?? ya ...hihihi" goda Alfian sambil tertawa kecil
"diih kepedean.." ucap Niken
"iya benar, memangnya kenapa?" tanya Niken
"jadi sudah jelas bahwa mobil anda mati atau tidak jalan lagi karena anda lupa memasang kembali kabel sekring mobil anda" ucap Alfian sambil menunjukkan kabel sekring yang masih terputus
Seketika wajah Niken berubah memerah, dia malu karena sudah menyalahkan orang lain dengan tuduhan membuat mobilnya mati, padahal itu karena kecerobohannya sendiri. Ia ingat dia kesiangan hari itu dan segera menyalakan mobilnya tanpa mengecek kabel sekringnya terlebih dahulu, padahal ia selalu mencabutnya setiap malam sebagai langkah untuk menghindari pencurian mobil yang marak di kompleknya.
"maafkan saya pak, karena telah menuduh tanpa bukti" ucap Niken
"silahkan anda meminta maaf kepada montir saya bukan pada saya" ucap Alfian sambil menunjuk ke arah montirnya
Niken kemudian menemui montir itu dan meminta maaf padanya.
"wah pak Alfian keren yah..." bisik seorang karyawannya
Alfian kemudian masuk lagi ke ruang kerjanya , setelah urusannya selesai. Ia langsung merebahkan tubuhnya ke atas sofa.
Alfian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, karena terus bergetar. Ketika ia membuka ponselnya, banyak sekali pesan yang masuk ke WhatsApp nya, dan isinya berupa ancaman yang sama yang ditujukan untuknya.
"NYAWA HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA" itulah isi chatnya
__ADS_1
**dreet!!!, dreet!!
Alfian langsung menerima panggilan masuk dari ponselnya.
"halo bro!!!, ingat!!! NYAWA HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA!!" ucap penelpon misterius yang kemudian langsung menutup panggilannya
"halooo...siapa Lo..." ucap Alfian
**tut...tut..tut!!!
"anj*r!!!, siapa yang berani bermain-main denganku!!" teriak Alfian
Ponselnya kemudian kembali berdering, Alfian langsung mengangkatnya.
"anj*ng !!!, siapa lo berani-beraninya ngancem gue hah!!!" teriak Alfian
"busyeeet!!!, galak amat lo tong!!, ni gue Rey!" Ryan kaget karena Alfian langsung memaki-maki dirinya
"sorry Rey, gue kira lo penelpon misterius yang barusan neror gue" jawab Alfian
"emangnya lo habis ngapain pake di teror segala?" tanya Ryan
" gue abis bunuh orang" jawab Alfian
"gile lo, beneran ??" Ryan balik bertanya
"bener lah kapan gue bohong, jadi semalam tuh gue bantuin paman Danar dari orang yang akan membunuhnya dan karena orang itu terlalu kuat makanya gue pake cara ekstrim untuk melawannya dan gue berhasil membunuh orang itu, walaupun paman Danar tetap saja celaka" Alfian mulai menjelaskan
"memangnya paman Danar kenapa?" tanya Ryan
"dia terkena tembakan di lengannya" jawab Alfian
"pasti yang mau bunuh paman Danar bukan orang sembarangan Al, makanya lo terus-terusan diteror, lo harus hati-hati sekarang bro, santuy gue dan kawan-kawan segera meluncur nanti siang menggunakan pesawat biar gak telat...gue khawatir sama lo bro!!" jawab ARyan
"thanks bro...btw tumben lo ke Jogja pake pesawat segala... abis dapat warisan lo?" tanya Alfian
"suee, lo ..kan tahu gue orang kaya...masa naik pesawat dari Jakarta ke Jogja gak mampu.. malu-maluin gue aje" Rey mulai menyombongkan dirinya
"diih sombong" ledek Alfian
"ya gitu deh, jangan lupa lo jemput gue abis ashar ye...cos aye take of jam satu siang" ucap Alfian
"iyeh bro, ntar aye jemput pake mobil sport gue yang baru" kata Alfian
"cie...gaya lo..mobil kredit juga..hehehe" jawab Ryan sambil terkekeh
__ADS_1
"suee lo" jawab Alfian
"yaudah bro sampe ketemu nanti sore...bye" Ryan kemudian mematikan ponselnya.