ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 91 # Sudah jatuh tertimpa tangga


__ADS_3

Damar segera menghentikan mobilnya didepan rumah sakit. Beberapa orang perawat segera membantunya membawa Candramaya keruang UGD.


Damar dan Lulu masih menunggu didepan ruang UGD, ketika Sean dan Yudha datang memasuki ruangan untuk menemui Candramaya.


"bagaimana keadaan Maya?" tanya Yudha


"belum tahu paman, dokter masih memeriksanya" jawab Damar langit


Yudha segera duduk disamping Damar sementara Sean duduk disamping Lulu.


"my princess kenapa kok mukanya lebam-lebam gitu?" tanya Sean


"gapapa, cuma abis ditonjok orang, bentar lagi juga sembuh" jawab Lulu


"aku punya kenalan seorang ahli kecantikan yang bisa membuat wajahnu mu kembali mulus lagi" kata Sean


"gak usah repot-repot, biar nanti aku kasih ludah juga sembuh" jawab Lulu


"diih jorok" jawab Sean


Semua yang terlihat tegang mendadak langsung tertawa mendengar ucapan Lulu.


Sementara itu Danar Gumilang masih menginterogasi Argo Seno bersama Panji Aryowinangun.


"jadi jelas sudah sekarang siapa pelakunya, dan kita bisa menangkapnya karena kita sudah memiliki bukti yang kuat kang mas" kata Danar Gumilang


"jadi bagaimana sekarang kang mas?" tanya Danar Gumilang kepada Raja Panji Aryowinangun


"tangkap ia sekarang!" titah yang mulia Raja


Danar segera berangkat menuju kerumah sakit untuk menangkap Arkadewi.


Setibanya di rumah sakit ia segera masuk kedalam bangsal perawatan Ganendra.


"maaf yang mulia, saya diperintahkan oleh yang mulia raja untuk menangkap mu" kata Danar Gumilang


"apa buktinya kau akan menangkapku hah!!" bentak Arkadewi


"saya sudah menangkap orang kepercayaan mu Argo Seno" kata Danar Gumilang


"cih, dasar bodoh kenapa kau bisa tertangkap Seno, kau benar-benar tak bisa diandalkan" batin Arkadewi


"tak bisakah kau menangguhkan penahannku sampai putraku sembuh" pinta Arkadewi


"maaf yang mulia hamba hanya menjalankan tugas saja" kata Damar Gumilang

__ADS_1


"lalu siapa yang akan menjaga dan melindungi putraku jika aku harus mendekam dipenjara" kata Arkadewi


"aku yang akan menjaganya" ucap Panji Aryowinangun yang memasuki ruangan


"kau sangat kejam kanda, kau tega menghukumku walaupun kau tahu aku melakukan semua ini hanya untuk anakmu, aku selama ini hanya diam ketika kau sedikitpun tak pernah memperhatikan kami, aku tidak masalah jika kau lebih mengutamakan Damar daripada Ganendra putraku, tapi tidak untuk sekarang, Gaga sangat membutuhkan aku, aku harus melindunginya dari orang- orang jahat yang ingin membunuhnya, jadi aku mohon kanda, tangguhkanlah penahanan ku sekali ini saja, aku janji jika Gaga sudah membuka matanya aku langsung menyerahkan diri ke istana, aku juga tidak akan kabur yang mulia" kata Arkadewi sambil bersimpuh di kaki Panji Aryowinangun


" aku juga ayahnya, jadi aku juga yang akan menjaga dan melindunginya, percayalah padaku, akan kulakukan yang terbaik untuk putraku Ganendra" jawab Panji Aryowinangun


"kau benar-benar kejam kanda!!, kau kejam" kata Arkadewi sambil terisak


Danar Gumilang segera memasang borgol padanya dan membawanya ke penjara istana.


"maafkan aku Dinda, aku melakukan semua ini agar kau berubah menjadi Arkadewi yang dulu, Arkadewi yang lembut dan baik hati" kata Panji Aryowinangun sambil mengusap kening Ganendra


"bangunlah sayang, Romo disini menunggumu" kata Panji


*********


Yudha segera membuka sebuah pesan singkat dari Danar Gumilang.


"tidak mungkin!!!, Arkadewi adalah pelaku percobaan pembunuhan terhadap Sean, bagaimana mungkin" batin Yudha masih tidak percaya dengan pemberitahuan dari Danar Gumilang


"ada apa paman, sepertinya paman sedang cemas?" tanya Lulu


"Danar baru saja menangkap Arkadewi" kata Yudha


"paman senang Lu, cuma paman tidak menyangka saja kalau Arkadewi juga yang menjadi dalang dari percobaan pembunuhan Sean" kata Yudha


"oh begitu ya, kalau begitu ka Gaga sendirian dong, sayang kita tungguin ka Gaga yuk" ajak Lulu


"ayo" jawab Damar


"paman kami pamit dulu ya, kami mau nungguin ka Gaga" kata Lulu


"iya silahkan" jawab Yudha


Damar dan Lulu berjalan menuju ke ruang perawatan Ganendra.


" Romo" kata Damar ketika melihat ayahnya ada diruang perawatan Gaga


"apa Maya sudah sadar?" tanya Panji


"belum Romo, tapi ada paman Yudha yang menjaganya jadi Damar kesini untuk menjenguk ka Gaga" kata Damar


"Romo senang sekarang kamu sudah mau memanggilnya kaka, aku harap kalian akan selalu akur dan bisa menjadi putra kebanggaan Romo yang akan menjaga keraton ini dari orang-orang yang berusaha menghancurkan nya" kata Panji Aryowinangun

__ADS_1


"iya Romo" jawab Damar


"baiklah kalau begitu aku tugaskan engkau untuk menjaga dan melindungi pangeran Ganendra " titah yang mulia Raja


"baik yang mulia, hamba akan melaksanakan titah yang mulia sebaik mungkin" kata Damar


"terima kasih nak, sekarang Romo pamit dulu, titip Ganendra" kata Panji Aryowinangun yang kemudian meninggalkan Damar dan Lulu diruangan itu


"aku senang melihatmu begitu bahagia hari ini" kata Lulu


"kau tunggu disini sayang, aku akan mencari obat untuk menyembuhkan luka lebam mu itu" kata Damar


Lulu kemudian duduk disamping ranjang Ganendra , ia menatap kearah Ganendra yang masih belum sadarkan diri.


"kaka, Lulu datang, Kaka apa tidak capek tidur terus, apa kau tak mau melihatku" kata Lulu


"kau tahu kak, kemarin aku menyamar menjadi seorang pria dan ternyata aku lumayan ganteng loh saat menjadi seorang pria, buktinya Maya aja sampai suka padaku, mungkin kalau aku jadi cowok kau pasti akan marah padaku, karena aku pasti akan merebut semua cewek yang menyukaimu, hehehe" kata Lulu sambil tertawa


"aku juga turut prihatin ka, karena bunda Arkadewi yang ditangkap hari ini, aku tahu kau pasti sedih karena tak ada seorang ibu yang mendampingimu saat kau sakit, tapi kau tidak usah sedih ka, aku dan Damar akan selalu menjagamu disini, dan asal kau tahu Damar sangat menghawatirkan mu, ia bahkan sempat bersedih saat bunda Dewi mengusirnya dari ruangan ini" kata Lulu


"jadi kaka cepet sembuh ya, biar kita bisa berkumpul dan bercanda lagi seperti dulu" kata Lulu


Lulu melihat tangan Ganendra yang mulai bergerak-gerak setelah mendengar ceritanya.


"kaka bangun!!" teriak Lulu yang sangat senang ketika melihat Ganendra yang mulai membuka matanya


"kaka!" panggil Lulu


Ganendra hanya tersenyum kepadanya.


"sayang!!, ka Gaga sudah siuman" teriak Lulu ketika Damar datang


"benarkah!" kata Damar yang berjalan mendekatinya


" kaka, akhirnya kau sadar juga, aku sangat menghawatirkan dirimu ka" kata Damar sambil memeluk tubuh Ganendra


"apa aku tidak salah dengar tadi!" kata Ganendra pelan


"tidak kaka, aku memang sangat menghawatirkan dirimu" kata Damar


"terima kasih Adiku, aku senang kau mengkhawatirkan aku, dan aku lebih senang lagi ketika kamu mau menerimaku sebagai kakakmu" ucap Ganendra lirih


"maafkan aku ka, karena selama ini aku tak pernah mengakuimu sebagai kakaku" kata Damar sambil terisak


Panji Aryowinangun terharu melihat kedua putranya yang mulai akur.

__ADS_1


"semoga kalian bisa selalu akur, agar tak ada seorangpun yang bisa mengadu domba kalian" batin Panji Aryowinangun


__ADS_2