ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 40 #Kirab Pengantin


__ADS_3

Prosesi Selanjutnya yaitu Kirab Pengantin yang merupakan prosesi yang ditungu-tungu oleh masyarakat Yogyakarta. Semua warga Jogjakarta akan tumpah ruah kejalan untuk menyaksikan pasangan pengantin yang diarak dari keraton Arjowinangun menuju kantor kepatihan atau kantor Gubernur, tempat dilangsungkannya prosesi pernikahan Lulu dan Damar.


Kecintaan warga Jogjakarta terhadap Sri Sultan dan keluarganya terlihat jelas disini. Masyarakat rela menunggu ditengah terik matahari, sejak siang hari hingga sore menjelang magrib.


Damar dan Lulu menaiki kereta Kanjeng Kian Jong Wiyat, mereka tersenyum menyapa masyarakat Jogjakarta dengan melambaikan tangannya. Angin bertiup semilir membuat Lulu mengantuk, karena bergadang hingga larut malam membuatnya tak dapat menahan kantuknya, ketika sedang menaiki kereta kencana.


Walaupun tangannya terus melambai kearah warga Jogjakarta tapi matanya sudah tak kuat menatap mereka.


Tubuhnya mulai oleng dan semua orang yang melihatnya berteriak histeris saat Lulu akan terjatuh dari kereta kencana. Namum seketika tangan Damar menarik tubuhnya yang hampir jatuh dari kereta.


Semua warga bersorak gembira ketika Damar berhasil menyelamatkan Lulu membuat prosesi iring-iringan menjadi semakin meriah.


Lulu yang terbangun karena suara riuh masyarakat Jogja mencoba mengerjapkan matanya, Ia melihat Damar tersenyum kepadahnya sambil memeluknya erat.


"tidurlah!, aku akan membangunkanmu ketika sudah tiba dikantor kepatihan" kata Damar Langit


Lulu hanya terdiam melihat Damar Langit yang tampak berbeda hari ini, Ia terlihat seperti seorang raja yang tampan dengan segala pesonanya. Tanpa disadari bolamatanya kini beradu dengan Damar Langit yang juga menatapnya lekat.


Ada desir-desir cinta yang terpancar dari tatapan keduanya kini, berbeda dengan tatapan saat mereka pertama kali bertemu.


Bunyi degupan jantung yang semakin kencang membuat Lulu segera mengalihkan pandangannya, ia tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Begitupala Damar yang Jadi salah tingkah karena terpesona dengan kecantikan Lulu.


Setibanya dikantor kepatihan mereka disuguhi dengan tarian Bedaya Manten dan tarian Lawung Ageng. Akhirnya Resepsi yang melelahkan itu selesai juga.


Sesampainya dikamar Damar, Lulu langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang, ia ingin melepaskan penat karena seharian menjalani prosesi yang sangat melelahkan.


Damar masuk kedalam kamarnya, diliatnya Lulu yang tertidur masih memakai baju pengantin. Ia segera melepas aksesoris yang masih menempel dikepala Lulu, Ia berbaring disebelahnya menatap wajah Lulu yang tertidur pulas.


Ia mengusap kepalanya kemudian mengecup keningnya dan berbaring disampingnya.


Pagi hari yang cerah suara kicauan burung membangunkan Lulu dari mimpi indahnya.

__ADS_1


Ia mulai mengerjapkan matanya, samar-samar ia melihat sesosok pangeran tampan yang tidur disampingnya sambil memeluk tubuhnya. Lulu hanya tersenyum melihat Damar yang masih tertidur pulas.


"kenapa lo gantengnya pake banget sih? " kata Lulu mengagumi ketampanan suaminya


Damar mulai menggerakan tangannya ketika Lulu mencoba untuk mengusap rambutnya, hal itu tentu saja membuat Lulu kelabakan dan akhirnya ia pura-pura tidur lagi.


Damar bangun semabari menatap Lulu yang masih tertidur, ia kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Lulu yang melihat Damar keluar dari kamar mandi hanya memakai anduk, langsung memalingkan pandangannya dan menutup matanya.


Damar hanya tersenyum melihat tingkah Lulu, bukannya segera memakai baju ia justru mendekati Lulu.


"apaan si lo, buruan ganti baju sana" kata Lulu menipis tangan Damar yang mencoba membuka matanya


"ooh jadi kamu udah gak sabar pengin lihat aku ganti baju ya" Damar menggoda Lulu


"diiih ogah banget liatin lo ganti baju mendingan gue mandi" kata Lulu sambil meninggalkan Damar


Selesai mandi Lulu membuka pintu kamar mandi dengan hati-hati, ia mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar mencari keberadaan Damar.


"syukurlah dia sudah pergi" kata Lulu sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi


Lulu masih duduk disamping ranjang, ia baru ingat kalo baju-bajunya belum ia pindahkan dari kamarnya yang lama. Ia kemudian mengambil ponselnya menghubungi Ayu, agar mengantarkan baju-bajunya kekamarnya.


Baru saja ia mengirim pesan singkat ke ponsel Ayu, Damar kembali masuk kekamarnya.


"bajumu ada dilemari" kata Damar yang berjalan mendekatinya


"kenapa lo balik lagi" kata Lulu sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya dibalut handuk


Damar menarik selimut yang dipakai Lulu untuk menutupi tubuhnya. Ia menatap lekat kearah Lulu yang hanya memakai handuk saja, Lulu beringsut menjauh darinya. Namun Damar segera menariknya hingga ia berada dalam dekapannya kini. Damar terus memandangi Lulu, sementara Lulu mulai mengepalkan tangannya bersiap-siap melayangkan pukulannya kepada Damar.

__ADS_1


"apa kamu akan memukul suamimu? "tanya Damar yang kini meremas jemari Lulu yang sudah terkepal.


Lulu hanya memalingkan pandangannya menghindari tatapan mata Damar yang mulai menatapnya liar.


Damar mengangkat Dagu Lulu dan mulai mendekatkan bibirnya, ia langsung mencium bibir mungil Lulu dengan lembut.


***tok.. tok... tok!!!


Suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan aktifitasnya.


"mbak.. mbak Lulu!, ini Ayu! " kata Ayu dari balik pintu


Lulu segera melepaskan diri pelukan Damar, sementara Damar segera duduk disofa mengatur nafasnya yang masih tak karuan dengan menyalakan televisi.


Lulu segera mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


"lama banget mbak... lagi ngapain hayok.?" kata Ayu menggoda Lulu


"apaan sih lo, kebiasaan hobi banget sih kepoin orang" kata Lulu sambil menyungutkan wajahnya


"namanya juga Ayu, kalo gak kepo ya bukan Ayu donk, hehehe" kata Ayu tertawa kecil


"yaudah balik lo sana, ganggu aja! " jawab Lulu


"tuhkan, udah ditolong malah ngusir, dasar gak sopan banget si lo mbak" kata Ayu yang kini kesal


"makasih Ayu cantik??? " Kata Lulu lembut


"nah gitu donk, yaudah gue juga gak mau lama-lama disini, gue juga tau lo pasti udah gak sabarkan mau......sama Ka Damar?" goda Ayu


"Diih, sotoy lo" jawab Lulu sambil mencubit pinggang Ayu

__ADS_1


"tapi benarkan?? " kata Ayu yang berlari meninggalkan Lulu


__ADS_2