
"Terima kasih Seno, kamu benar-benar menepati janjimu untuk selalu melindungi ku. Aku tidak akan melupakan semua jasa-jasa mu, percayalah aku akan menjaga keluarga mu seperti yang kau minta" kata Arkadewi sambil menabur bunga diatas pusara Argo Seno
Ia kemudian kembali pulang kedalam penjara setelah dua orang pengawal menjemputnya.
**********
"setelah melihat sidang kemarin rasanya mustahil kita bisa menghukum Arkadewi" kata Panji Aryowinangun
"betul yang mulia, dia memiliki banyak sekali pendukung di lingkungan keraton, sehingga sulit untuk menjatuhkannya, apalagi surat wasiat dari Argo Seno akan membuatnya semakin berada diatas angin" ucap Danar Gumilang
"kalau begitu kita hanya perlu mengadakan upacara ulang penobatan putra mahkota dan setelah itu kita harus memantapkan posisi Damar agar ia bisa tak tergoyahkan" kata Panji Aryowinangun
"benar kang mas semakin cepat kita melaksanakan upacara itu maka semakin baik" jawab Danar Gumilang
**********
Hari ini adalah hari pertama ujian praktik untuk kelas dua belas, Lulu tampak gugup menghadapi ujian pertamanya.
"Tam-tam nanti ajarin aku ya kalau aku gak bisa" kata Lulu
"selow, tidak usah tegang aku yakin kamu bisa kok, buktinya motor tua nenek saja berhasil kamu nyalain" kata Tama memberi semangat
"iya my princess aku yakin kamu bisa, semangat!!!" ucap Sean
"terima kasih Sean" jawab Lulu
"lihat itu pengujinya sudah datang!!" teriak semua siswa yang sudah menunggu didepan ruang praktik.
Lulu yang penasaran segera berlari kearah ruang praktik dan bergabung bersama siswa lainnya.
Setelah mendapatkan pengarahan para diswa kemudian menunggu diruang tunggu untuk menunggu giliran mereka dipanggil.
Lulu adalah siswa pertama yang akan melakukan ujian praktik.
"semangat yang mulia!!!" teriak Tama menyemangati Lulu
"semangat my princess!!!" teriak Sean
Lulu berjalan menuju ruang ujian, ia kemudian masuk setelah para penguji memanggil namanya.
"tidak disangka ternyata tahun ini ada siswa cewek di Budi Waluyo" kata salah seorang penguji
"benar sekali, untuk itu kami memberikan kesempatan pertama padanya" kata pak Adam
"dia benar-benar cekatan walaupun seorang cewek" puji penguji lainnya
Lulu masih terus menyelesaikan pekerjaan dengan penuh konsentrasi.
"selesai!!" teriak Lulu
"apa kau sudah selesai?" tanya seorang penguji
"iya pak" jawab Lulu
"baiklah sekarang presentasikan hasil kerjamu didepan Mr. Nakamura Mariko, dia adalah perwakilan dari salah satu perusahaan otomotif yang bekerjasama dengan sekolah kita" kata pak Adam
__ADS_1
Lulu kemudian berjalan menuju kearah seorang penguji terakhir.
"selamat pagi Mr. Nakamura" sapa Lulu
"pagi" jawab Nakamura ramah
Lulu kemudian segera mempresentasikan hasil kerjanya, dan Mr. Nakamura menanggapinya dengan respon yang baik.
Setelah selesai Lulu segera pergi meninggalkan ruangan praktik itu.
"gimana my princess, apa pengujinya galak?" tanya Sean
"gak kok, mereka baik-baik semua" jawab Lulu
"yaudah aku ke kelas dulu ya, mau ngilangin tegang" kata Lulu yang kemudian pergi meninggalkan keduanya
Lulu masuk kedalam kelas ia kaget melihat Yoga yang masih duduk di pojok.
"kok kamu masih disini ndut, bukanya diruang tunggu?" tanya Lulu
"aku takut yang mulia" jawab Yoga
"takut apa?" tanya Lulu lagi
"takut tidak bisa mengerjakan ujiannya" jawab Yoga
"lo pasti bisa, aku yakin itu, apalagi pengujinya baik-baik, percaya deh sama aku kamu pasti bisa, semangat ndut!!" kata Lulu menyemangati Yoga
"benarkah, apa kau sudah selesai Melaksanakan ujian praktiknya?" tanya Yoga
Yoga segera memberikan kotak bekalnya pada Lulu.
"makasih ya ndut, lo memang paling ngerti gue" kata Lulu sambil membuka kotak nasi itu
"udah sekarang lo masuk ke ruang tunggu sana!!" perintah Lulu
Yoga kemudian mengangguk dan segera pergi menuju keruangan praktik.
*********
Ganendra berjalan menuju ke ruang tahanan ibunya hari ini ia memang ingin menjenguk ibunya yang masih ada di tahanan kerajaan
Ia segera memeluk ibunya ketika seseorang pengawal membawanya menemui ibunya di ruang tunggu.
"aku kangen ibu" kata Ganendra
"ibu juga sangat merindukan mu sayang" kata Arkadewi
"untung hari ini kamu datang nak, karena ibu juga sudah bebas hari ini dan kita bisa pulang bersama setelah ini" kata Arkadewi
"benarkah ibu" ucap Ganendra
"iya nak, sekarang kamu tunggu disini ya, ibu akan mengambil barang-barang ibu, setelah itu kita pulang" kata Arkadewi
************
__ADS_1
"yang mulia ini hasil otopsi dari jenazah Argo Seno" kata seorang pengawal menyerahkan sebuah amplop kepada Panji Aryowinangun
Panji Aryowinangun membuka amplop yang ada ditangannya, dan kemudian membacanya.
"benar-benar murni bunuh diri, tidak ada tanda-tanda pembunuhan" kata Panji Aryowinangun kaget setelah membaca hasil otopsi Argo Seno
"dari pantauan kamera CCTV juga tidak ditemukan hal-hal yang janggal, atau seseorang yang menemuinya sebelum kematiannya" kata Danar Gumilang
"hmmm, benar-benar sempurna, mereka melakukannya dengan penuh perhitungan hingga tak meninggalkan jejak sedikitpun" kata Panji
"benar sekali kang mas, kita harus lebih waspada lagi" kata Danar Gumilang
"sekarang apa rencana mu dimas" kata Panji Aryowinangun
"sebaiknya kita diam saja dulu kang mas sambil mencari tahu rencana apa lagi yang akan mereka lakukan "' kata Danar Gumilang
"baiklah, aku percaya padamu" jawab Panji Aryowinangun
Malam harinya Arkadewi menemui sejumlah petinggi istana yang sudah menunggunya.
"selamat yang mulia akhirnya anda bisa bebas juga" kata salah seorang dari mereka
"ini berkat bantuan dari kalian semua, terima kasih sudah membantu " kata Arkadewi
''sama-sama yang mulia, sudah kewajiban kami untuk selalu melindungi mu" jawab salah seorang dari mereka
"ngomong-ngomong siapa yang membuat ide gila untuk meminta Seno bunuh diri?" tanya Arkadewi
"tidak ada yang mulia, mungkin itu memang salah satu cara Seno untuk menyelamatkan nama baikmu sekaligus membebaskan nu dari penjara" kata mereka
"tidak mungkin aku yakin ada seseorang yang memintanya, Seno adalah orang yang tidak pernah melakukan sesuatu tanpa perhitungan" kata Arkadewi
"sudahlah yang mulia lupakan saja hal itu, anggap saja ada seseorang yang sengaja membantumu tanpa ingin kau mengetahuinya" ucap salah seorang dari mereka
"Seno memang yang terbaik, ia selalu tahu apa yang terbaik untuk ku" kata Arkadewi
"baiklah sekarang apa rencana kalian" tanya Arkadewi
"kau lihat saja besok, anggap saja itu kado dari kita untuk merayakan kebebasan mu " kata mereka
Semuanya kemudian bersulang merayakan kebebasan Arkadewi.
"baiklah aku tunggu besok, sekarang aku harus pergi dulu untuk memastikan Maya benar-benar mati" kata Arkadewi
Ia kemudian meninggalkan tempat itu menuju kerumah sakit.
Sesampainya disana ia segera masuk kedalam ruangan perawatan Candramaya, namun ia urung melakukan rencananya untuk membunuh Candramaya karena ada Yudha yang menjaganya.
"hmmm, kau begitu setia menjaga anak sialan itu Yudha" kata Arkadewi
"kau sudah bebas sayang, kenapa tak mengabariku" ucap Yudha
"kau bahkan tak mengunjungi ku di ruang tahanan, bagaimana aku bisa mengabarimu yang sekarang tidak peduli lagi padaku, kau malah lebih memperhatikan anak Regita daripada aku" kata Arkadewi
"aku akan selalu peduli padamu walaupun aku tahu kau berusaha membunuh putraku Sean, entahlah kenapa aku tidak bisa membencimu, mungkin ini yang namanya bucin tapi aku sungguh sangat mencintaimu, tidakkah kau ingin kembali bersamaku" kata Yudha
__ADS_1
"maaf Yudha aku hanya ingin bersama seorang penguasa bukan pecundang seperti dirimu" kata Arkadewi yang kemudian meninggalkan Yudha