
Hari Minggu ceria Lulu mengajak Bagas dan Ayumi ke Alun-alun, Bagas sedang Asyik bermain bersama Ayumi sedangkan Lulu melakukan rutinitasnya jogging pagi.
"wah!!, segarnya setelah jogging" ucap Lulu sambil meregangkan tangannya
"mamah aku mau makan" ucap Bagas
"iya kamu tunggu sini ya sama omah, mamah beli bubur ayam dulu buat sarapan" kata Lulu
Ia kemudian berjalan menuju ke tukang bubur yang tak jauh darinya.
"Mas bubur Ayam tiga ya, satu gak pake sambel, satunya sedang, satu lagi ekstra pedas" ucap Lulu
"baik mbak" jawab tukang bubur
**braakkk!!!
Tiba-tiba datang dua orang preman mendekati tukang bubur itu.
"mana uang setoran hari ini!!" kata preman itu dengan nada tinggi
Kemudian tukang bubur itu segera memberikan beberapa lembar uang puluhan ribu padanya.
"kok cuma segini!!, ini masih kurang banyak" kata preman itu
"kan biasanya juga segitu" kata tukang bubur
"sekarang kan hari libur jadi otomatis pengunjung juga lebih banyak dari biasanya makanya aku mau setoran hari ini juga ditambah lima puluh persen dari setoran hari-hari biasanya" kata preman itu
"ya kalau gitu tunggu sampai siang baru aku bisa kasih lagi, kalau sekarang belum ada" jawab tukang bubur
"jangan bohong!!, dari tadi aku perhatikan daganganmu sangat laris, masa cuma nambah lima puluh ribu saja tidak ada!!" bentak sang preman
"beneran bang kalau kau tidak percaya silahkan lihat saja di laci" kata tukang bubur itu sambil memperlihatkan laci gerobaknya yang berisi uang recehan saja
"aku tidak percaya!!, cepat berikan atau ku hancurkan gerobak mu!!" ancam si preman
Lulu yang sedari tadi diam menahan emosinya, mendengar ucapan preman itu tiba-tiba jiwa bar-barnya seketika meronta-ronta mencari pelampiasan.
**buuughh!!!
Lulu segera menghajar laki-laki yang sedang berusaha merobohkan gerobak bubur ayam itu.
"jangan ikut campur kau anak kecil!!" kata preman satunya
"aku tidak akan ikut campur kalau kau tak memancingku !!" kata Lulu yang kembali melayangkan tendangannya kepada laki-laki itu
**bughh!!
Lulu terus melayangkan pukulannya tanpa ampun hingga dua preman itu lari tunggang langgang.
"mampus lo!!, siapa suruh mancing-mancing jiwa bar-bar gue!!" cibir Lulu
" makasih ya mbak udah ngusir preman-preman itu" ucap tukang bubur sambil memberikan pesanan Lulu
"semuanya berapa mas?" tanya Lulu
"gratis buat mbaknya karena udah ngusir preman-preman itu" ucap tukang bubur itu senang
"gak bisa gitu mas, nih kalau ada kembaliannya ambil aja ya" kata Lulu sambil memberikan uang lima puluh ribu padanya
"sekali lagi makasih ya mbak" kata tukang bubur
"sama-sama Mas" jawab Lulu
Lulu kemudian berjalan kembali menemui Ayumi dan Bagas.
"saatnya sarapan!!" teriak Lulu
" holee!!" teriak Bagas
Lulu kemudian menyuapi Bagas yang terus berlarian kesana kemari.
__ADS_1
"kalau makan itu duduk!, jangan lari-lari!" kata Lulu yang geram dengan tingkah putranya
" bener tuh yang dikatakan oleh ibumu" kata Rama yang berdiri didepan Bagas
"papah!!" teriak Bagas
Rama hanya tersenyum mendengar ucapan Bagas, sedangkan Lulu langsung membulatkan matanya karena kaget.
"jangan sembarang manggil orang de, panggil om aja" kata Lulu
"gak papa kok, Lu" jawab Rama
"sudah ku bilang aku bukan Lulu, aku Nunu" jawab Lulu ketus
"iya-iya " jawab Rama sambil terkekeh
"papah gendong" rengek Bagas
Rama langsung menggendongnya.
"mamah makan!" teriak Bagas
Lulu kembali menyuapinya, Rama mengajak Bagas untuk duduk dipangkuannya diikuti oleh Lulu yang duduk disampingnya.
"yeh sekarang Bagas punya papah sama mamah!!" teriak Bagas gembira
"memangnya suami kamu kemana?" tanya Rama
"oh itu..aanu su..su dah , maksud aku kami sudah berpisah" jawab Lulu gugup
"oh jadi kalian sudah cerai, apa dia tidak pernah menemui anaknya?" tanyanya lagi
"tidak" jawab Lulu singkat
"tega sekali suami mu itu, kenapa kau tak menikah lagi?" tanya Rama
"berhentilah menginterogasi ku, itu urusanku mau nikah lagi atau tidak, kau tidak perlu ikut campur" jawab Lulu kesal
Lulu hanya diam tak menjawab, hatinya terus berkecamuk ketika Rama mengucapkan kata-kata itu.
"hey ternyata kalian disini, ponselmu terus berdering, coba kau angkat siapa tahu penting" kata Ayumi sambil memberikan ponsel pada Lulu
Lulu kemudian mengangkat ponselnya.
"halo" sapa Lulu
"halo, apa kau ada waktu hari ini?" tanya Damar
"memangnya ada apa?" tanya Lulu
"aku ingin kau minta tolong lagi sama kamu" kata Damar
"kita mau ketemu dimana?" tanya Lulu
"bagaiman kalau kita ketemu di kedai soto semalam, aku tunggu kau setelah dzuhur ya" kata Damar
"baik" jawab Lulu
"apa dia mengajakmu bertemu lagi?" tanya Ayumi
Lulu hanya mengangguk.
"sepertinya dia suka sama kamu" kata Ayumi
"tidak mungkin bu, dia sudah punya istri" jawab Lulu
Ayumi hanya mengangkat bahu mendengar ucapan Lulu.
" laki-laki itu siapa? " tanya Ayumi
"dia dokter Rama" jawab Lulu
__ADS_1
"halo ibu, aku Rama" jawab Rama sambil menundukkan kepalanya
"aku Ayumi, ibunya Lulu" jawab Ayumi
"eh maksudnya ibunya Nunu" kata Ayumi mengulangi ucapannya setelah Lulu memberinya isyarat
"tapi kalian tidak mirip sebagai ibu dan anak" kata Rama
"iya tentu saja, aku ini hanya ibu angkatnya saja.." belum selesai Ayumi melanjutkan ucapannya Lulu buru-buru menutup mulutnya
"sepertinya kita harus segera pulang bu, sekarang kita siap-siap yuk" kata Lulu sambil menarik lengan ibunya meninggalkan Rama
"sudah kuduga kau memang Lulu, kau tidak bisa menyangkalnya lagi Lu" batin Rama
Selesai membereskan mainan Bagas Lulu segera kembali menemui Rama.
"sayang ayo kita pulang?" kata Lulu merayu putranya agar mau turun dari gendongan Rama
"Bagas mau pulang sama papah" ucapnya sambil meluk Rama
"nanti kalau pulang sama om, mama sama siapa dong?" tanya Lulu
"mamah sama omah aja" jawab Bagas polos
"isshhh, lama-lama nih anak nyebelin kaya bapaknya" gumam Lulu
"sudah kau mendingan bawa motor kamu, biar Bagas aku yang anterin pulang" ucap Rama
"gak bisa gitu!!, emangnya kamu tahu rumah ku?" kata Lulu
"kan aku bisa ngikutin motor kamu dari belakang" jawab Rama
"iya juga sih, tapi tetep gak bisa, aku takut nanti bukannya dianterin pulang malah kamu culik lagi" kata Lulu
"siapa juga yang mau nyulik dia, orang gak diculik juga dia udah nempel sama aku, lagian kamu juga udah tahu tempat kerja aku jadi ya percuma saja aku nyulik anakmu, udah pasti ketangkep aku" sahut Rama
"diih, kenapa kamu jadi nyebelin sih, gak seperti kak Gaga yang aku kenal" kata Lulu yang kemudian segera menutup mulutnya karena keceplosan memanggilnya Gaga
"hahahaha" Bagas dan Rama tertawa melihat Lulu yang sedang marah-marah
"mamah lucu kalo malah" kata Bagas
"siapa tuh Gaga" ucap Rama pura-pura tidak mengenalnya
"bukan siapa-siapa, cuma nama kucing aku" jawab Lulu sambil meninggalkan mereka
"hahahaha" lagi-lagi Bagas dan Rama tertawa bersamaan
"memangnya mamah punya kucing dirumah?" tanya Rama sama Bagas
"tidak" jawabnya singkat
"yaudah sekarang kita pulang ya" ajak Rama
"ok" jawab Bagas
Keduanya kemudian masuk kedalam mobil Rama dan Ia segera mengikuti motor Lulu dari belakang.
"sesampainya dirumah Lulu Rama segera mengajak Bagas masuk kedalam rumahnya.
"sekarang Bagas masuk ya, papah pulang dulu. Lain kali papah janji akan main kerumah Bagas" kata Rama
"iya pah" kata Bagas
Bagas kemudian memeluknya seakan tak mau berpisah dengan Rama.
"Bagas jangan nakal ya" kata Rama sambil melambaikan tangannya
"dah papah" ucap Bagas sambil melambaikan tangannya
Ayumi segera mengajak Bagas masuk kedalam rumah, sedangkan Lulu bersiap-siap untuk menemui Damar Langit.
__ADS_1