ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 17 # Sekolah Baru


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Lulu tak berkedip memandangi lelaki tampan disebelahnya.


"oh Tuhan, inikah yang namanya pangeran, guanteeeng bangeeet" kata Lulu dalam batinnya.


"lap tuh iler!!! " kata Pangeran Aryo Damar Langit meledek Lulu


Lulu yang kaget dengan ucapan Pangeran Aryo segera mengelap bibirnya, pangeran Aryo hanya terkekeh melihat Lulu yang gelagapan.


"berisik lo!, gangu gue aja" kata Lulu kesal


Ganendra hanya tersenyum melihat Lulu yang terus memandanginya.


"kaka, tinggal dikeraton juga? " tanya Lulu


Ganendra hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


"kalo boleh tau nama kaka siapa? " tanya Lulu sambil mengulurkan tangannya


"Ganendra" jawabnya singkat sambil menjabat tangan Lulu.


"wow, lembut banget tangannya beda banget sama tanganku yang kasar, udah gitu manis banget kalo tersenyum bikin gue meleleh" kata Lulu dalam hati


Ganendra Lagi-lagi hanya tersenyum melihat lulu yang tak kunjung melepaskan tangannya, ia malah terpana dengan pesona sang pangeran.


"ehemmmm !!!" Pangeran Damar Langit mencoba membuyarkan hayalan Lulu


"oh, ma... aaf, gue Lulu" jawab Lulu gagap


Lulu kemudian melepaskan jabatan tangannya. Mobilpun berhenti didepan sekolah kerajaan.


Mereka segera turun diikuti oleh sekertaris Kerajaan Danar Gumilang yang akan mengantarkan Lulu menuju kelasnya.


"silahkan masuk nona disini anda akan mulai belajar" kata Paman Danar


"terimakasih paman" jawab Lulu


"sama-sama Nona, jika anda membutuhkan sesuatu nona bisa segera menghubungi saya" kata Paman Danar sambil menyodorkan sebuah kartu nama.

__ADS_1


"ok" jawab Lulu


Lulu kemudian masuk kedalam kelasnya, ia berjalan menuju bangku kosong yang ada dideretan belakang, baru saja Ia akan duduk tiba-tiba seseorang menggeser posisi kursinya hingga lulu jatuh kesakitan.


"awww!!!" teriak Lulu kesakitan


Ia mulai memandangi satu persatu siswa yang duduk didekatnya, Lulu mendekati seorang cowok yang duduk disampingnya sembari merebahkan kepalanya diatas meja.


"dia pasti pura-pura tidur, awas aja belum tau siapa Lulu " kata Lulu pelan


kemudian Lulu menarik baju Yoga dan menghajarnya.


**buugggg!!!


"beraninya kau menarik kursiku!! " kata Lulu kesal


"bu.. bu.. bu kan aku" jawab laki-laki itu gagap


*plok-plok-plok


Seorang cowok tampan datang mendekati Lulu sambil bertepuk tangan.


"asal lo tau, gue gak bikin onar, dia duluan yang narik kursi gue hingga jatuh" kata Lulu menjelaskan


"apa benar itu, yoga" kata Tama Wijaya


Yoga hanya terdiam, dia takut jika harus berhadapan dengan Tama.


"cepat katakan. atau kau mau kuhajar lagi! " ancam Lulu


"bukan aku, tapi... " kata yoga yang belum selesai berbicara namun sudah diputus oleh seseorang yang memberitahukan kedatangan guru mereka.


"ada pak Hasan!!! " teriak seseorang yang akhirnya membuat Lulu dan yang lainnya segera kembali ketempat duduk masing-masing.


"selamat pagi anak-anak " sapa pak Hasan


"selamat pagi pak" jawab semua siswa

__ADS_1


"Baiklah, hari ini kita kedatangan siswa baru yaitu seorang wanita cantik dari Jakarta, akhirnya setelah sepuluh tahun ada lagi siwa perempuan dikelas otomotif, silahkan nona maju kedepan? " kata Pak Hasan Senang


Lulu kemudian maju kedepan dan memperkenalkan diri.


Setelah itu Lulu kembali ketempat duduknya, kali ini Ia tidak langsung duduk tapi memeriksa kursinya terlebih dahulu, ia takut kejadian tadi terulang kembali. Benar saja kali ini Ia melihat lem yang sudah dioleskan dikursinya.


"brengsek, gue kira dilingkungan kerajaan tidak ada bullying ternyata sama saja" kata Lulu dalam hatinya


Ia terpaksa belajar sambil berdiri karena tak ada kursi kosong untuknya.


"Lulu kenapa kamu berdiri?" tanya pak Hasan


"kursi saya diolesi lem pak, jadi saya tidak bisa duduk pak" jawab Lulu


"oh, ya sudah biar nanti petugas kebersihan akan mengantar kursi yang baru untukmu" kata pak Hasan yang kemudian menelpon seseorang


Tak lama berselang seorang membawa kursi keadalam kelas dan pelajaran pun segera dimulai.


**Kriiing... Kriiiing


Bel istirahat berbunyi semua siswa keluar menuju ke kantin. Sedangkan Lulu ia malas keluar kelas, ia lebih memilih merebahkan kepalanya diatas meja.


"cepat serahkan uangmu!! " kata seseorang kepada Yoga


"itu sudah semua" jawab Yoga


"jangan bohong, keluarkan semua!! "bentak lelaki itu lagi


Karena berisik Lulu segera membuka matanya. Samar-samar Ia melihat seseorang yang sedang memalak Yoga, tadinya ia hanya cuek tak mau ikut campur, tapi melihat mereka yang mulai memukul Yoga, membuatnya harus segera membantunya.


Ia menarik tangan lelaki yang hendak melayangkan pukulannya kearah Yoga yang sudah babak belur.


"hentikan!! "teriak Lulu


"diem kamu anak baru, tidak usah ikut campur " kata Danis


"gue harus ikut campur karena lo udah menyakiti teman gue" kata Lulu

__ADS_1


"*****, besar juga nyalimu " kata Danis sudah siap melayangkan pukulannya kepada Lulu


Tapi lulu dapat menangkisnya dan kemudian ia berhasil menghajar Danis hingga tak bisa berkutik. Danis jatuh tersungkur dengan darah dibibirnya.


__ADS_2