ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 28 #aku cemburu 2


__ADS_3

Melihat Damar terus menatapnya membuat Lulu salah tingkah. Tanpa sadar ia mulai mengagumi ketampanan Damar langit yang terpancar jelas dihadapannya. seketika pipinya bersemu merah ketika mengingat perkataan Damar Langit yang meminta maaf karena dirinya merasa cemburu dengan perhatian Lulu kepada Ganendra.


"OMG! kenapa jantung gue berdegup kencang" kata Lulu dalam hati sambil memegangi dadanya


"kamu kenapa ?" kata Damar


Lulu hanya menggeleng dengan tangan yang masih memegangi dadanya yang terus bergemuruh.


"kamu sakit? " kata Damar sambil melepas tangan Lulu yang menempel didadanya


"oh Tuhan, kenapa perasaanku jadi tak karuan gini" kata Lulu yang kini mulai berkeringat dingin


"yaudah kamu istirahat saja ya, kalau kamu sudah baikan kita Jalan-jalan ?" kata Damar Langit sambil membaringkan Lulu


"aku gak sakit kok" kata Lulu sambil bangkit dan duduk


"oh gitu, terus kamu keringetan gitu kenapa? " tanya Damar Langit penasaran


"e... e.. anu.. gak papa kok" kata Lulu terbata-bata


Damar hanya tersenyum melihat Lulu yang salah tingkah, Ia tahu mungkin Lulu juga merasakan apa yang ia rasakan.


"mungkinkah ia juga merasakan apa yang aku rasakan" fikir Damar dalam hatinya


Damar masih menatap lekat kearah Lulu, ia baru menyadari bahwa benar apa yang dikatakan oleh Paman Danar itu benar, bahwa Lulu lebih cantik dari Candramaya. Tapi membayangkan pukulan Lulu yang selalu membuatnya kesakitan ia langsung menepis angan-angan itu.


"tidak, aku tidak boleh jatuh cinta pada cewek bar-bar ini, Candramaya tetap yang tercantik dialah yang pantas menjadi pendampingku" kata Damar Langit mencoba menepiskan perasaannya pada Lulu


"baiklah sebagai permintaan maafku, aku akan mengajakmu jalan-jalan? " kata Damar Langit


"beneran? " tanya Lulu meyakinkan Damar Langit


"iya" jawabnya ketus


"tapi kealun-alun ya? " pinta Lulu


"iya-iya " jawab Damar


"baiklah tunggu bentar ya, gue ganti baju dulu" kata Lulu senang


Beberapa menit kemudian Lulu sudah siap dengan baju casualnya. Damar langit hanya menggelengkan kepala melihat penampilan Lulu yang mengenakan celana Jeans.


"apa kamu tidak ada baju yang lain? " kata Damar langit sambil menyipitkan matanya


"memangnya ada yang salah?" kata Lulu sambil memperhatikan penampilannya


"bukan begitu, tapi kau taukan bahwa dilingkungan keraton wanita dilarang memakai celana jeans?" kata Damar

__ADS_1


"udahlah gapapa, sekali kali, cos kalau pake rok jadi ribet jalannya, susah gerak" kata Lulu beralasan


"tidak bisa, pokoknya kamu harus ganti baju sekarang" perintah Damar langit


"diiih, gak asik banget sih lo" jawab Lulu yang kesal kembali masuk kekamarnya


Tapi bukan Lulu namanya kalo tak punya akal untuk mengelabuhi Damar Langit.


"baiklah aku akan menutupi celana ini dengan rok panjang saja" fikir lulu dengan senyumnya yang merekah.


Ia kembali menghampiri Damar langit yang menunggunya di taman


"taraa!!, gimana penampilan gue?" kata Lulu sambil berpose didepan Damar Langit


"bagus, tapi kaya emak-emak, hehehe? " ledek Damar sambil tertawa kecil berlari meninggalkan Lulu


"brengsek lo" gerutu Lulu yang kemudian mengejar Damar


Sesampainya didalam mobil Lulu segera melepas rok panjangnya. Damar segera menutup matanya melihat aksi lulu berganti pakaian dimobil.


"apa-apan sih kamu, bisa-bisanya ganti baju dimobil? " kata Damar Langit sambil melajulan mobilnya


"selow aja bro, gue cuma buka rok doank, lagian gue kan gak bugil, hehehe" kata Lulu sambil tertawa


"dasar cewek bar-bar " gerutu Damar Langit sambil melotot kearah Lulu yang kini sudah memakai jeans kembali


"iya kan dilarang pake jeansnya kalo dikeraton, berarti kalo diluar boleh donk, selow aja ntar klo pulang gue pake rok lagi kok" kata lulu sambil tersenyum manis


"terserahlah! " kata Damar Pasrah


"tapi jangan salahin aku kalau kamu nanti mendapat hukuman dari paman Danar, karena aku sudah mengingatkanmu" jawab Damar Langit


"santuy!, asal lo ga ngadu aja" kata Lulu


"sial!!, dia pikir aku tukang ngadu kali" batin Damar Langit yang menghentikan mobilnya disebuah Alun-alun kota Jogjakarta.


Lulu segera berlari menuju sebuah kedai makanan yang tak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil.


"kita makan dulu yuk " sambil menarik tangan Damar Langit


"tenang saja menu disini enak kok, tak kalah enak dengan masakan keraton" kata Lulu yang langsung duduk sambil memesan makanan.


Damar Langit hanya mematung disana, ia tak pernah membayangkan akan diajak Lulu ketempat makan pinggir jalan yang belum pernah ia rasakan seumur hidup. Ia merasa jijik untuk duduk disana. Ia takut banyak debu dan kuman dikursi itu.


Belum hilang rasa takut pangeran, seekor lalat mulai datang menghinggapi makanan yang terpajang dietalase membuatnya jadi tak berselera dan ingin meninggalkan kedai itu. Tampak seorang mengibas-ngibaskan kipas untuk mengusir lalat itu.


Lulu menarik lagi tangan Damar langit yang masih berdiri tak mau duduk.

__ADS_1


"duduk sini! " perintah Lulu


"tidak aku berdiri saja" kata Damar Langit


"tenang saja akan kulap dulu" kata Lulu sambil mengambil tisu dan memngelapkannya dikursi itu


"sudah bersih, silahkan duduk?" kata Lulu ramah


Damar Langit mengambil beberapa Lembar tisu dan menaruhnya diatas kursi yang akan ia duduki.


"kau mau makan apa? " kata Lulu sambil menyodorkan daftar menu


"samain aja" jawab Damar Langit


"ok, soto dua bu, sama jeruk anget dua" kata Lulu


tak perlu menunggu lama dua mangkuk soto panas sudah tersaji didepan mereka


"hmmmm, sedapnya!!, mari makan!" kata Lulu


Damar Langit mencoba mengambil sesendok soto didepannya dan memasukan kemulutnya.


"gimana enakan? " tanya Lulu


"iya" jawab Damar yang semakin lahap menyendok soto didepannya


"hmmm, pilihan Lulu pasti selalu ok" kata Lulu bangga.


Seorang pemilik kedai terus memperhatikan Damar Langit yang masih menyantap soto didepannya.


"apa anda yang mulia Raden mas Damar Langit?" tanya pemilik Kedai


Damar Langit hanya mengangguk sambil tersenyum.


"wahh, tidak disangka kami kedatangan yang mulia pangeran, maafkan hamba tak memberi sambutan yang layak" kata pemilik kedai sambil membungkukan badannya memberi hormat


"tidak apa-apa, tak usah sungkan" jawab Damar Langit sambil berdiri


"bolehkah kami mengajak anda berfoto" kata seorang anak pemilik kedai yang keluar dari dalam kedai


"tentu " jawab Damar Langit ramah


Setelah berfoto dan memberinya tanda tangan Damar Langit dan Lulu pergi meninggalkan kedai itu.


Mereka berjalan-jalan menikmati pemandangan sore hari dialun-alun kota.


Candramaya yang sedari tadi menunggu kedatangan Damar langit, segera berlari kearah Damar Langit yang mulai melambaikan tangan kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2