
Tak hanya surat kabar di Jogjakarta saja, ternyata pemberitaan tentang perjodohan Lulu juga sampai juga ke ibukota.
"wahh mbak Lulu keren, sekarang sudah terkenal ya bu, tapi sayang fotonya kok jelek banget ya bu, hehehe " kata Ayu sambil tertawa kecil melihat foto Lulu dimedia masa.
"yah, mbakmu emang kaya gitu, suka norak kalau didepan kamera, hahaha? " kata Bu Siti sambil tertawa
"kok bapak diem aja sih? " kata Ayu yang melihat pak Joko hanya terdiam tanpa reaksi
"bapak cuma kangen Lulu" kata pak Joko
"iya sih, semenjak mbak Lulu gak ada, rumah ini jadi sepi, gak ada yang jailin Ayu lagi" kata Ayu sedih
"mending kita vidio call sama Lulu yuk" ajak ibu Siti
"ayoo!! " kata Pak Joko dan Ayu bersamaan
*dreeet... dreeet... dreeet
Lulu segera mengambil ponselnya yang terus saja bergetar.
"halo mbak Lulu" sapa Ayu, pak Joko dan Bu Siti bersamaan
"halo Ayu, ibu, bapak" jawab Lulu senang
"mbak, kita semua kangen sama lo?" kata Ayu sambil menangis
"mba juga kangen sama kalian" kata Lulu yang juga ikut sedih
Kini mereka malah menangis bersama tanpa ada pembicaraan.
"iiih, kenapa sih kita malah jadi mewek, bukannya seneng sekarang mbak Lulu dah jadi calon istri pangeran, hehehe? " kata Ayu mengalihkan pembicaraan
"tapi gue gak seneng disini, gue tersiksa, mana guru disekolah Lulu kiler banget, belum lagi gue harus belajar semua aturan kerajaan yang bikin pusing" kata Lulu mengeluarkan unek-uneknya.
"sabar ya nduk, sebentar lagi kamu juga akan mengalami kebahagiaan, inget nduk semakin kita mendekati tanjakan, maka kita juga akan semakin dekat dengan turunan, percaya itu ya nak? " pak Joko menyemangati Lulu
"iya pak" jawab Lulu
"ya sudah kamu istirahat ya nduk, besok kita telpon kamu lagi? " kata pak Joko
" iya pak" jawab Lulu kemudian menutup telponnya.
Lulu tak dapat lagi menahan tangisnya, seketika tangisnya pecah ketika ia menutup telpon, ia tak mampu lagi menyembunyikan kerinduannya pada keluarganya dan juga teman-temannya.
"aku kangen kalian, Ayu, ibu, bapak, ferdaan, hiks...hiks" kata lulu sambil menangis sesenggukan.
Dari kejauhan Damar Langit memperhatikan Lulu yang duduk ditaman sendirian sambil menangis, hatinya mulai iba melihat Lulu yang tampak sedih.
__ADS_1
"ternyata dibalik sikapmu yang bar-bar, kau menyembunyikan kesedihanmu" kata Damar Langit dalam hati
Damar Langit melangkahkan kakinya mendekati Lulu, namun dari kejauhan ia melihat Ganendra yang kini duduk disampingnya. Ia segera menepiskan niatnya dan meninggalkan mereka.
"sendiriana aja, lagi ngapain kamu? " Kata Ganendra
"eh kak gaga, Lulu habis nelpon Ibu sama bapak, abis tadi dikamar tidak ada signal jadi Lulu kesini dech buat nyari signal? " jawab luly mencoba tersenyum
Gaga menatap lulu lekat, ia tau gadis itu sedang menutupi kesedihannya.
"kita jalan-jalan yuk" ajak Ganendra
"tapi Lulu kalo keluar kan harus dikawal, males ah, jadi gak seru nanti kalo ada yang ngikutin " kata Lulu
"selow, nanti gue atur" jawab Ganendra sembari mengerlingkan matanya
"diiih, ka gaga bisa juga ngomong lo gue , hahaha? " kata Lulu kaget sambil memukul pundak Ganendra
Entah kenapa Hatinya begitu bahagia tatkala melihat tawa Lulu yang begitu lepas dan bahagia.
"kenapa jantungku jadi berdebar-debar tak karuan" kata Ganendra dalam hati
"tapi nanti kalo Lulu ketahuan ngomong seperti itu bisa dihukum lagi sama paman Danar, jadi saya sudah kapok, tidak mau lagi memakai kata-kata itu" kata Lulu
"tenang saja kalau kamu denganku bicara aja apa adanya, aku taakan mengadu kepada paman kok" ucap Ganendra
"beneran" kata Lulu tak percaya
"janji ya" kata Lulu sambil menyatukan kelingkingnya dengan kelingking Ganendra
"terus kita perginya gimana? " Kata Lulu bingung
"ayo ikut" Ganendra menarik tangan Lulu
Ia kemudian memberikan baju ganti kepada Lulu.
"pakailah" Kata Ganendra sambil memberikan baju kepada Lulu
Lulu segera mengganti bajunya, dan bergegas keluar menemui Ganendra.
"gimana? " tanya Lulu
"perfect! " jawab Ganendra sambil mengacungkan jempolnya
Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil, melewati beberapa pemeriksaan, karena penyamaran Lulu mereka berhasil lolos dari pemeriksaan.
"yeaahhh!!! " teriak Lulu saat mobil Gaga mulai meninggalkan gerbang keraton
__ADS_1
"kita mau kemana kak" kata Lulu penasaran
"udah kamu tenang aja, pokoknya aku akan bawa kamu ketempat yang sangat indah" jawab Ganendra
"siaaap " kata Lulu sambil mengerlingkan matanya
Mereka kemudian tiba disebuah pantai yang sangat indah.
"waahh kereeen!! " kata Lulu sambil berlari keluar dari mobil
Ganendra hanya mengikutinya dari belakang. Ia melihat Lulu seperti anak ayam yang keluar dari kandangnya. Ia berlari kesana kemari sambil sesekali melompat dan bermain air.
"ka Gaga kenapa diem aja? " kata Lulu
"kaka, liatin kamu aja" jawab Ganendra
Lulu kemudian menarik tangan Ganendra mengajaknya bermain air.
waktu sedah beranjak petang, Ganendra mengajak Lulu duduk diatap mobilnya untuk melihat sunset.
"bagus ya ka" kata Lulu kagum
"iya, makanya kaka ingin ngajak kamu kesini untuk melihat sunset" ucap Gaga
"makasih ya ka, lo udah ajak gue kesini" kata Lulu sambil menyandarkan kepalanya diatas bahu Ganendra
😍😍😍😍😍😍😍
Setelah puas menikmati sunset mereka segera kembali lagi Ke istana.
Sesampainya diistana Lulu segera membersihkan badannya dikamar mandi.
Setelah selesai mandi ia kaget karena dua orang pelayan istana sudah berada dikamarnya.
"kalian mengagetkan ku saja? " kata Lulu sambil mengusap - usap dadanya.
"maafkan kami nona, tadi kami sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, terus kami coba buka ternyata pintunya juga tidak terkunci, saya kira nona tidak ada jadi kami masuk untuk meneceknya" kata Pelayan istana coba menjelaskan
"baiklah, jadi ada apa kalian kemari?" tanya Lulu
"hari ini ada pertunjukan tari nona, yang mulia memintaku untuk menjemput anda" jawab dayang istana
"ooh, baiklah " kata Lulu yang kemudian merapikan dirinya dan segera mengikuti dua pelayan istana
Sesampainya di sana Lulu segera duduk didekat yang mulia Ratu Pitaloka.
"Selamat malam yang mulia" sapa Lulu kepada Ratu Pitaloka
__ADS_1
"selamat malam Lulu" jawab Ratu Pitaloka ramah
Melihat kedatangan Lulu, membuat Selir Arkadewi memikirkan bagaiman cara mempermalukan Lulu agar pihak Istana membatalkan perjodohannya dengan Damar Langit.