
Arkadewi baru saja keluar dari kamar mandi, Ia melihat Yudha masih terlelap, ia menggoyang-goyangkan badannya berusaha membangunkannya.
"bangun!!, dan pergilah sebelum Ganendra curiga" kata Arkadewi berusaha membangunkan Yudha
Bukannya bangun, Yudha malah menarik tubuh Arkadewi kesampingnya. Ia kemudian memeluknya serta mencium lembut bibirnya.
"lepaskan Yudha, nanti Gaga bisa curiga" kata Arkadewi mendorong tubuh Yudha
"pergilah cepat!!" teriak Arkadewi lagi
"iya sayang, aku pergi dulu" kata Yudha sambil mengecup kening Arkadewi
*******
Sementara itu Dokter sudah mengijinkan Lulu untuk pulang kerumah.
Damar segera menggandeng Lulu berjalan menuju ke mobil Tama, yang sudah menunggu mereka.
Sesampainya disana ia melihat mobil Tama sudah penuh dengan teman-teman Lulu.
"kita naik taksi aja sayang" kata Damar
Lulu hanya mengangguk.
"ayo naik " ajak Ganendra yang menghentikan mobilnya didepan mereka
"darimana kaka bisa tau aku pulang hari ini" tanya Luku
"ayu yang memberitahuku" kata Ganendra sambil menunjuk Ayu yang duduk disampingnya
"hmmm" ucap Lulu yang melihat Ayu duduk disamping Gaga
"bisa aja lo, cari-cari kesempatan buat deketin ka Gaga" kata Lulu
"namanya juga usaha mbak, hihihi" jawab Ayu sambil tersenyum kearahnya
Damar senang melihat Ganendra bersama Ayu, setidaknya saingannya mulai berkurang satu.
Sesampainya dirumah nenek, Welas Asih dan Ibunya sudah menyambutnya didepan gerbang rumah, Lulu berjalan menuju keruang tamu, ia duduk disofa bersama nenek dan ibunya.
"apa kau sudah merasa baikan?" tanya Nenek
"iya nek, Lulu sudah sehat" jawab Lulu
"ibumu sudah masak banyak untukmu, ayo kita makan dulu" ajak Nenek
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Teman-temannya sampai juga dirumah nenek.
"apa mereka juga boleh bergabung nek" tanya Lulu sambil menunjuk kearah teman-temannya yang mulai masuk kedalam rumah
"tentu saja, ayo semuanya kita makan siang bersama" ajak nenek
"yeay!!!"teriak mereka senang
" Karena kamar disini terbatas, teman-teman Lulu yang laki-laki akan menginap dirumah Tama, sedangkan Icha akan sekamar dengan Ayu, nanti bu Siti sekamar dengan Lulu" kata nenek
Ayu terkejut begitu mendengar ia sekamar dengan Icha. Ayu merasa takut, ia takut kalau icha akan meraba-rabanya saat malam hari.
Ia takut kalau harus sekamar dengannya, karena Ia tahu kalau Icha seorang lesbi.
"nek, biar ayu aja yang sekamar dengan mbak Lulu, biar ibu sekamar dengan ka Icha" kata Ayu
"Iya nak" jawab Nenek
"hiii, jangan sampai gue sekamar sama ka Icha,,," batin Ayu
Setelah selesai makan siang mereka kemudian duduk di taman untuk mengobrol.
Sementara itu Ayu memilih mengobrol berdua dengan Ganendra yang memilih duduk menjauh dari Lulu dan teman-temannya.
"kaka berarti udah lulus donk" kata Ayu memulai perbincangan
"trus kaka mau lanjutin kuliah dimana?" tanyanya lagi
"insya Allah kaka mau melanjutkan kuliah di Inggris" jawab Gaga
" wuiih, keren ka, aku juga pengin kuliah diluar negeri, tapi gak ada biaya" kata Ayu
"kamu bisa kok ikut program beasiswa, kaka juga kuliah disana karena beasiswa" jawab Gaga
" oh gitu ya ka, yaudah nanti kasih tahu Ayu gimana caranya biar Ayu juga bisa dapat beasiswa seperti kaka?" Tanya Ayu
"ok" jawab Ganendra
Ferdan terus memandangi Ayu yang mulai akrab dengan Ganendra.
***flasback
Siang itu seperti biasa Ayu menunggu Ferdan yang selalu mengantar jemputnya setelah Lulu pindah ke Jogjakarta.
**ciit!!
__ADS_1
Ferdan menghentikan motor matiknya didepan Ayu, setelah memastikan ayu naik keatas motornya, ia segera meluncurkan motornya menuju rumah Ayu.
"kita mampir ke tempat biasa ya ka, ada yang mau Ayu omongin" ucap Ayu
Ferdan segera menghentikan motornya disebuah taman kota, mereka kemudian duduk disebuah kursi panjang yang memang disediakan untuk pengunjung taman.
Ferdan pergi kesebuah warung untuk membeli minuman dan makanan ringan. Ia kemudian memberikan sebotol minuman dingin kepada Ayu.
"makasih ka" kata Ayu
"kamu mau ngomong apa ?" Tanya Ferdan
"besok aku mau ke Jogja ka" kata Ayu
"mau liburan disana ya?" jawab Ferdan
"bukan ka, kami mau menjenguk mbak Lulu yang koma" balas Ayu
"kok bisa Lulu koma, emangnya dia sakit apa" Kata Ferdan yang begitu mencemaskan Lulu
"apa kaka begitu khawatir dengan kondisi mbak Lulu ya?" tanya Ayu yang sedikit kecewa melihat Ferdan masih memperdulikan Lulu
"tentu saja, secara Lulu itukan sahabat gue" jawab Ferdan
"tapi kaka menganggapnya lebih dari sahabat kan?" Tanya Ayu lagi
"kok, lo ngomong gitu Yu" balas Ferdan
"gue tau ka, lo suka sama mba Lulu dari dulu, cuma mba Lulu gak pernah suka sama kaka" kata Ayu
"asal kaka tau, gue juga udah suka sama ka Ferdan dari awal kita bertemu, tapi kaka tak pernah sedikitpun membalas perasaanku, bahkan setelah Mbak Lulu menikah aku kira kaka sudah mulai menyukaiku, karena sudah mau mengantar jemputku kesekolah. Tapi ayu jadi kecewa ketika melihat kaka memeluk mba Lulu dirumah sakit waktu itu. kenapa kaka selalu memberiku harapan ketika Ayu mulai dekat dengan laki-laki lain. Jujur ka sebenarnya perasaan kaka ke Ayu itu gimana " Tanya Ayu
"aku belum tau Yu, yang jelas gue nyaman kalo jalan sama lo" jawan Ferdan
"jangan gantung gue ka, gue juga butuh kepastian" kata Ayu
"maaf yu tapi gue belum bisa kasih jawaban sekarang" kata Ferdan
**********
"kalo Lo suka, kejar dia, jangan sampai lo nyesel, asal lo tahu pangeran itu lebih ganteng dari lo" Kata Ryan yang sukses membuyarkan lamunan Ferdan
Ferdan segera menyusul Ayu yang beranjak pergi meninggalkan Ganendra.
Ferdan menarik Ayu menjauh dari teman-temannya.
__ADS_1
"lo mau ngapain ka" kata Ayu yang melihat Ferdan menatapnya dengan sangat intens