
mamah!!!" teriak Bagas saat melihat Lulu
turun dari mobil Alfian
Lulu segera menangkap Bagas yang berlari kearahnya dan menggendongnya.
"dia anakmu Lu?" tanya Alfian
"iya dia anaku" jawab Lulu sambil menciumi buah hatinya itu
"kamu ngefans ya sama aku, sampe-sampe gaya rambut anakmu sama seperti ku" kata Alfian sambil tertawa kecil
"diih siapa juga yang ngefans sama lo, aku suka aja kalau lihat anak kecil rambutnya ikal trus panjang keren aja gitu" jawab Lulu
"masa??" goda Alfian
"bodo ah!!" jawab Lulu kesal
Alfian terkekeh mendengar ucapan Lulu.
"dede ganteng siapa namanya?" tanya Alfian
"nama aku Bagas" jawab Bagas
"duh imut banget sih kembaran om " kata Alfian gemas
"om lambutnya sama " kata Bagas sambil menunjuk rambut Alfian
Alfian segera jongkok didepan Bagas.
"iya dong, rambut kita sama, gantengnya juga sama" kata Alfian
"diih najong!!" cibir Lulu sambil berjalan masuk kerumahnya
Bagas tertawa geli mendengar ucapan Alfian.
Alfian kemudian mengajak Bagas masuk kedalam rumah, tapi Bagas menolak. Ia malah lari ke jalan dan Alfianpun mengejarnya.
Bagas berhenti disebuah warung dan mengambil beberapa makanan ringan.
Belum selesai Alfian membayar jajanan Bagas, anak itu sudah berlari mengejar tukang ice cream yang lewat didepannya.
Alfian langsung berlari mengejar Bagas yang telah jauh meninggalkannya.
"udah ya Bagas, sekarang kita pulang" kata Alfian sambil menenteng es krim dan jajanan Bagas
"mau itu om" kata Bagas sambil menunjuk tukang mainan yang berhenti tak jauh darinya
Bagas berlari mendekati tukang mainan itu, dan bukaannya mengambil mainan yang ada di depannya ia malah merebut mainan anak yang ada disampingnya.
"aduh!!!, kamu mau apalagi sih Bagas" gerutu Alfian sambil berlari mendekatinya
Bagas dan anak itu saling berebut mainan, dan sepertinya Bagas tidak mau mengalah ia kemudian menggigit lengan anak itu hingga dia melepaskan mainannya. Dia menangis dan meninggalkan Bagas yang tersenyum senang setelah mendapatkan mainannya.
"Lulu!!, ternyata anakmu sama bar-bar nya dengan dirimu!!" batin Alfian
"Bagas gak boleh ambil mainan orang, kita balikin ya mainannya. kasian tuh temennya nangis. Nanti Bagas om beliin yang banyak deh mainan kaya gitu" kata Alfian membujuk Bagas
Setelah bernegosiasi cukup lama dengan Bagas, akhirnya Alfian berhasil mengambil mainan itu dari tangan Bagas.
Baru saja ia membalikkan badannya untuk mengembalikan mainan itu, tiba-tiba seseorang ibu-ibu datang dan memarahinya.
"hey anak muda!!, kalau punya anak itu dijaga ya!!!, jangan dibiarin aja gigit anak orang sampe lebam begini, pokoknya aku gak mau tahu kamu harus tanggung jawab karena anakmu sudah gigit anaku sampe kaya gini!!" maki ibu itu
"iya ibu, sabar ya jangan marah dulu. aku..." belum selesai Alfian menyelesaikan perkataannya ibu itu sudah memotong pembicaraannya
__ADS_1
"gak bisa, aku gak bisa sabar lagi... pokoknya aku mau kamu tanggung jawab!!" teriak ibu itu
"yaudah ibu maunya gimana?, apa aku harus nikahin ibu??" tanya Alfian berusaha membuat suasana lebih rileks karena ia malu ditonton warga se Rt.
"jangan ngelawak, garing tau!!" cibir wanita itu sambil memalingkan wajahnya
"yaudah ni mainannya aku balikin, terus ni sedikit buat berobat" kata Alfian sambil menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu
"nah kalau begini kan cepat kelar urusannya" ucap wanita itu sambil menerima uang dari Alfian
"yaudah kalau gitu aku permisi ya bu, maafin Bagas ya" kata Alfian
"eh gak bisa gitu tunggu dulu" kata wanita itu lagi sambil menatap Alfian dari atas sampai bawah
"apa lagi ibu ku?" tanya Alfian manis
"selfi dulu ya, kan jarang-jarang ketemu mas-mas ganteng" kata wanita itu
"diih, dasar emak-emak udah mata duitan ganjen lagi" gumam Alfian
"yaudah ayo!!" kata Alfian
***ceklik!!!
Alfian kemudian mendekati Bagas yang sedang memilih-milih mainannya.
"jadi berapa semuanya bang?" tanya Alfian
"lima ratus ribu mas" jawab tukang mainan
"mahal banget pak, masa cuma lima buah mobil-mobilan saja harganya sampe lima ratus ribu!!" kata Alfian kaget
"bukan cuma itu mas, nih mainannya semua dibuka-bukain sama anaknya mas ya berarti harus dibeli juga, karena kalau aku jual lagi pasti tidak laku, karena kardusnya sudah dirobek-robek sama si dede" ucap tukang mainan
Ia kemudian mengajak Bagas pulang.
"gendong om!" rengek Bagas yang tidak mau berjalan
"gak bisa dong sayang, kan bawaan om banyak?? gimana gendongnya?" tanya Alfian
Bagas terus merengek, dan Alfian terpaksa menaikkannya keatas bahunya.
"asyik!!, wow kelen sekali!!" teriak Bagas
Alfian berjalan menuju kerumah Lulu.
"fiuuu!!, sampe juga!!" kata Alfian sambil meletakan barang bawaannya dan menurunkan Bagas dari bahunya.
"dari mana aja Al, kok lama banget?" tanya Lulu
"lo pasti kewalahan ngerawat anak lo sendirian ya?" tanya Alfian
"Alhamdulillah Al, ada ibu Ayumi yang membantuku" kata Lulu
"ibu Ayumi siapa?" tanya Alfian
"ibu angkatku, dia yang menyelamatkan aku waktu aku tenggelam di laut Hokkaido" jawab Lulu
"oh gitu"
"tapi lo harus janji Al, jangan cerita ke siapapun kalau aku masih hidup" kata Lulu
"termasuk nyokap lo" kata Alfian
"iya"
__ADS_1
"terus Damar gimana, kasian anak lo, dia butuh figur seorang ayah Lu" kata Alfian
"aku gak mau merusak kebahagiaannya dengan istri barunya, aku gak mau kejadian perebutan putra mahkota terulang lagi gara-gara raja memiliki dua istri, aku akan mengikhlaskan semuanya" jawab Lulu
"memangnya Damar sudah nikah lagi?" tanya Alfian
"iya"
"masa sih, kok aku gak tahu. kan biasanya si Ayu juga suka ngasih kabar kalau ada berita terbaru tentang Damar dan keluarganya, tapi ini gak ada sama sekali, coba nanti aku tanya sama Tama" kata Alfian
"gak usah Al" jawab Lulu
"yaudahlah terserah lo, tapi jangan nyesel nanti ya" ucap Alfian
"iya, ni kamu beli mainan banyak banget?" tanya Lulu
"terpaksa Lu, karena si Bagas udah bongkar semua bungkusnya ya jadi harus dibeli" jawab Alfian.
"jadi lo gak ikhlas ceritanya, yaudah aku ganti berapa semuanya?" tanya Lulu
"diih, baperan banget sih, gak gitu juga kali, cuma tadinya itu aku kira cuma bayar lima mobil-mobilan saja, eh taunya si Bagas malah buka-bukain banyak mainan, jadi ya terpaksa harus dibayar semua, gitu ceritanya Lulu" kata Alfian
"oh, ya emang kalau sama dia harus cepat, kalau lengah ya kaya gitu deh, hehehe" jawab Lulu sambil terkekeh
"yaudah aku pamit ya?" kata Alfian
"lo gak makan dulu?" tanya Lulu
"sebenarnya mau sih apalagi kalau disuapin kamu, tapi gue udah ada janji sama orang jadi lain kali aja ya" kata Alfian
"ok, makasih ya Al, buat mainannya" kata Lulu
"yoi!!" jawab Alfian sambil melambaikan tangannya
Lulu kemudian bergegas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Damar Langit.
"hufft, akhirnya kelar juga!, sekarang tinggal telpon dia buat ambil laptopnya" ucap Lulu
Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Damar.
"hallo, ni siapa ya?" tanya Damar
Lulu masih terdiam, jantungnya berdebar kencang ketika mendengar suara Damar membuatnya tak bisa berkata-kata.
"halo!!, halooo!!" teriak Damar
"iya halo!, saya Nunu mau ngasih tahu kalau tugas yang anda berikan padaku sudah selesai, terus saya harus mengantarnya kemana?" tanya Lulu
"oh iya, yaudah aku kerumah kamu saja, sahreloc rumah kamu aku akan kesana sekarang juga" kata Damar
Deg!! jantungnya berdetak lebih cepat kali ini.
"duh!!, jangan sampai ia datang kerumah bahaya" ucap Lulu dalam hati
"jangan!!, mendingan kita janjian saja ketemu dimana gitu" kata Lulu
"oh gitu, yaudah kamu datang ke kampus aku aja, kebetulan aku masih di kampus dan mau pulang" kata Damar
"ok, shareloc kampus kamu ya,?" tanya Lulu
"baik" jawab Damar
***selamat pagi readers semua jangan lupa kasih like, komen dan jadiin favorit ya. Yang belum kasih bintang kasih bintang lima ya ...maksih semuanya. Happy Reading.
Love Zahra Chan 😘😘❤️❤️
__ADS_1