ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 118 # Tak bisa mengelak lagi


__ADS_3

"papah kamu siapa?" tanya Candramaya lagi


"papah Damar?" jawabnya


"apa!!!, dia anaknya Damar!!, tidak mungkin,,ini tidak mungkin" ucap Maya tidak percaya


"nama ibu kamu siapa?" tanya Candramaya lagi


"mamah Lulu" jawab Bagas


"oh my God, bukannya Lulu udah meninggal, trus dia Lulu yang mana dong" kata Maya sambil memegangi kepalanya


"papah!!" sapa Bagas ketika Damar masuk ke kamar itu


"ternyata kamu disini, pantesan papah cari-cari dikamar tidak ada" ucap Damar sambil menggendong Bagas


"ka, apa benar dia anakmu?" tanya Candramaya


"bukan, dia anak temanku dan kebetulan hari ini dia sengaja aku ajak main ke istana" jawab Damar


"tapi tadi ia bilang kalau ibunya namanya Lulu, makanya aku kira dia anak kaka dan Lulu" ucap Maya


"bukan, tapi memang ibunya Bagas mirip sekali dengan Lulu, dan pertama kali aku melihatnya aku juga mengira kalau dia itu Lulu" kata Damar Langit


"syukurlah, hampir saja aku pingsan tadi ketika mendengar nama Lulu" ucap Maya cm sambil mengelus dadanya


Maya kemudian pergi meninggalkan Bagas dan Damar.


Sementara Damar mengajak Bagas mandi bersama. Setelah selesai mandi Damar mengajak Bagas pergi kerumah Tama.


"hey anak siapa itu?" tanya Danar Gumilang


"dia anak temanku" jawab Damar Langit


"pasti temanmu itu seorang wanita" ucap Danar Gumilang


"dari mana paman bisa tau?" Damar balik bertanya


"dan kau juga menyukainya?" tanyanya lagi


" bahkan kali ini pun benar" sahut Damar


"itu bukanlah hal yang baru jika ada seorang pria dekat dengan anak kecil yang bukan anaknya pasti dia punya maksud tertentu dengan ibunya, makanya ia berusaha mendekati putranya untuk mendapatkan hati ibunya" ucap Danar Gumilang


"kalau sekarang paman salah, aku memang menyukai ibunya Bagas tapi aku juga menyayangi Bagas seperti anaku sendiri tanpa ada maksud tertentu" jawab Damar Langit


"hmmm, bisa juga begitu tapi cuma ada lima persen saja yang seperti itu" kata Danar Gumilang


"kakek!!" ucap Bagas sambil menarik baju Danar Gumilang


"apa?" tanya Danar Gumilang


"gendong" rengek Bagas


Danar Gumilang segera menggendong anak kecil itu. Bagas sangat senang memainkan jenggot dan kumis Danar Gumilang yang mulai memutih, Bahkan Bagas menggesek-gesekan pipinya ke jenggot Danar Gumilang.

__ADS_1


Ia terus tertawa karena kegelian dan terus melakukannya berulang kali.


"kamu ini anak siapa sih, kenapa begitu mirip dengan Damar waktu kecil" ucap Danar Gumilang


"paman aku titip Bagas sebentar ya, aku mau ngobrol-ngobrol sama Tama" ucap Bagas


"hmmm!!!," jawab Danar mengiyakan keinginan Damar


Damar kemudian masuk ke kamar Tama.


" apa kau sudah menemukan bukti tentang dokter Lambang dan dokter Rama?" tanya Damar


"sudah, tapi aku belum bisa mengungkapkan sekarang, aku tidak mau gegabah, tunggulah beberapa hari lagi" jawab Tama


"baiklah, ngomong-ngomong apa kau mencukur jambang dan kumismu?" tanya Damar sambil tersenyum


"iya, karena kemarin ada yang memanggil ku om, aku tidak mau terlihat tua makanya aku cukur semuanya" jawab Tama


"tapi kau tidak terlihat macho lagi sekarang bro" kata Damar


"hahaha, biarlah yang penting aku terlihat lebih fresh sekarang" kata Tama


"sepertinya aku mendengar suara anak kecil, apa kau membawa Ayu kemari?" tanya Tama


"bukan aku membawa anak temanku, dia sangat lucu dan sangat mirip dengan ku" jawab Damar


"masa??" Tama balik bertanya sambil mengernyitkan dahinya


"lihat saja didepan, dia bersama ayahmu sekarang" jawab Damar


"ckckck, kau benar-benar keren bro, tidak ada yang berani memerintah Ayahku selama ini yang terkenal sangat galak dan disiplin, tapi kau berhasil menjadikannya kuda" kata Tama berdecak kagum saat melihat Bagas bermain kuda-kudaan bersama Danar Gumilang


"ayo kuda lari!! lari!!" teriak Bagas sambil terus menepuk punggung Danar Gumilang


"kakek udah capek, besok lagi ya mainnya" ucap Danar Gumilang dengan nafas terengah-engah


"gak mau, kuda ayo lari!!" kata Bagas merengek


"yaudah ganti om Tama aja ya, yang jadi kuda" kata Danar Gumilang sambil menunjuk kearah Tama


Bagas segera berlari kearah Tama dan menyuruhnya menjadi kuda.


"ayah curang, masa aku yang harus menggantikanmu, bukannya Damar" kata Tama sambil menyungutkan wajahnya


"ayo nunduk, Bagas mau naik!!" ucap Bagas


Tama segera membungkukkan badannya, dan Bagas tersenyum didepannya.


"bukannya dia anak yang melempar bola kepadaku di alun-alun, dan dia anak wanita yang sangat mirip dengan Lulu" gumam Tama


"hey, kamu mengenal anak ini dimana?" tanya Tama


"di rumahnyalah" jawab Damar


"maksudnya ibunya" kata Tama

__ADS_1


"oh..di jalan" kata Damar


"apa wanita itu mirip Lulu?" tanya Tama lagi


"iya, memangnya kenapa?, apa kau juga mengenalnya?" tanya Damar


"tidak tapi dialah yang memanggil ku om, makanya aku sampai mencukur jambang ku dan asal kau tahu aku juga bermaksud menyelidikinya, karena aku curiga dia Lulu. sampai-sampai aku minta bantuan Alfian teman Lulu untuk membantuku menyelidikinya" kata Tama


"oh begitu, terserah kau saja. Tapi aku ragu kalau dia Lulu walaupun mereka memiliki banyak persamaan" kata Damar


" kau tidak usah khawatir hari ini juga kita akan tahu siapa wanita itu sebenarnya" kata Tama


**********


Setelah selesai sholat isya Lulu bersiap-siap untuk menjemput Bagas di Istana. Ia kemudian meluncurkan motornya menuju ke keraton Arjowinangun.


"sudah lama sekali aku meninggalkan tempat ini" gumam Lulu ketika sampai di gerbang istana


Ia kemudian menelpon Damar Langit agar mengantarkan Bagas ke gerbang kerajaan, bukannya Damar keluar ke pintu gerbang ia malah menyuruhnya untuk masuk menemuinya di ruang utama kerajaan.


Lulu berjalan masuk menuju ke ruangan utama kerajaan.


Tanpa sengaja Lulu bertemu dengan Danar Gumilang yang baru saja keluar dari ruangan Panji Aryowinangun.


Lulu langsung berlari untuk menghindari Danar Gumilang.


Danar Gumilang yang mencurigai tingkah Lulu yang mencurigakan segera mengejarnya, ia kemudian menarik bahunya dan Lulu langsung menundukkan kepalanya.


"siapa kau?" tanya Danar Gumilang


"aku ibunya Bagas" jawab Lulu


"siapa namamu!!" tanya Danar Gumilang dengan nada tinggi


"aku Nu ..nu" jawabnya gugup


"angkat kepalamu!!, tidak sopan jika bicara dengan orang lain tanpa melihat wajahnya" hardik Danar Gumilang


"huftt!!, kenapa kau masih saja galak paman" batin Lulu


Lulu segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah laki-laki didepannya. Danar terus menatapnya tanpa berkedip.


"benar yang diucapkan Tama, dia sangat mirip dengan Lulu, cuma tahi lalat itu saja yang membedakannya, ciih..kau ternyata memakai tahi lalat palsu" gumam Danar Gumilang sambil terus memperhatikan tahi lalat di dagu Lulu


"maaf sepertinya ada kotoran di wajahmu" kata Danar Gumilang sambil menyentuh tahi lalat di dagu Lulu dan mencopotnya


"awww!!" teriak Lulu kesakitan


"kau lebih cantik jika tanpa tahi lalat palsu itu" kata Danar Gumilang


"paman?" ucap Lulu kaget


" kau boleh menipu semua orang dengan penampilan mu tapi tidak dengan ku yang mulia, aku tidak tahu apa alasan mu menyembunyikan identitas mu, tapi aku senang ternyata kau masih hidup" ucap Danar Gumilang yang kemudian memeluknya


Lulu tak bisa berkutik ataupun menyanggah ucapan Danar Gumilang, karena ia tahu sepandai apapun ia menyimpan rahasia Damar Gumilang selalu berhasil mengetahuinya.

__ADS_1


"sekarang ikut aku untuk menemui Damar!!" ucap Danar Gumilang


Seperti kucing yang di cocok hidungnya, Lulu langsung mengikuti Danar Gumilang menemui Damar Langit.


__ADS_2