
Tama menghentikan mobilnya didepan rumah nenek Welas, Lulu, Icha dan Ayu segera turun dari mobil, Tamapun segera melajukan mobilnya lagi menuju kerumahnya.
Lulu segera masuk kekamar mandi untuk membilas tubuhnya, begitu juga Ayu yang bergantian dengannya. setelah selesai mandi keduanya langsung terlelap karena kecapekan seharian bermain air.
Pagi harinya Ibu Siti dan teman-teman Lulu berpamitan pada Lulu, mereka akan kembali ke Jakarta karena liburan sudah selesai.
"sampai jumpa lagi Lulu!!" kata teman-temannya yang melambaikan tangannya kepada Lulu
"yah sepi deh" kata Lulu lesu sambil berjalan memasuki rumahnya
"Lu, kamu beranikan dirumah sendirian?, nenek akan pergi selama berapa hari l, untuk menemui seseorang, kalau kamu takut nenek akan meminta Tama untuk menemanimu" kata nenek Welas
"tidak usah nek, Lulu berani kok, lagian ada banyak dayang-dayang yang menemani Lulu" jawab Lulu
"baiklah kalau begitu, nenek pergi dulu" kata benek Welas
Lulu mengantar nenek welas sampai kegerbang dan melambaikan tangannya saat mobil yang dinaikinya meluncur meninggalkan paviliun yang tidak terlalu besar itu.
Lulu masuk kedalam kamarnya dan segera menyalakan televisi untuk mengisi waktu luangnya.
****tok...! ,tok...! tok...!!
Lulu segera membuka pintu kamarnya.
" ada yang mencari yang mulia didepan" kata seorang dayang
Lulu berjalan keruang tamu dan ia melihat Ganendra sudah duduk disofa menantinya
" kak Gaga, ada perlu apa?, kaka tumben main kemari" ucap Lulu
"aku mau pamitan Lu" jawab Gaga
"emangnya kaka mau kemana?" tanya Lulu
"aku mau ke London, aku dapat beasiswa kuliah disana" jawab Gaga
"kok hari ini semuanya ninggalin Lulu sih" kata Lulu sedih
"kan aku pergi untuk belajar dan nanti pasti kembali lagi" jawab Gaga
"iya, kaka berangkat jam berapa?" tanya Lulu
" kira-kira pukul satu siang, kamu mau nganterin aku kan Lu" kata Ganendra
"iya" jawab Lulu mengangguk pelan
"makasih ya Lu, yaudah kalau gitu aku harus packing dulu" kata Ganendra
"mau aku bantu?" ucap Lulu
"boleh" kata Gaga
Keduanya kemudian berjalan menuju kevapiliun Ganendra.
Ketika Lulu sedang membantu membereskan baju-baju Gaga yang akan dimasukan kedalam koper tiba-tiba ponselnya bergetar.
Damar melakukan video call dengannya.
"halo" sapa Lulu
__ADS_1
"halo sayang, kamu dimana" kata Damar
"aku dirumah ka Gaga" jawab Lulu
"sama siapa kamu kesana?" tanya Damar
"sendiri" jawab Lulu
"disana ada siapa aja" tanya Damar
"aku sama ka Gaga aja" balas Lulu
"terus kamu dimana sekarang" tanyanya lagi
"aku dikamar ka Gaga sekarang" ucap Lulu
"what !!!, berduan dikamar??? " kata Damar dalam hati sambil membulatkan matanya
Degg!! seketika Damar langsung terperanjat mendengar jawaban Lulu. Hatinya mulai berkecamuk, ia mulai dikuasai api cemburu yang mulai berkobar di dadanya.
"mereka cuma berduaan dikamar lagi, aduuh jangan-jangan???..." batin Damar yang mulai kelabakan dan membayangkan sesuatu yang akan dilakukan Gaga pada Lulu
"bagaimana kalau Gaga mengambil kesempatan untuk menciumnya, atau memeluknya...ahhh!!!,oh Tuhan jangan sampai itu terjadi, aku harus segera menelpon Tama untuk mengawasi mereka berdua" kata Damar dalam hati
"siapa yang nelpon Lu?" tanya Gaga
"Damar" jawab Lulu
Ganendra tertawa kecil ketika mendengar Damar yang menelpon Lulu.
"dia pasti lagi cemburu, gue bakal bikin lo makin cemburu " kata Gaga dalam hati
Ia sengaja ingin mengerjai adiknya yang possesive itu. Gaga kemudian mendekati Lulu.
"makasih ka" jawab Lulu sambil meminum segelas jus yang diberikan Gaga
"kamu gak usah buru-buru packingnya, nih rambut kamu sampe berantakan gini" kata Gaga yang kemudian merapikan rambut Lulu
Lulu hanya bingung dengan kelakuan Gaga yang berubah perhatian kepadanya.
Sementara Damar semakin terbakar api cemburu, ia kesal ketika melihat Gaga yang begitu perhatian dengan istrinya. ia kembali dibuat kesal ketika Gaga sengaja mendekatkan wajahnya dengan Lulu seperti ingin menciumnya, membuat Damar semakin gila dibuatnya.
"sayang!!, sayang!!" teriak Damar berharap agar Lulu segera berpaling dan menjauhi Gaga
"kenapa" jawab Lulu
"udah dulu ya aku mau telpon Tama" kata Damar
"buat apa nelpon Tama?" tanya Lulu
"buat jagain kamu sayang, biar gak digodain kakaku yang berusaha menggodamu " jawab Damar kesal
Ganendra tertawa terbahak mendengar Damar menyebutnya menggoda Lulu, ia merasa berhasil sudah membuat Damar terbakar api cemburu.
"kaka kenapa kok kelihatannya seneng banget?" tanya Lulu
"seneng aja bisa ngerjain Damar sampai cemburu gitu, kamu lihat kan tadi ekspresinya saat kaka dekatin kamu" jawab Gaga
"ih kaka jahat, pantesan Damar mau telpon Tama buat jagain aku disini,"
__ADS_1
"bukan jagain Lu, tapi buat mata-mata kita berdua, hahaha" kata Gaga sambil tertawa
Beberapa menit kemudian Tama sudah tiba dirumah Ganendra
"karena kamu udah datang berati kamu harus anterin kaka ke Bandara" kata Ganendra pada Tama
"baik ka" jawab Tama
Setelah selesai berkemas, Tama kemudian mengantar Gaga ke Bandara.
"terimakasih Tama, sudah mengantarku ke Bandara " kata Gaga sambil memeluk Tama
"sama-sama ka" jawab Tama
"makasih juga Lulu udah bantuin kaka packing hari ini" kata Gaga sambil mengacak-acak rambut Lulu
"sama-sama ka" jawab Lulu yang kemudian memeluk Ganendra
"kaka hati-hati ya" kata Lulu
"iya, kamu juga jangan ceroboh, jaga dirimu baik-baik, jangan buat Damar cemburu" kata Ganendra
"ishh, kaka apaan sih" kata Lulu sambil mencubit perut Gaga
"awww!, sakit tau Lu" kata Ganendra yang memegangi bekas cubitan Lulu
"dasar anak tak tau diri, bahkan kau akan pergipun tak berpamitan pada ibumu" kata Arkadewi kesal
"maafkan aku Ibu, aku kira ibu tak setuju aku kuliah di London, makanya aku tidak berpamitan pada ibu" kata Gaga
Arkadewi kemudian memeluk anak semata wayangnya itu. Ganendra melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang mengalir di pipi Ibunya itu.
"maafkan aku ibu, aku janji akan membuatmu bangga, tunggu aku kembali" kata Ganendra
" pergilah nak, raihlah cita-cita mu , ibu akan selalu mendukungmu" kata Arkadewi melepas Gaga pergi
**************
Bandara Incheon Korean Selatan
"tunggu aku Lulu, aku akan segera kembali untukmu" batin Damar saat
Setibanya di Jogjakarta Damar memilih untuk naik taksi, ia ingin membuat kejutan untuk istrinya itu.
Sesampainya di rumah nenek Welas, seorang dayang membantunya membawakan kopernya.
"apa yang mulia sudah tidur?" tanya Damar
"sudah pangeran" jawab dayang itu
"kenapa sepi sekali, apa nenek dan yang lainnya sudah tidur juga" tanya Damar lagi
"tidak yang mulia, nenek sedang oergi untuk beberapa hari, sementara Ibu Siti dan yang lainnya sudah kembali ke Jakarta" jawabnya
"yes!!!" teriak Damar senang
"ada apa yang mulia?" tanya dayang itu kaget melihat ekspresi Damar yang begitu gembira
"ah, tidak apa-apa, ya sudah letakan saja koper itu disini" perintah Damar yang sudah berada dikamarnya
__ADS_1
"yes!!, akhirnya aku bisa berduaan dengan kamu semalaman bahkan seharian, tunggu
aku sayang, aku akan membuatmu melayang malam ini" kata Damar sambil tersenyum senang