
Tama berdiri di depan Cindy dan memandangi gadis didepannya yang berjalan sambil menangis dan menenteng sepatu high heelsnya.
"maafkan aku ya" ucap Tama sambil mengusap air mata Cindy
"kamu jahat..kenapa ninggalin aku" keluh Cindy
Tanpa basa-basi Tama langsung memeluknya .
"maaf, sekarang ayo aku antar kamu pulang" ucap Tama
Cindy kemudian berjalan mengikuti Tama.
"kenapa lama sekali jalannya " batin Tama
Ia masih menunggu Cindy yang tertinggal jauh dibelakangnya.
"kamu jalannya jangan cepet-cepet, kaki aku kan lecet jadi tidak bisa jalan cepat" keluh Cindy
"huuuft, merepotkan saja" Tama langsung menggendong Cindy menuju ke mobilnya
"aww!!, kau bisa lembut sedikit ga sih ka" ucap Cindy
Tama segera memasang save beltnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Cindy.
"Rumah kamu yang mana?" tanya Tama
"yang cet biru" jawab Cindy
Tama segera membuka pintu mobilnya dan menggendongnya lagi memasuki rumahnya.
"Kamarnya yang mana?" tanya Tama
"belok kiri, yang ada Hello Kitty di pintunya" jawab Cindy
**bruughhh!!
Tama membaringkan tubuh Cindy keatas ranjangnya.
"kenapa rumah sepi sekali, gak dikunci pula" ucap Cindy
"kalau begitu aku pulang" ucap Tama
" terima kasih ya ka" kata Cindy
Tama hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Cindy, baru beberapa langkah ia meninggalkan tempat itu, tiba-tiba lampu padam diikuti teriakan Cindy.
"'aaaaaa!!"
Tama segera kembali ke kamar Cindy, untuk mengeceknya.
"ada apa?" tanya Tama sambil menyalakan lampu handphonenya
"aku takut gelap ka, bisa temani aku dulu sampai lampunya nyala. Karena ibu dan Ayahku sedang keluar kota dan aku sendirian" jawab Cindy
Tama kemudian duduk disamping Cindy yang masih ketakutan.
**kruyuuk!!
Tiba-tiba terdengar suara perut Cindy yang berdemo karena belum makan.
"maaf ka, aku akan buat makanan dulu ya" ucap Cindy sambil memegangi perutnya
"kaki kamu kan sakit, biar aku aja yang menyiapkan makanan untuk mu" ucap Tama
"gak usah repot-repot ka, aku jadi tidak enak sama kaka" ucap Cindy
"aku yang harusnya minta maaf karena sudah membuat kakimu lecet" ucap Tama
"anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku" kata Tama
__ADS_1
"ternyata ka Tama baik banget, dia tak sejahat yang aku pikirkan, maafkan aku ka karena telah suudzon terhadapmu" batin Cindy
Ia kemudian menuju ke dapur dan memasak sesuatu untuk Cindy.
Wangi aroma nasi goreng sudah tercium hingga kamar Cindy.
"sabar ya gengs, bentar lagi kalian akan makan masakannya ka Tama, jadi sabar ya" ucap Cindy sambil mengelus perutnya
Tak lama kemudian Tama datang ke kamar Cindy dan membawa sepiring nasi goreng untuknya.
"makanlah" Tama menyodorkan sepiring nasi goreng padanya
"lampunya sudah nyala jadi, jadi aku juga harus pulang" ucap Tama
"iya makasih ka" ucap Cindy
********
Pagi harinya Al, mengantar Noval dan Ferdan ke stasiun kereta api.
"woiii!!, pulang gak bilang-bilang!" teriak Lulu yang datang bersama Tama
"sorry Lu, kite gak pamit sama lo karena takut lo sibuk" jawab Ferdan
"yaudah kali ini aku maafin tapi besok-besok kaya gini awas aja" ucap Lulu
"siap yang mulia!!" teriak Ferdan dan Noval bersamaan
Kemudian mereka berlima saling berpelukan.
"hati-hati ya, aku pasti merindukan kalian!!" Lulu melambaikan tangannya kepada Noval dan Ferdan
"lo gak ke kampus Lu" tanya Al
"bolos gue" jawab Lulu
"gaklah, kan kita beda kelas" jawab Lulu
"lo anterin gue ke kampus ya Al?" pinta Lulu
"ok, lo ikut ga Rey?" tanya Alfian
"gak, gue udah janjian sama miss mau kencan sungguhan" jawab Ryan.
"cie...yang mau kencan, emangnya yang kemarin bukan kencan??" goda Alfian
"gaklah, kan kemarin ada lo jadi gak bisa mesra-mesraan" jawab Ryan
"suee!!, yaudah kita duluan ya Rey" ucap Alfian
"ok bro!!"
Alfian segera masuk kedalam mobilnya bersama Lulu.
"ini kampus lo, Lu" ucap Alfian sembari markirkan mobilnya didepan gerbang kampus
"iyeh"
"keren!!, gede banget kampusnya, lo pasti betah kan kuliah disini" ucap Alfian
"gak juga Al, karena gak ada temen kaya kalian disana" keluh Lulu
"cari teman baru dong Lu" ucap Alfian
"gak bisa move on dari kalian" ucap Lulu manja
"uuhhh!!!, tayang..tayang" balas Alfian
"diih apaan sih" cibir Lulu
__ADS_1
"lah kan lo yang mulai" ucap Al
"yaudah gue masuk dulu ya " Luku berpamitan
"iya , hati-hati" ucap Alfian
Lulu segera berlari menuju ke kelasnya.
"loh kok kosong, pada kemana ya" kata Lulu
Ia kemudian bertanya pada OB yang sedang membersihkan ruangan.
"oh... mereka berkumpul di lapangan, karena ada pengumuman dari para senior" ucap OB itu
" makasih" Lulu segera berjalan menuju ke lapangan
Lulu segera mengendap-endap untuk dapat masuk ke dalam barisan kelasnya. Namun seseorang segera menarik lengannya ketika Lulu mencoba masuk ke dalam barisan itu.
"jangan karena kau dekat dengan Tama, makanya kau bisa lolos dari hukuman!!" hardik Angger
"ikut aku!!" ajak Angger
Annger kemudian membawa Lulu ke sebuah gudang.
"rasakan kau akan menyesal karena telah membuatku kesal kemarin
Angger segera mendorong Lulu kedalam gudang itu.
"kamu mau ngapain ha!!" teriak Lulu
"gue mau ngurung lo di sini" jawab Angger
***buuugh!!
Lulu segala melayangkan pukulannya pada Angger hingga membuat laki-laki itu jatuh terpental
"dasar cewek bar-bar, baiklah aku juga bisa membalas mu" ucap Angger sambil melayangkan tinjunya.
***buughh!!!
Angger kembali tersungkur ketika Lulu melayangkan tendang mautnya kembalu.
*plok!!, plook!!
"emejing!!!, wadidaw !!!, baru kali ini gue lihat seorang Angger jatuh tersungkur dihajar cewek" ucap seorang cowok yang baru saja memasuki gudang itu
Apip mendekati Lulu dan terus memojokkannya hingga ia tersudut di pojok ruangan.
"ternyata lo manis juga, gue pasti bisa taklukin lo buat jadi pacar gue" Apip berusaha untuk mencium bibir Lulu, tapi sayangnya ia malah mendapatkan pukulan keras hingga membuatnya merintih kesakitan
"bener-bener bar-bar, ni cewek!!, seumur-umur belum pernah ada satupun cewekpun yang menolakku, tapi kau malah menhajarku" keluh Apip
"makanya jangan coba-coba mengusikku, kalau kalian tak ingin mendaoarkan pukulan maut ku
Ia kemudian meninggalkan mereka di dalam gudang itu.
"si Tam-tam kemana lagi, ditelponin gak di angkat-angkat!!" teriak Lulu
Lulu kemudian mendengar suara orang sedang mendesah dari dalam toilet.
"aku akan mengabulkan permintaanmu dan memberikan nilai A untuk mata kuliahku jika kau mau melayaniku" ucap pria di dalam toilet
"baiklah, aku akan melakukan apapun agar aku tetap menjadi mahasiswa terbaik di kampus ini dan bisa terus bersama Angger" jawab seorang wanita
Lulu penasaran, ia memasang telinganya di pintu toilet.
"dasar tidak tahu diri, kalian melakukan hal tidak pantas dikampus ini, baiklah aku akan menggagalkan kesenangan kalian!" ucap Lulu sambil melayangkan tendangannya di pintu toilet
***braakkk!!!
__ADS_1