
Lelaki itu terus menatapnya, Lulu tak menyadari jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya.
Yoga mencubit tangan Lulu.
"awww, kenapa si ndut? " tanya Lulu
"ada yang liatin kamu terus dari tadi" kata Yoga
Lulu melirik kearah tangan Yoga.
"siapa dia? " tanya Lulu
" sepertinya anak baru, aku tak mengenalnya" jawab Yoga
"yaudah biarin aja" jawab Lulu yang kembali memasukan sendok demi sendok soto kemulutnya
Setelah selesai belajar Lulu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan kelas.
Lulu melihat Damar yang Berdiri didepan kelasnya.
"tumben lo disini, nungguin gue? " tanya Lulu
"kalo iya memang kenapa? " Damar balik bertanya
Lulu tak dapat menjawab pertanyaan Damar.
"hari ini tugas kalian sampai disini saja, kembalilah ke istana tidak usah mengawalnya, aku yang akan menjaga dia" titah Damar kepada dua pengawal Lulu
"baik yang mulia" jawab dua pengawal itu serentak
Para pengawal itu kemudian pergi meninggalkan Damar dan Lulu.
Damar menarik tangan Lulu, pergi meninggalkan kelas.
Sesampainya diparkiran mereka bertemu dengan Candramaya.
"Damar, Lulu!!! " teriak Candramaya sambil melambaikan tangannya
Ia kemudian mendekati Damar dan Lulu.
"ada apa" tanya Damar
"aku cuma mau mengingatkan kalau petang nanti aku akan kepaviliunmu lagi untuk melanjutkan project kita yang belum selesai" jawab Candramaya
"maaf saya tidak bisa, kau kerjakan sendiri saja, aku akan menemani Lulu hari ini" jawab Damar
__ADS_1
Mendengar jawaban itu Candramaya merasa kesal, ternyata usahanya sia-sia
untuk mendekati Damar.
"ciih.. awas aja lo cewek udik, aku pasti akan merebut Damar dari tangan lo" batin Candramaya
Damar segera masuk kedalam mobil dan melesat dengan kecepatan sedang.
Ia menghentikan mobilnya disebuah kafe yang tidak terlalu rame.
Ia segera turun dan masuk kedalam kafe tersebut.
"yang mulia, silahkan masuk" sapa seorang pelayan ramah
Damar segera duduk dan memesan menu makanan, sementara Lulu hanya diam tak bersuara.
"Damar!!! " Panggil seseorang yang mendekat kearah mereka
"hai Sean!, apa kabar" kata Damar
"baik bro, aku lihat berita pernikahanmu kemarin, apa itu benar? " kata Sean
"benar, kenalkan Lulu, istriku" Damar memperkenalkan Lulu pada Sean
"Lulu" kata Lulu sambil menjabat tangan Sean
"tidak salah lagi dia laki-laki yang sedari tadi memperhatikanku dikantin" Lulu membatin
"lo sekolah di Budi Waluyo juga? " tanya Lulu
"kok tau" jawab Sean
"tadi gue lihat lo dikantin" jawab Lulu
"benar yang mulia, tadi aku penasaran dengan istri dari Raden Mas Damar Langit, makanya aku ikutin kamu sampe kantin" kata Sean menjelaskan
Seorang pelayan membawa pesanan Damar dan menyajikannya dimeja.
"silahkan dinikmati, saya tinggal ke ruanganku sebentar ya" kata Sean yang masuk kedalam ruangannya
"siapa dia? " tanya Lulu
"Dia sahabat kecilku, dia juga yang punya kafe ini, tapi aku baru tau kalau dia sekarang bersekolah disekolah kita, karena setahuku dia itu tinggal diluar negeri" jawab Damar
Lulu hanya mengangguk, kemudian ia langsung menyantap hidangan yang ada didepannya.
__ADS_1
"enak banget!! " kata Lulu sambil mengunyah makanannya
"kalau makan itu jangan bersuara dan harus pelan-pelan, nanti bisa tersedak" kata Damar
"baik yang mulia" jawab Lulu sambil tersenyum
Damar menghentikan makannya, ia menatap Lulu masih menikmati makanannya.
"ada apa? " Tanya Lulu yang salah tingkah karena Damar terus memperhatikannya
Damar hanya tersenyum sambil menyeka ujung bibir Lulu yang terkena saus.
Rona merah langsung terpancar dari wajahnya, Lulu hanya menunduk tanpa berani menatap Damar.
Sean masih memperhatikan Damar dan Lulu yang terlihat begitu mesra, ada makna terselip dibalik tatapannya.
Setelah selesai makan mereka kemudian kembali ke istana. Tak ada obrolan selama perjalanan pulang, mereka hanya diam menahan rasa yang sulit diungkapkan.
Sesampainya dipaviliun, Damar segera berganti baju dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Sementara Lulu masih asik membalas chat dari Ayu.
Merasa diabaikan oleh istrinya, Damarpun segera menghampiri Lulu, mengambil ponselnya, kemudian melemparnya kesofa.
Ia tak menghiraukan Lulu yang langsung menyungutkan wajahnya.
"kenapa si lo" tanya Lulu
Damar tak menjawab, dia hanya berjalan mendekatinya. Wajah Lulu hanya tertunduk ketika Damar terus menatapnya dari dekat. Jantungnya berdegup kencang ketika Damar mulai mendongakan wajahnya.
"apa yang sebenarnya ia akan lakukan" batin Lulu
Ia memejamkan matanya ketika Damar mulai mendekatkan bibirnya. Namun bukannya mencium Lulu Damar langsung memenggendong paksa Lulu menuju kekamarnya.
Dilemparnya tubuh Lulu keatas kasur tempat tidurnya, ia kemudian mendekatinya sambil, kali ini Lulu tak lagi memejamkan matanya. Ia tahu kalau Damar hanya ingin menakutinya saja. Namun ia kaget ketika kali ini Damar benar-benar mendaratkan ciumannya kebibir tipisnya.
"lo sekarang cuma miliku seorang, tak ada seorang lelakipun yang boleh mendekatimu" bisik Damar melepaskan ciumannya
Kali ini Lulu tak mampu melawan Damar yang kembali mencium bibirnya dengan lembut.
Damar membuat Lulu benar-benar melayang dengan semua sentuhan lembutnya.
"makasih sayang, Aku benar-benar sangat mencintaimu sayang, apa kamu juga mencintaiku?" tanya Damar sambil memeluk tubuh Lulu
Lulu hanya tertunduk malu mendengar pengakuan Damar, wajahnya seketika bersemu merah. Melihat Lulu yang tersipu malu Damar kemudian mengecup kening istrinya itu.
"I love you my princess" kata Damar
__ADS_1
"I love you too" jawab Lulu sambil tersipu malu dan menutupi wajahnya dengan selimut karena Damar yang terus menatapnya
Kemudian keduanya tertidur pulas setelah melakukan aktivitas yang begitu melelahkan.