
Minggu pagi yang cukup hangat, Damar Langit dan Ganendra terlihat sedang berlatih berkuda ditemani oleh Paman Danar. Sementara Lulu masih meringkuk diatas ranjangnya.
Dua orang pelayan mengetuk pintu kamar Lulu, namun tak ada jawaban. Seperti biasa mereka mencoba membuka kamar Lulu, benar saja tak terkunci.
*Kreeeeak!!! (suara pintu dibuka)
"dasar ceroboh" gumam seorang pelayan yang mulai melangkahkan kakinya kekamar Lulu
"nona!!" seseorang mulai memanggil namanya untuk membangunkannya
Lulu mulai mengerjapkan matanya, ia menatap kedua orang pelayan dengan senyuman manisnya.
"selamat pagi, mbak-mbak dayang cantik?" sapa Lulu
"selamat pagi nona" jawab mereka kompak
"nona hari ini anda ditunggu untuk latihan berkuda, segeralah mandi dan ikut kami" seorang dayang istana mulai membacakan agenda Lulu hari ini.
"tapi masih terlalu pagi" kata Lulu mencoba menarik selimutnya lagi
"nona sekarang sudah pukul delapan pagi, jadi mohon nona segera bersiap-siap" kata dayang istana sambil membuka tirai kamar Lulu
Cahaya matahari mulai masuk menyusup melalui celah-celah kaca, membuat Lulu merasa silau dan segera menuju kekamar mandi.
Sembari menunggunya mandi kedua dayang itu membereskan kamar Lulu yang berantakan, tak lupa mereka juga mempersiapkan segala keperluan Lulu hari ini.
"segaaarnya! " kata Lulu yang baru keluar dari kamar mandi
Hanya dalam hitungan menit saja Lulu sudah siap dan mengikuti kedua dayang istana yang membawanya kesebuah pacuan kuda.
Sesampainya disana ia melihat Damar Langit dan Ganendra sedang memacu kudanya diiringi paman Danar dibelakangnya.
Ia segera duduk ditribun penonton sembari membuka ponselnya. Lulu ingin sekali mengabadikan momen balapan kedua pangeran itu.
****cklik... cklik
*Bruggghhh***!!!
Kedua pangeran itu terjatuh manakala kuda yang mereka tunggangi menabrak halang rintang yang begitu tinggi. Beberapa orang pengawal kerajaan segera berlari menolong Damar Langit sementara Ganendra tampak diacuhkan.
Melihat itu Lulu segera berlari kearah Ganendra yang mencoba bangkit dan berdiri. Lulu sebenarnya bingung, ia ingin sekali menolong keduanya tapi karena ia melihat Damar layngit sudah dikerumunin oleh pengawal yang hendak menolongnya ia berpaling kearah Ganendra yang terabaikan.
Ia segera mengulurkan tangannya dan membantunya berdiri. Melihat Lulu yang lebih memilih menolong Ganendra daripada dirinya membuat Damar Langit kesal.
"kenapa kamu lebih memperhatikannya daripada aku" batin Damar Langit
Matanya terus saja memperhatikan Lulu yang memapah Ganendra menuju tribun. Lulu segera mengambil botol air minumnya dan memberikannya kepada Ganendra.
__ADS_1
"minumlah" kata Lulu
"terima kasih Lu" jawab Ganendra
"sama-sama ka" kata Lulu dengan senyum yang sumringah
"kaka ada yang luka? " tanya Lulu
"tidak ada, hanya terkilir saja, nanti juga segera baikan" jawab Ganendra
"Damar yang terluka kakinya" kata Ganendra Lagi
Mendengar Damar terluka sontak saja membuat Lulu segera bergegas untuk melihatnya.
ia berjalan melangkahkan mendekati Damar yang sedang meringis kesakitan.
Lulu segera duduk disampingnya dan mencoba membantu pengawal istana yang membersihkan luka Damar Langit.
"biar Lulu saja yang membersihkannya" kata Lulu kepada pengawal istana
Lulu memnuangkan Alkohol keatas kapas dan mulai membersihkan darah yang mengalir dilutut Damar.
Melihat Lulu didepannya Damar Langit langsung menolak apa yang dilakukan Lulu, ia membuang semua peralatan P3k didepannya dan mendorong Lulu menjauh darinya.
"aku tidak buruh bantuanmu!, pergi sana! " hardik Damar Langit sambil mendorong Lulu
Danar Gumilang hanya tersenyum melihat apa yang terjadi didepannya.
"dasar anak muda, selalu saja begitu" gumam Danar Gumilang
***************
Diruang pendopo utama nampak Sri Sultan sedang mengadakan pertemuan tertutup dengan Danar Gumilang.
"bagaimana hubungan Damar dengan Lulu dimas? " tanya Sri Sultan
"saya rasa mereka sudah mulai ada rasa satu sama lain kangmas Prabu" jawab Danar Gumilang
"baguslah kalau begitu, dan Lulu bagaimana apa dia sudah ada kemajuan" tanya yang mulia
"lumayan, anak itu cukup cerdas dalam beberapa hal walaupun kadang terlihat norak dan sok jagoan"kata Dansr sambil tertawa kecil
"aku harap ia segera berubah menjadi putri yang anggun dan berkharisma" kata Sri Sultan
"pasti yang mulia, saya rasa dia sudah menunjukannya kini, tinggal bagaiman kita bisa lebih keras lagi mendidiknya" kata Fanar Gumilang
"aku percaya padamu dimas" ucap Panji Aryowinangun
__ADS_1
"besok akan ada acara kunjungan kekeraton Solo, apa yang mulia ingin mengajak serta Damar dan Lulu, sekalian memperkenalkan mereka kepada keluarga keraton Surakarta" kata Danar Gumilang
"itu ide yang bagus dimas" ucap Panji Aryowinangun
***********
Lulu masih tak juga keluar dari kamarnya ia masih merasa kesal dengan kelakuan Damar Langit. Seharian ia hanya bermain game online dikamarnya.
"dasar brengsek!!!, awas aja lo, ketemu lagi gue hajar sampe mampus! " batin Lulu sambil mengepalkan tangannya.
*tok.. tok.. tok!!!
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"pasti mba dayang lagi" kata Lulu lirih
"masuk saja, tidak dikunci" jawab Lulu sambil terus memainkan game online tanpa menoleh kearah seseorang yang kini sudah berdiri didepannya.
"ada apa lagi? " kata Lulu yang masih menunduk memandangi ponselnya
"aku minta maaf" kata Damar Langit
"maaf untuk apa? " jawab Lulu yang masih tak sadar Damar Langit berdiri didepannya
"maaf atas perlakuanku tadi, aku hanya kesal saja melihatmu lebih memperdulikan Ganendra daripada aku" kata Damar Langit yang kini duduk disebelahnya
Mendengar ucapan itu membuat Lulu segera menatap kearah lawan bicaranya.
"lo!!! " teriak Lulu kaget
Mendengar teriakan Lulu membuat Damar langit segera menutup mulut Lulu dengan telapak tangannya.
"sssttt! jangan teriak, nanti bisa bahaya" kata Damar Langit yang masih menutup mulut Lulu
Lulu hanya mengangguk dan Damarpun segera melepaskan tangannya.
*buugghhh!!
sebuah pukulan melayang keperut Damar Langit yang membuatnya meringis kesakitan.
"bisa gak sih, tidak bicara kasar dan terus memukulku" kata Damar Langit yang masih merintih kesakitan
"itu balasan buat lo karena tadi lo udah dorong gue" jawab Lulu ketus
"dasar pendendam, coba kalau aku juga pendendam sepertimu, sudah berapakali kau kuhajar" jawab Damar Langit
"bodo!!" jawab Lulu ketus
__ADS_1
"kan tadi aku sudah minta maaf, apa masih belum dimaafin juga" kata Damar Langit sambil menatap Lulu