ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 55 #kembali ke istana


__ADS_3

Tama kemudian melesatkan mobilnya menuju ke istana. Lulu menarik nafas panjang ketika mobil Tama berhenti didepan rumah nenek. Ia sudah mempersiapkan diri apabila terjadi sesuatu terhadapnya.


"aku yakin kamu bisa Lulu, semangat!!" kata Lulu menyemangati dirinya sendiri.


Ia segera turun dari mobil, nenek sudah menyambutnya didepan gerbang.


"dasar keras kepala, disuruh sembunyi divilla malah datang kemari!! "kata Nenek sedikit kesal


"halo nenek, Lulu kangen" kata Lulu memeluk neneknya


"sekarang masuk dan istirahat sana!" titah nenek


Lulu segera masuk kedalam kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya keatas kasur.


Beberapa menit kemudian beberapa orang berbadan kekar memasuki rumah nenek.


"maaf yang mulia, kami ditugaskan untuk membawa Putri Lulu ke istana sekarang juga" kata salah seorang dari mereka


"apa tidak bisa ditangguhkan, aku yang akan menjaminnya" kata nenek


"maaf yang mulia kami hanya menjalankan tugas" jawab pria itu


Lulu segera bangun karena mendengar keributan diluar.


"aku sudah siap! " kata Lulu berjalan mendekati mereka


Nenek hanya bisa menghela nafas melihat keberanian Lulu.


"selalu saja semaunya sendiri, tak memikirkan akibatnya, dasar bodoh! " maki Nenek


Lulu hanya tersenyum kearah nenek.


"maafkan Lulu nek, Lulu gak mau merepotkan nenek lagi" kata Lulu yang kemudian mencium tangan nenek


Dua orang pria kekar itu kemudian membawanya masuk kedalam mobil kerajaan dan meninggalkan rumah nenek.


Tama masuk kedalam rumahnya, dilihatnya Sang ayah sedang membaca buku.


"maaf ayah, ada yang ingin aku tanyakan? " kata Tama meminta izin ayahnya


"tanyalah" jawab Danar Gumilang


"apakah ayah mengenal orang ini? " tanya Tama sambil menyodorkan sebuah foto kepadanya


Danar Langit tercengang dengan apa yang dilihatnya.


"Darimana kau mendapatkan foto ini! " kata Danar Gumilang


"Lulu menemukannya dikafe Sean? " jawab Tama


"siapa Sean?" tanyanya lagi


"dia teman sekelas kami? " ucap Tama


"teman sekelas ???" kata Danar Langit

__ADS_1


" iya ayah dia adalah siswa pindahan dari luar negeri" jawab Tama


"apa dia sudah lama disekolahmu" tanya Danar Gumilang


"baru satu bulan" jawab Tama


"hmmm, baiklah ayo kita kerumah nenek sekarang " perintah Danar Gumilang


Danar Gumilang akhirnya sampai juga dikediaman nenek Welas.


"ada yang ingin aku bicarakan ibu, ini sangat penting? " kata Danar Gumilang


"apakah lebih penting dari membebaskan Lulu dari ruang isolasi" kata nenek


"apa!!, Lulu ditahan" kata Tama kaget


"lebih aman dia disana daripada diluaran" jawab Danar Gumilang


"apa maksudmu Danar? " tanya nenek


"Pangeran Yudha Wibawa sudah kembali ibu" kata Danar Gumilang.


"tidak mungkin, dia sudah lama tiada bagaimana mungkin ia kembali? " nenek tak percaya


"tapi putranya sudah kembali untuk membalaskan dendam ayahnya" Danar Gumilang menyodorkan foto Pangeran Yudha bersama Sean


"siapa dia?" tanya nenek


"Dia.. Sean putra dari Pangeran Yudha, yang menyusup masuk kesekolah kerajaan" Danar menjelaskan


"dia punya usaha kafe didekat Alun-alun " jawab Tama


"Ayah, aku juga tadi memergoki Asri dayang yang melayani Lulu sedang menemuinya" Tama mencoba memberitahukan penemuannya.


"Jadi benar dugaanku, kalau ia mungkin ada hubungannya dengan kasus Lulu" kata Danar Gumilang


"bagaimana dengan Arkadewi?" tanya nenek


"dia sama sekali tak terlibat dalam kasus ini, aku sudah menyelidikinya" jawab Danar Gumilang


"baiklah lanjutkan penyelidikanmu, aku mau istirahat dulu" kata nenek yang kemudian masuk kekamarnya


*************


Lulu masih duduk berdiam sebuah ruangan yang berada dibelakang Istana, ada yang bilang itu adalah ruang isolasi bagi keluarga kerajaan yang melanggar aturan kerajaan.


Namun Lulu tak menganggapnya sebagai penjara karena ruangan itu bahkan lebih besar dari kamarnya diJakarta dan dilengkapi fasilitas yang lumayan untuk ukuran orang biasa seperti dirinya.


Ia membuka ponselnya, ia membuka sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.


"buka pintu, aku ada didepan" isi pesan dari orang yang tak dikenal


Lulu penasaran dan segera membuka pintu kamarnya.


Tak ada seorangpun didepan kamarnya, hanya secarik kertas yang tertinggal didepan pintu.

__ADS_1


Lulu kemudian membacanya.


"temui aku nanti malam dialun-alun " isi surat misterius


"sebenarnya siapa dia?? " tanya Lulu penasaran


Seseorang masuk kekamar Lulu,


"yang mulia, besok adalah hari pertama kasus anda akan disidangkan didepan para tetua dan para petinggi istana, apakah anda memerlukan sesuatu untuk mempersiapkan sidang besok? " kata Pria itu


"apakah saya boleh keluar dari istana? " tanya Lulu


"baiklah, karena yang mulia cooperative, kami mengizinkanmu tapi kami hanya memberimu waktu Tiga jam saja, dan yang mulia harus kembali tepat waktu" jawab pria itu


"baiklah " kata Lulu


"halo tam-tam, bisa antarkan aku kealun-alun nati malam" pinta Lulu


"baik yang mulia" jawab Tama


sesampainya di alun-alun, Lulu mencoba menghubungi nomor misterius itu beberapa kali tapi hasilnya nihil. panggilannya tak pernah dijawab.


Lulu kemudian melihat Asri yang sedang berlari ketakutan.


Ia segera mengejarnya dan Lulu berhasil menangkapnya.


"apakah kau yang mengambil surat Gaga dari kamarku" tanya Lulu


"benar yang mulia, tapi saya mohon maaf, saya melakukannya karena terpaksa, adiku sedang sakit keras dan memerlukan banyak biaya, dan seseorang menjanjikan uang yang sangat besar untuk melakukan pekerjaan itu" kata Asri memberikan alasan


"tapi bagaimana dia bisa tau aku punya surat dari ka Gaga" telusik Lulu


"waktu itu aku tak sengaja melihat surat itu, dan aku membacanya, tapi aku segera mengembalikannya lagi. Saat aku pulang kerumah, ada seseorang yang mengikutiku, dia menanyai tentang dirimu yang mulia. Bahkan dia menjanjikan uang yang besar jika aku bisa menyebutkan kelemahanmu. Lalu aku cerita tentang surat itu dan dia menyuruhku mengambil surat itu, dengan iming-iming uang yang besar" Asri mulai menceritakan detail


"lalu foto itu darimana? " tanya Lulu lagi


"kalau itu saya tidak tahu yang mulia" jawab Asri


"tapi beberapa hari ini ada seseorang yang menerorku dan hendak membunuhku" kata Asri


"siapa? " tanya Lulu


"aku tidak tahu, dia selalu memakai topeng" jawab Lulu


"lalu apa hubunganmu dengan Sean, " tanya Lulu


Asri hanya terdiam, tiba-tiba sebuah tembakan melesat ketubuh Asri yang membuatnya jatuh terkulai tak berdaya.


**dor!!!!


Tama segera menarik Tubuh Lulu menjauh dari Sana.


Tapi Lulu kembali menyeret Asri masuk kedalam mobilnya.


"Yang mulia, jauhi Sean" kata-kata terahir dari Asri sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terahirnya

__ADS_1


"kau sudah banyak berbicara hari ini sudah saatnya kau pergi!! , dan my princess kau berhutang padaku karena akulah yang menyuruhmu datang kemari" kata Sean dari balik semak-semak sambil menyunggingkan senyum liciknya.


__ADS_2