ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 102 # Firasat


__ADS_3

Hari yang bersejarah pun tiba, hari ini semua abdi dalem keraton berkumpul di aula utama kerajaan untuk menyaksikan upacara penobatan putra mahkota yang sempat beberapa kali gagal.


Damar terlihat tampan didampingi oleh Lulu yang tampak cantik berbalut gaun putih dan memakai mahkota. Semua mata tertuju kepada kedua pasangan remaja itu, mereka takjub dengan keserasian dan kemesraan yang ditampilkan oleh keduanya.


Para awak media pun meliput acara itu secara live.


"lihatlah!!, usahamu berhasil kawan!" kata Lambang kepada temannya yang sedang menonton acara televisi itu sambil membaca buku


"iya ...aku bahagia melihatnya" kata laki-laki itu


"terus kapan kau akan kembali lagi kesana?" tanya Lambang


"aku tidak akan kembali, aku sudah nyaman menjadi diriku yang sekarang" jawab Ganendra


"tapi kasian ibumu, kabarnya ia sampai mengalami gangguan kejiwaan, dan masih dalam perawatan dokter sampai sekarang" kata Lambang


"iya, yang penting ia masih sehat, aku akan menjenguknya nanti, tapi sebagai Rama bukan sebagai Ganendra" ucap Gaga


"terus apa rencana mu sekarang?" tanya Lambang Adi Waluyo


"aku akan kuliah disini saja sambil memantau keadaan ibu" kata Ganendra lagi


"baiklah, aku pasti akan selalu mendukungmu" kata Lambang


#Flashback


Ganendra menelpon Damar yang sudah berada di Osaka Jepang.


Ia sengaja memakai nomor baru dan diberi nama Danar Gumilang, agar Damar tidak curiga, ia menjadikan Lulu sebagai alasan agar Damar mau kembali ke Jogjakarta.


Setelah berhasil meyakinkan Damar, pagi harinya ia menjalankan rencananya untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum racun yang telah ia persiapkan sebelumnya.


Danar Gumilang membawa Ganendra ke ruang UGD, Lambang Adi Waluyo yang saat itu bertugas sebagai dokter jaga terkejut melihat Ganendra yang merupakan adik kelasnya tergeletak tak sadarkan diri dengan mulut berbusa.


"Gaga!!, tidak salah lagi dia Gaga!!" kata Lambang yang segera melakukan tindakan medis terhadapnya


Ia berhasil mengeluarkan racun dari dalam perut Ganendra, dan menyelamatkan nyawanya.


"kamu kenapa melakukan hal konyol seperti ini?" tanya Lambang ketika Ganendra sudah siuman


"tolong jangan kasih tau semuanya kalau aku selamat, buat aku seolah-olah meninggal, aku hanya ingin ibuku menyadari kesalahannya dan yang terpenting aku ingin melihat Damar menjadi putra mahkota" jawab Gaga


"tapi kau tak perlu bunuh diri seperti ini, bahaya!!, untung nyawamu masih bisa aku selamatkan, coba kalau tidak, kau akan mati" kata Lambang


"justru itulah tujuanku, tapi kau malah menyelamatkan aku" kata Ganendra


"baiklah, aku akan melakukan seperti apa yang kau mau" kata Lambang

__ADS_1


"terima kasih kawan" kata Ganendra


******"*****"


Setelah acara penobatan putra mahkota selesai, Lulu mengadakan pesta kecil-kecilan bersama teman-temannya di istana.


"sekarang silahkan makan sepuasnya, aku tahu kalian pasti lapar" kata Lulu


"lo tahu aja Lu" kata Ferdan


Semuanya menikmati jamuan yang sudah tersedia dimeja makan.


"setelah ini kamu mau kuliah dimana Lu?" tanya Icha


"disini saja gak usah jauh-jauh" jawab Lulu


"baguslah, aku kira karena kau sudah jadi istri seorang pangeran terus gak kuliah lagi" kata Ferdan


"kuliah dong, aku kan mau menjadi seorang mechanic profesional" jawab Lulu


"keren Lu, nanti aku juga mau kuliah di sini aja biar bisa ketemu sama kamu terus" goda Ryan


"diiih, bisa gitu" jawab Lulu


"bisa dong kali aja bisa dapet istri putri raja, hahaha" kata Ryan sambil tertawa


"iya Lu, kita juga gak bisa lama-lama disini, nanti malam kita balik ke Jakarta" kata Noval


"kok tumben cepet banget" ucap Lulu


"masih banyak yang harus kita selesaikan" kata Ferdan


"baiklah, eh kok ngomong-ngomong dari tadi Al diem aja, kamu kenapa Al?" tanya Lulu


"gapapa, aku cuma lagi menikmati makanan ini aja" jawab Alfian


"ou gitu...yaudah lanjutkan makannya" kata Lulu


Mereka asyik berbincang hingga sore hari, mereka kemudian berpamitan karena harus bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.


"huftt!!!, capek banget hari ini" kata Lulu sambil merebahkan tubuhnya


"yaudah kamu mandi terus tidur sayang, besok kita akan pergi ke Jepang kan buat bulan madu" kata Damar


"ok" kata Lulu sambil berjalan menuju ke kamar mandi


Lulu berjalan mendekati Damar yang sedang packing keperluan mereka.

__ADS_1


"sayang perasaanku kok gak enak ya" kata Lulu


"gak enak kenapa?" tanya Damar


"sepertinya aku malas pergi bulan madu ke Jepang, hatiku bilang kita jangan pergi kesana, kenapa kita tidak bulan madu disini saja. Bukankah banyak kota-kota yang indah di Indonesia, contohnya aja Labuan Bajo, Lombok, Bali dan masih banyak lagi. Kita gak usah ke Jepang ya sayang?" Lulu merajuk


"sayang kita bulan madu kesana sekalian aku belajar disana, kemarin kan sempat gagal karena aku harus kembali lagi ke sini. Jadi mending sekarang aku kesana lagi tapi aku ingin kamu ikut denganku, menemaniku belajar sekalian kita bulan madu, nanti kita buat anak sebanyak-banyaknya disana" kata Damar sambil tertawa kecil


"isshh, kamu mulai omes ya sayang" kata Lulu


"biarin we, orang kita kan sudah jadi suami istri wajarlah kalau aku ngomong seperti itu, sekarang kamu istirahat saja, biar aku yang packing. Kan katanya kamu capek" kata Damar sambil


"iya , makasih ya sayang" kata Lulu sambil membaringkan tubuhnya di ranjang


"mimpi yang indah ya sayang" kata Damar sambil mengecup keningnya


Lulu kemudian menarik selimutnya dan memejamkan matanya.


Lulu ketakutan karena berada ditengah-tengah masa yang sedang melakukan unjuk rasa. Ia terjebak diantara ribuan pengunjuk rasa yang mulai melakukan tindakan anarkis. Ia mencari-cari keberadaan Damar yang hilang dari pandangannya.


Mulutnya berteriak memanggil-mangil namanya, tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Ia mencoba berteriak sekeras-kerasnya, namun tetap saja susah untuk mengeluarkan suaranya. Ia berlari mengejar sesosok lelaki yang mirip dengan suaminya, tapi sialnya sebuah tembakan mengenai lelaki itu membuat tubuhnya roboh seketika.


Tubuhnya jatuh lunglai ditanah, Lulu segera mendekatinya dan ia menangis histeris melihat Damar yang menghembuskan nafas terakhirnya diperlukannya.


Tangis Lulu semakin menjadi-jadi ketika seseorang menyeretnya kedalam sebuah ruangan dan mulai mengarahkan pistol kepadanya.


Lulu segera membuka matanya ketika seseorang mengguncang-guncangkan tubuhnya.


"bangun sayang!!, kamu mimpi buruk ya?" tanya Damar


Lulu segera memeluk erat suaminya seakan tak mau terpisahkan.


"kamu kenapa sampai berteriak-teriak histeris seperti itu" kata Damar


"aku mimpi buruk sayang, aku melihat seseorang membunuhmu di depanku" kata Lulu


"tenanglah sayang itu hanya mimpi, sekarang kamu mending mandi, lagian sudah pagi kita juga harus bersiap-siap untuk pergi sekarang" kata Damar


"sayang?, sekali lagi aku minta kita gagalin aja rencana bulan madu ke Jepang ya, perasaan ku benar-benar tidak enak" kata Lulu merajuk


"tapi semuanya sudah siap sayang, aku tidak mau mengecewakan Romo, lagian kita disana itu tinggal di kerajaan, jadi kita aman karena ada banyak pengawal yang melindungi kita" kata Damar meyakinkan Lulu


"tapi ..." belum selesai Lulu berbicara Damar sudah menutup mulutnya dengan kecupan manisnya


"aku yakin itu cuma mimpi sayang, percayalah aku akan selalu bersamamu dan melindungi mu" kata Damar sambil memeluk istrinya


Lulu hanya pasrah karena ia tak bisa menolak kehendak suaminya, ia hanya berdoa semoga firasatnya salah kali ini.

__ADS_1


__ADS_2