ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 113 # Bagas bertemu Damar


__ADS_3

Lulu bersiap-siap untuk pergi untuk menemui Damar, baru saja ia melangkahkan kakinya keluar pintu kamarnya tiba-tiba Bagas menarik bajunya.


"mamah mau kemana?" tanya Bagas


"mamah mau kerja, Bagas sama omah ya" Lulu mencoba mencoba membujuknya agar ia tidak ikut bersamanya


"tidak mau, Bagas mau ikut mamah" jawab Bagas


Lulu bingung karena Bagas terus merengek akhirnya karena waktu sudah siang ia terpaksa mengajak Bagas bersamanya.


Ia kemudian memesan taksi online, tak berapa lama sebuah mobil sedan berhenti didepan rumahnya. Ia segera naik dan sopir taksipun segera membawa mereka ketempat tujuannya.


"makasih ya pak" ucap Lulu sambil memberikan ongkos taksi pada sopir itu


"sama-sama mbak" jawabnya


Lulu segera menuju ke kedai soto, sesampainya disana Damar segera melambaikan tangannya dan Lulu berjalan kearahnya.


"maaf ya saya telat" kata Lulu sambil mendudukan Bagas disampingnya


"iya gapapa" ucap Damar


"mamah om ganteng itu siapa?" tanya Bagas


"nama om Damar Langit, kamu siapa?" tanya Damar


"aku Bagas om" jawabnya polos


"kamu ganteng banget mirip kaya om waktu kecil" kata Damar Langit


"masa sih om?" tanya Bagas


"beneran, kalau Bagas gak percaya ni coba lihat foto om waktu kecil" kata Damar sambil membuka ponselnya dan menunjukan fotonya waktu balita


"tuh miripkan??" kata Damar tersenyum padanya


"iya ini Bagas" jawab Bagas sambil menunjuk foto Damar


"tapi kata mama Bagas mirip papah, apa om papahnya Bagas??" tanyanya pada Damar


Deg!!, seketika wajah Lulu langsung pucat mendengar ucapan Bagas.


Damar membelai lembut wajah Bagas yang terlihat polos dan terus menatapnya.


"apa om papahnya Bagas" Bagas mengulangi pertanyaannya


Tentu saja kata-kata itu membuat hati Lulu seperti di iris-iris.


"iya, dia papah kamu nak" kata Lulu dalam hati


Ia kemudian memalingkan wajahnya untuk mengusap matanya yang mulai berembun


"memangnya papah kamu dimana?" tanya Damar


"gak tau om" jawab Bagas


"memangnya suami kamu dimana Nu?" tanya Damar


"eh... maaf tadi nanya apa ya, aku kurang dengar" ucap Lulu mencoba menghilangkan kegugupannya


"papahnya Bagas dimana?" tanya Damar


"oh..eh..dia ...dia" jawab Lulu

__ADS_1


"aku papahnya Bagas" kata Rama yang langsung memotong pembicaraan Lulu


Lulu melotot mendengar ucapan Rama, ia sudah mengepalkan tangannya untuk menghajar wajah tampannya.


"papah !!" teriak Bagas yang berlari kearah Rama dan Ramapun segera memeluknya


"sayang kamu ikut papah aja ya, biarkan mamah bicara sama om" kata Rama


Bagas langsung mengangguk dan berjalan mengikuti Rama.


"apa sebenarnya hubungan ka Gaga dengan wanita ini, apa mereka adalah sepasang suami istri??" t kata Damar penasaran


"apa kalian sudah bercerai?" tanya Damar


"tidak, bukan begitu..kamu salah paham dia itu bukan papahnya Bagas, tapi Bagas suka memanggilnya papah, dan dia juga sudah menganggap Bagas seperti anaknya sendiri" jawab Lulu


"syukurlah!!" kata Damar


"apa?" tanya Lulu memastikan ucapan Damar


"oh maksud saya mungkin saja dia melakukan itu karena dia menyukai mu?" kata Damar


"tidak mungkin, mana ada laki-laki yang mau menikah dengan seorang wanita yang telah memiliki anak, apalagi dokter Rama kan tampan terus juga mapan. Sudah pasti dia akan memilih gadis yang masih single, cantik yang sesuai untuknya" ucap Lulu


"kamu juga cantik!!, tidak masalah juga jika harus menikah dengan seorang single parent" ucap Damar


"hehehe, kamu jangan coba menghiburku" ucap Lulu sambil tersenyum kecut


"beneran kamu itu cantik dan manis,?" ucap Damar


Lulu tersipu mendengar pujian Damar.


"kamu bisa aja, udah buruan mana tugas yang harus saya kerjakan" kata Lulu


"kenapa kau tidak menikah lagi?" tanya Damar


"sudahlah jangan tanyakan itu aku tidak mau menjawabnya" kata Lulu


"kenapa apa kau masih mencintainya?" tanyanya lagi


"aku sangat mencintainya dan aku berjanji tidak akan pernah menikah lagi dengan lelaki lain" jawab Lulu


"aku suka gayamu, baru kali ini aku bertemu dengan seorang yang sangat setia seperti mu" kata Damar


" kalau kau ada waktu,nanti malam aku ingin mengajakmu dinner, apa kau bersedia?" tanya Damar


"apa ini sebuah sogokan agar aku segera menyelesaikan tugas-tugas kuliahmu?" tanya Lulu


"tidak, aku ingin lebih dekat denganmu, tapi kalau kau tidak bersedia juga tidak apa-apa" kata Damar


" iya aku mau" jawab Lulu


Damar hanya tersenyum mendengar jawaban spontan Lulu.


"baiklah aku akan menjemputmu nanti malam" kata Damar sambil mengerlingkan matanya


Rasanya jantung Lulu mau meledak saat Damar mengatakan semuanya, dan tentu saja semua perhatian dari Damar membuatnya melayang.


"kalau begitu aku pamit ya" kata Damar


"iya hati-hati" balas Lulu


Lulu kemudian keluar untuk menemui Bagas dan Rama.

__ADS_1


"sayang ayo kita pulang" kata Lulu


"Bagas mau sama papah" jawab Bagas


"nantikan bisa main lagi, kasian papahnya capek" kata Lulu membujuk Bagas agar turun dari gendongan Rama


"udah ga papa kok, sekalian aku antar kamu pulang" kata Rama sambil menarik lengan Lulu


"gak usah, mendingan aku naik taksi aja lebih aman" jawab Lulu ketus


"kenapa kamu sepertinya tidak menyukaiku?" tanya Rama sedih


"bukan begitu aku cuma tidak suka aja ketika kamu bilang kalau kami itu papahnya Bagas, itu aja kok" sahut Lulu


"apa kau masih berharap bisa kembali lagi bersama Damar?" tanya Rama


"sudah cukup dok, apa urusanmu menanyaiku seperti itu?" Lulu balik bertanya


"aku cuma butuh pengakuanmu saja, kalau kau benar-benar Lulu aku akan menjauhimu karena kau adalah istri adiku, tapi jika kau bukan Lulu ijinkan aku mengungkap perasaanku padamu, karena aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kita bertemu" ucap Rama


"kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Lulu


"apa aku salah jika mencintaimu?" tanya Rama


"tidak ka, kamu tidak salah, aku memang Lulu dan aku yakin kau itu ka Gaga bukan?" tanya Lulu sambil terisak


"iya aku Gaga" jawab Rama


"kenapa kau pura-pura meninggal ka, kau sangat jahat hingga membuat kami benar-benar kehilangan dirimu" kata Lulu yang kemudian memeluk Gaga


"kami tega ka!!" kata Lulu sambil terus memukul-mukul dada bidang Gaga


"maafkan aku Lu, aku terpaksa melakukannya karena aku tidak mau membuat kamu dan Damar terus-terusan ditindas oleh ibuku" jawab Ganendra


Lulu kemudian melepaskan pelukannya karena Bagas terus menatapnya.


"mamah kenapa nangis?" tanya Bagas


"mamah Bahagia karena bisa ketemu sama papah kamu" goda Ganendra


"berarti om beneran papahnya Bagas dong" ucap Bagas senang


Ganendra hanya mengangguk.


"asyik !!!, Bagas punya papah"


"lagian kau kenapa sampai nyamar begini kalau kau masih mencintai Damar?" tanya Ganendra sambil melepas tahi lalat palsu di dagu Lulu


"awww!!, sakit tau ka" kata Lulu sambil mengusap dagunya


"kamu dandan dan pakai softlens segala pasti sengaja untuk menarik perhatian Damar bukan?" tanya Ganendra


"dih ka Gaga sotoy!!, ini tuh biar Damar gak ngenalin gue" cibir Lulu


"ininih yang aku suka dari kamu, sifat bar-bar kamu , hahaha" kata Ganendra sambil tertawa


"isshh, ka Gaga nih rese" ucap Lulu


"mulai sekarang kamu jangan panggil aku Gaga lagi, panggil aku Rama" ucap Ganendra


"kenapa ka?" tanya Lulu


"aku tidak mau Damar tahu kalau aku masih hidup jadi aku merubah semua identitas ku" jawab Ganendra

__ADS_1


"dan mulai sekarang aku akan membantumu untuk kembali lagi menjadi permaisuri Damar" ucap Ganendra


__ADS_2