ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 131 # Mengungkap kejahatan Rahardian 3


__ADS_3

"oh iya, aku lupa ...kenalin Bagas anak aku" ucap Ganendra


"sayang kenalin dia tante Shila, temannya papah" Ganendra memberitahu Bagas


"what!!, jadi dia cuma menganggapku teman saja, pantas sikapnya begitu dingin padaku" ucap Shila kecewa


"sayang turun dong, kasian papahnya berat gendong kamu" Lulu menghampiri mereka bersama Ayumi


"hey, apa dia pacar kamu?" tanya Lulu ketika melihat Shila bersama Gaga


"bukan Lu, dia Shila temen aku waktu SMP dan kebetulan sekarang kami ada kerjaan bareng di rumah sakit, itu aja tidak lebih" jawab Gaga


" kalau lebih juga tidak papa, aku ikut senang ka, apalagi Shila cantik, cocok untuk jadi pasangan kaka" ucap Lulu


"jadi benar Gaga cuma menganggap ku sebagai temannya saja tidak lebih, percuma aku dandan maksimal untuk membuatnya takluk padaku tapi tidak berhasil" keluh Shila dalam hati


"apa dia mantan istrimu??" tanya Shila


"hahaha!!" Lulu tak berhenti tertawa ketika Shila menanyakan hal itu pada Ganendra


"bukan ..dia istri adikku Damar" jawab Ganendra


"tapi kenapa anak itu memanggil mu papah?" Shila masih bingung dengan status Gaga


"kau salah paham Shila, dia itu bukan anak ka Gaga, cuma dia memang terbiasa manggilnya papah, dan kaka tidak menolaknya makannya sampai sekarang Bagas tetap memanggilnya papah" Lulu coba meluruskan kesalah pahaman Shila


"oh... berarti Gaga benar-benar masih lajang bukannya duda kan?" Shila kembali bertanya untuk meyakinkan dirinya


"memangnya kalau duda kenapa??, apa kau tidak mau berteman dengan ku kalau aku sudah duda" ucap Gaga


"bukan gitu Ga, cuma tidak sreg saja rasanya kalau harus menjalani hubungan dengan seorang berstatus duda" jawab Shila


"tapikan ka Gaga itu duren (duda keren) masa sih masih gak mau sama dia" Lulu mencoba menjelaskan pada Shila


"tetap saja aku lebih suka menjalin hubungan dengan pria yang masih perjaka bukan duda"


ucap Shila kemudian pergi meninggalkan Ganendra dan Lulu


"sial!!, bukannya bilang dari awal kalau dia itu duda, malah merahasiakannya!!" Shila kesal karena mengira jika Gaga adalah seorang duda


"Shila!!!, tunggu!!" Teriak Lulu ia kemudian berinisiatif untuk mengejarnya, tapi Ganendra melarangnya pergi


"sudah tidak usah dikejar!, lagian aku juga tidak terlalu suka dengan sikapnya yang sombong, dan agresif" ucap Ganendra menarik lengan Lulu


"Shila itu siapa sih ka, sepertinya kakak belum pernah menceritakannya padaku?" Lulu mulai menelisik

__ADS_1


"kita ceritanya didalam saja yuk, kasian Bagas sepertinya ngantuk?" ucap Gaga


"eh tapi tadi aku jalan sama Tam-tam, gimana dong?" tanya Lulu


"suruh saja dia pulang sendiri, kamu Bagas dan ibu Ayumi biar aku yang antar pulang, sekalian aku juga mau pulang" kata Ganendra


"ok, kalau gitu aku telpon Tam-tam dulu ya" Lulu berjalan menjauh dari Ganendra dan kemudian menelpon Tama untuk memberi tahukan bahwa ia akan pulang bersama Ganendra.


Setelah selesai menelpon Lulu segera masuk kedalam mobil dan Gaga mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"maafkan aku ya ka, gara-gara Bagas acara dinner kaka jadi gagal" Lulu merasa tidak enak hati karena Gaga tidak jadi dinner dengan Shila


"dari awal juga sudah gagal sebelum kalian datang" ucap Gaga


"memangnya kenapa gagal?" tanya Lulu


"dia tidak mau dinner di kedai soto langganan kita katanya tempatnya kumuh dan masakannya tidak higienis" Gaga mulai menjelaskan


"terus"


"Shila mintanya dinner di kafe langganannya, tapi baru saja kami mau jalan eh si ganteng datang" ucap Ganendra


"lagian kaka ngapain ngajak dinner Shila kok di kedai soto ya jelas tidak maulah, harusnya tuh bener ke kafe supaya lebih romantis dan pasti kalian udah jadian sekarang" ucap Lulu


"tapi sebenarnya kaka suka kan sama Shila?" Lulu bertanya lagi


"aku tidak tahu Lu, yang jelas aku cuma tidak mau membuatnya kecewa ketika ia mengajakku keluar malam ini, aku tidak mau dicap cowok yang sombong olehnya makannya aku iyakan ketika ia mengajakku untuk kencan" Gaga menjelaskan alasannya jalan dengan Shila


"oh begitu, tapi lain kali kakak tidak boleh begitu, itu namanya PHP, mendingan kakak jujur saja kalau tidak mau itu lebih baik daripada hasilnya seperti sekarang malah mengecewakan, apalagi kalau nanti dia tahu kakak bukan seorang duda pasti dia tambah marah kan" ucap Lulu


"tapi aku tidak mengatakan aku ini seorang duda, dianya aja yang salah tangkap terus tidak konfirmasi lagi cuma menyimpulkan sendiri jadi ya...terserah" sahut Ganendra


"mendingan kaka telpon dia sekarang, dan jelasin semuanya sama Shila, biar dia gak salah paham" Lulu mencoba memberikan solusi


"tidak perlu" jawab Gaga


"yaudah terserah" ucap Lulu yang kemudian turun dari mobil karena sudah tiba di istana.


"huftt!!, Damar pasti pulang pagi lagi!!" Lulu mengeluh karena akhir-akhir ini Damar sering pulang Pagi karena kesibukannya


"biar aku saja yang menggendong nya" ucap Gaga pada Ayumi, ia kemudian menggendong Bagas yang tertidur ke kamarnya


"makasih ka" ucap Lulu


"apa akhir-akhir Damar sering pulang larut?" tanya Gaga

__ADS_1


"iya"


"kamu harus hati-hati ya, jaga Damar dan juga Bagas" ucap Gaga


"iya ka"


Gaga kemudian keluar dari paviliun Lulu, ia kemudian keluar istana untuk mencari udara segar. Matanya terbelalak ketika melihat sekelebat bayangan hitam yang menuju ke ruang Arsip.


Ia berlari mengikuti bayangan itu.


" kemana orang itu, cepat sekali gerakannya" ucap Gaga


"bukankah itu ruang kerja paman Danar?" Ganendra kemudian mendekati ruangan yang pintunya terbuka itu


" tidak ada orang disini, tapi kenapa kertas-kertas banyak berceceran" Gaga mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan itu


"brakk!!"


Sebuah benda keras dihantamkan seseorang hingga mengenai kepalanya, membuat Gaga merasa pusing. Namun ia masih sempat menahan kaki pria misterius yang masuk keruangan itu hingga tidak dapat kabur dari sana.


Ganendra berusaha berteriak minta tolong agar ada orang yang datang membantunya. Dan tak berselang lama beberapa orang pengawal datang dan membantunya mereka kemudian berusaha mengejar laki-laki itu yang berhasil melarikan diri.


"kau tidak apa-apa yang mulia?" tanya Danar Gumilang yang baru saja tiba bersama Damar Langit


"kepala ku sangat pusing paman" ucap Gaga


Danar kemudian membawa Ganendra dan menyandarkannya disofa.


"aku akan mengantarmu pulang" ucap Danar yang kemudian memapahnya menuju ke paviliunnya


Sementara Damar membereskan semua berkas-berkas yang tercecer diruang kerja Danar Gumilang.


" apa ada yang hilang?" tanya Danar Gumilang yang baru saja kembali dari paviliun Ganendra


"ada beberapa usulan dari tetua yang hilang" jawab Damar Langit


"aku sudah menduganya, ini pasti ulah kang mas Rahardian" jawab Danar Gumilang


"kita harus waspada mulai sekarang, terutama dirimu, aku takut mereka merencanakan sesuatu kepada kita karena telah mengungkit masalah yang akan membuat mereka jatuh miskin, sehingga mereka akan mencoba menyelamatkan diri mereka dari jerat hukuman yang akan menimanya" ucap Danar Gumilang


"baik paman"


"awas Lulu dan juga Bagas putramu, karena aku takut mereka akan menjadi sasaran empuk untuk membuat kita lemah" ucap Danar


"kau harus belajar dari pengalaman kasus-kasus terdahulu" Danar Gumilang mencoba mengingatkan Damar untuk lebih waspada

__ADS_1


__ADS_2