ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 99 # Janji Ganendra


__ADS_3

"aku janji padamu aku akan mengembalikan semuanya pada Damar, dan bila perlu akan kuberikan hidupku untuknya, aku tidak ingin melihat orang yang kucintai bersedih lagi" kata Ganendra sambil memeluk Lulu


"kaka ngomong apa sih" kata Lulu bingung


"berjanji lah kamu akan selalu mendampingi Damar apapun yang terjadi, dan ingat kau harus selalu tersenyum karena aku sangat suka melihat mu tersenyum" bisik Ganendra yang kembali memeluk Lulu


"aku sayang sama kamu Lu, walaupun kau tidak bisa membalas cintaku, tapi aku janji akan terus membuat mu tersenyum" batin Ganendra


Ganendra seperti enggan untuk meninggalkan Lulu disana.


"maafkan aku jika aku punya salah padamu, sekarang aku akan pergi" kata Ganendra yang kemudian pergi meninggalkan Lulu


Lulu menatap kepergian Ganendra penuh tanya.


"ada apa dengannya?, kenapa dia begitu aneh hari ini" kata Lulu


"semoga keputusan yang aku ambil ini tidak salah" batin Ganendra


*************


#Osaka, Jepang


**dreet...dreet...dreet


Damar segera mengangkat ponselnya yang terus berdering.


"halo, ada apa paman?" tanya Damar


"cepatlah pulang, Lulu kecelakaan"


"apa!!!, yang benar paman??" tanya Damar Langit tidak percaya dengan apa yang didengarnya


Bukannya menjawab, Danar Gumilang malah mematikan ponselnya.


"halo, paman!!"


"halo!!" teriak Damar kesal


"sebenarnya apa yang terjadi dengan Lulu, kenapa paman menyebalkan sekali hari ini!!" gerutu Damar


Ia kemudian segera memberitahukan Nakamura tentang kecelakaan yang menimpa Lulu.


"baiklah, kau bisa pulang dengan cepat dengan menggunakan fasilitas dari kerajaan, dan aku akan menunggumu kembali lagi kesini setelah semuanya selesai" kata Nakamura


"terima kasih atas pengertiannya, baiklah aku akan siap-siap dulu" kata Damar


Ia kemudian pergi ke bandara diantar oleh Nakamura dan pengawalnya.


"sekali lagi terima kasih pangeran Nakamura" ucap Damar berpamitan


Ia kemudian melambaikan tangannya dan langsung masuk untuk check in.


**************

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Arkadewi, betapa tidak hari ini adalah hari penobatan Ganendra putranya menjadi seorang putra mahkota yang akan menggantikan Panji Aryowinangun menjadi seorang raja nantinya.


Ia tampak terlihat cantik dengan senyumnya yang terus merekah.


Semuanya sudah siap dan tinggal menunggu kehadiran Ganendra yang belum juga hadir disana.


Hampir sebagian warga Jogja sudah tumpah ruah untuk menyaksikan acara akbar dari pintu gerbang kerajaan, dan ada yang menonton melalui layar televisi raksasa yang disediakan didepan gerbang istana.


Lulu juga hadir disana untuk menyaksikan acara sakral itu.


Semua mulai merasa curiga karena sudah menunggu satu jam lebih tapi Ganendra tidak juga datang ke acara itu


"kemana dia?" kata Arkadewi sambil terus menghubungi ponselnya


Beberapa kali Arkadewi mencoba menghubungi Ganendra, tapi sayangnya selalu tidak diangkat, ia kemudian meminta beberapa orang pengawal istana untuk menjemput Ganendra dirumahnya


Arkadewi tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


"kenapa perasaanku tidak enak, jangan-jangan sesuatu terjadi dengannya" kata Arkadewi dalam hatinya


Ia kemudian segera bergegas untuk menjemput Ganendra dirumahnya.


Ia terkejut melihat raut wajah pengawal yang baru saja keluar dari rumahnya.


"ada apa sebenarnya, kenapa kalian keluar tanpa mengajak Ganendra " kata Arkadewi dengan tatapan penuh kecemasan


"yang mulia bisa melihat sendiri apa yang terjadi dengan pangeran" kata salah seorang dari pengawal


"kalian benar-benar kurang ajar, berani menyuruhku!!" teriak Arkadewi sambil mendorong tubuh kedua pengawal itu


Tubuhnya langsung lemas dan jatuh tak sadarkan diri.


**************


Ruangan yang semula hening menjadi gaduh ketika dua orang pengawal memberikan kabar kepada yang mulia raja mengenai kejadian yang menimpa Ganendra. Panji Aryowinangun segera mengutus Danar Gumilang untuk mengecek ke kediaman Arkadewi.


Danar Gumilang segera berlari menuju ke paviliun Arkadewi bersama beberapa orang pengawal.


Sesampainya disana ia segera membawa Ganendra dan juga Arkadewi ke rumah sakit.


Arkadewi yang sudah sadar dari pingsannya segera berlari dari ruangannya untuk mencari keberadaan Ganendra.


"yang mulia mau kemana" kata Danar Gumilang yang menjaga ruang perawatan Arkadewi


"dimana Gaga!!!, aku ingin menemuinya!!" teriak Arkadewi


"sabar yang mulia, dokter sedang memeriksa keadaannya" kata Danar Gumilang


"kamu jangan bohong Danar, aku tahu kau tidak suka jika anaku menjadi putra mahkota bukan?, makanya kau sengaja menjauhkannya dariku" kata Arkadewi sambil meronta mencoba melepaskan diri dari Danar Gumilang


"berhentilah berulah seperti anak kecil kalau kau ingin putramu selamat!!" kata Danar Gumilang dengan nada tinggi


"bagaimana keadaan putraku Danar, apa dia baik-baik saja" kata Arkadewi yang mulai tenang

__ADS_1


"makanya diamlah disini!, aku juga sedang menunggu kabar dari dokter" ucap Danar Gumilang


"aku tidak akan maafkan diriku, jika sesuatu yang buruk menimpa putraku" ucap Arkadewi


Tak berapa lama kemudian seorang dokter datang menemui Danar Gumilang.


"bagaimana keadaannya?" tanya Danar Gumilang


"kami mohon maaf yang mulia mungkin karena keterlambatan dalam memberikan pertolongan kepada pangeran Ganendra membuat racun yang ia telan langsung menyerang sarafnya sehingga nyawanya tidak dapat kami selamatkan" kata sang dokter


"tidak mungkin!!!, putraku tidak mungkin meninggalkan aku sendiri, dia masih hidup, dia hanya tidur!!!" teriak Arkadewi yang kemudian berlari mencari keberadaan Ganendra di setiap ruangan


Danar kemudian menarik lengan Arkadewi dan membawanya menemui Ganendra yang sudah terbujur kaku.


"bangun nak!!!, bangun!!!" teriak Arkadewi sambil terisak


"ibu janji tidak akan memaksamu menjadi putra mahkota lagi!!, bangunlah sayang!!, ligat ibu nak!!" kata Arkadewi sambil menangis tersedu-sedu


Danar Gumilang berusaha menenangkan kakak iparnya itu.


"sudahlah yang mulia, biarkan pangeran beristirahat dengan tenang, ikhlaskan saja kepergiaannya" kata Danar Gumilang


Arkadewi kemudian melepaskan semua kesedihannya dipelukkan Danar Gumilang.


**********


Lulu yang mendengar kabar tentang Ganendra, segera bergegas ke rumah sakit untuk mengunjunginya.


Sesampainya disana Lulu hanya mematung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"benarkah kau melakukannya kaka " kata Lulu sambil memandangi jenazah Ganendra dihadapannya


"kau bukannya membuatku tersenyum ka, tapi kau malah membuat ku bersedih karena kehilangan dirimu" kata Lulu yang kemudian memeluk jenazah Ganendra


"Kenapa kau melakukan semua ini ka, aku dan Damar tidak menginginkan semua ini, aku bangga jika memang kaka memang yang harus menjadi putra mahkota" bisik Lulu


"jika kau pergi lalu siapa yang akan menghiburku jika aku sedang ada masalah, kemana aku harus bercerita ka" bisik Lulu yang tak dapat menahan kesedihannya


************


Damar baru saja mendarat di bandara Adi Sucipto, ia kemudian segera mengecek ponselnya .


Ia terkejut karena mendapat banyak sekali misscal dari Lulu.


"ada apa sebenarnya?" tanya Damar


Ia kemudian berjalan keluar Bandara untuk mencari taksi, namun ia sempat berhenti disebuah kedai minuman ketika mendengar acara televisi yang banyak memberitakan tentang upaya bunuh diri yang dilakukan oleh Ganendra.


"tidak mungkin, aku tidak percaya dia melakukan itu" gumam Damar Langit sambil menyaksikan acara headline news disebuah stasiun televisi


Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Lulu.


"halo sayang, apa benar yang diberitakan oleh beberapa stasiun televisi jika ka Gaga bunuh diri?" tanya Damar dengan suara parau

__ADS_1


"benar sayang, sekarang aku sedang menemuinya dirumah sakit" jawab Lulu


Deg!!!, jantungnya seperti berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Lulu.


__ADS_2