
Hari ini adalah hari bahagia bagi anggota kerajaan, karena untuk kedua kalinya pihak kerajaan akan menggelar Royal Wedding pernikahan Ganendra Bimo Arjowinangun dengan Gendis Aryani.
Memang untuk pernikahan kali ini tidak semegah pernikahan Damar dan Lulu karena Ganendra yang meminta agar pestanya sederhana saja.
Setelah acara kirab pengantin selesai, mereka menuju kantor kepatihan untuk melakukan resepsi pernikahan mereka disana.
Tampak hadir disana geng gesrek bersama pasangan mereka masing-masing.
Ryan dengan Zahra, Ferdan dengan Ayu, Noval dengan Icha bersama bayi mungilnya, Alfian bersama Niken. Sedangkan Tama datang bersama Cindy.
Bagas berlarian kesana kemari, ditemani empat orang omahnya, Arkadewi, Pitaloka, Ayumi dan Siti.
Lulu sedang asyik menikmati beraneka makanan yang dijamin super enak.
"door!!"
"ngagetin aja lo Yu," ucap Lulu
"makan mulu mbak" cibir Ayu
"mumpung la
gi banyak makanan beb, lo juga makan aja gak usah jaim-jaim segala" jawab Lulu
"penginnya gitu mbak, tapi nanti klo gue makan mulu bisa dimarahin sama babang Ferdan, katanya takut aku gemuk, terus bisa jadi nanti baju pengantin yang sudah dipesan tidak muat lagi karena kegemukan" keluh Ayu
"makannya olah raga dong??, jangan makan tidur aja ya gemuklah...hihihi" kata Lulu
"males kalau olahraga capek" jawab Ayu
"hmm, yaudah tidur aja, btw lo kapan nikahnya sama Ferdan?" tanya Lulu
"dua bulan lagi mba" jawab Ayu
"wew!, cepat banget!!" teriak Lulu
"abis babang Ferdan sudah gak sabar mau belah duren katanya, hihihi" ucap Ayu
"sueee!!"
"hahaha!!"
"lagi pada ngobrol apaan sih kayaknya seru banget" tanya Icha
"iiihhh, dede bayinya unyu-unyu banget, jadi pengin punya anak lagi" ucap Lulu
"yaudah nambah lagi aja, lagian Bagas juga udah gede, udah minta ade lagi tuh" jawab Icha
"btw nama dede bayinya siapa Cha?" tanya Lulu
"Shiena"
"uuunnchh, lucu banget" jawab Lulu
"udah Lu, jangan diciumin mulu, awas sawan nanti anak Opang" ledek Ryan
"suee!!" cibir Lulu
"Damar sini!!" Ryan memanggil Damar
"ada apa Rey?" tanya Damar
"lo mau tau gak caranya biar Lulu jadi feminim?" tanya Ryan
"maulah" jawab
"bikin dia hamil tiap tahun, pasti Auto Feminim, hahaha!!" jawab Ryan
__ADS_1
"suee, lo" Lulu kemudian mencubit Ryan tanpa ampun
"Rey jangan didengerin ya Damar, dia emang suka error, mending lo dengerin gue" ucap Ferdan
"masa sih?" tanya Damar
"iya lah?"
"eh btw, kita gangguin Tama sama ceweknya yuk?" ajak Ryan
Keempatnya kemudian berjalan menghampiri Tama yang sedang duduk berdua bersama Cindy. Keduanya tampak canggung dan hanya saling diam tanpa suara.
Tama hanya sesekali melempar senyum kearah Cindy, begitu pula Cindy hanya membalas senyum Tama saja.
"wah!!, gak asyik banget Tama" ucap Ferdan
"ajarin dong Dan, adegan 18+ sama Tama" goda Ryan
"kalo urusan kayak gitumah serahin sama ahlinya lah, yang sudah terbukti dan menghasilkan produk berkualitas" jawab Ferdan
"siapa dong?" tanya Alfian
"Novallah yang sudah menghabiskan seorang bayi cantik" Ferdan menunjuk Noval
"sueee!!!" jawab Noval
"sssttt!!, mending kita lakukan sesuatu yang bisa membuat mereka lebih dekat" ujar Ryan
Ryan kemudian mengatur nada dering ponselnya, ia kemudian mengendap-endap untuk meletakkan ponselnya dibawah tempat duduk Tama dan Cindy.
Setelah selesai ia segera kembali lagi bersama ketiga sahabatnya.
"Al, buruan miss call gue??!!" titah Ryan
"buat apaan?" tanya Alfian
"udah gak usah banyak bacot, buru!!" teriak Ryan
**tiuuut!!!
Tama dan Cindy saling menatap satu sama lain ketika mendengar suara bunyi kentut.
"kamu mending ke kamar mandi dulu ka, kalau mules" ucap Cindy memecah kecanggungan diantara mereka
"aku gak mules kok, kirain malah kamu" jawab Tama
"bukan aku, sungguh" balas Cindy
Tentu saja keduanya menjadi semakin canggung dan jadi tidak enak dengan posisi duduk mereka.
Sementara Ryan dan kawan-kawannya tertawa terbahak-bahak menertawakan Tama dan Cindy.
"hahahaha!!"
***tiuuuut!!!
"tuh kan kamu kentut lagi" ucap Cindy sambil menutup hidungnya
Tama semakin merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, ia kemudian celingukan mencari sumber suara itu. Hingga akhirnya ia berhasil menemukan ponsel Ryan yang tergeletak di bawah kursinya. Ia juga melihat Ryan dan kawan-kawannya sedang menertawakannya.
"sialan, pantes aja dari tadi perasaan ku gak enak, ternyata ini semua kelakuan geng gesrek rupanya" batin Tama
"baiklah kau akan mendapatkan balasannya segera Rey" Tama mengambil ponsel Tama dan memasukannya ke saku celananya.
"kita pindah dari sini yuk" ajak Tama
Cindy kemudian mengikuti Tama pergi dari sana.
__ADS_1
"Rey, Tama udah pergi dari sana!!" teriak Alfian
Tama kemudian berjalan kearah kursi Tama untuk mengambil ponselnya, tapi ia tidak menemukan ponsel itu disana.
"kemana hp gue" ucap Ryan
"lagi cari apa Rey?" tanya Tama
"eeh, tadi ponselku jatuh disini, terus sekarang gak ada" jawab Ryan
"oh gitu, eh btw lo dicariin kaka yang berhijab navy itu lho!!" Ucap Tama sambil memasukan ponsel Ryan ke saku celananya
"oh iya..thanks ya bro" Ryan berjalan mendekati Zahra
"sama-sama"
"sekarang gantian lo yang ngerasain apa yang aku rasakan Rey" batin Tama
Setelah memastikan Ryan sudah bersama Zahra, Tama segera menghubungi Ryan.
**tiiuuuut!!!
Ryan langsung membelalakkan matanya seketika mendengar bunyi suara itu. Ia segera meraba saku celananya yang juga bergetar.
"kamu kenapa Rey, mules???" tanya Zahra
"sueee, kenapa gue juga kena jebakan Betmen sih" batin Ryan
"gak ko Ra, ini bunyi nada dering ponselku" jawab Ryan
"oh gitu, kirain kamu kentut" jawab Zahra
"mana mungkin aku berani kentut didepan kamu sayang, tengsinlah" jawab Ryan
"yaudah aku balik lagi ke teman-teman dulu ya" Ryan berpamitan meninggalkan Zahra
"hahaha!!" Tama masih tertawa geli melihat ekspresi Ryan
"suee lo Tam, berani-beraninya lo ngerjain gue balik" ucap Ryan
"makanya jadi orang jangan usil, kalau tidak mau diusilin balik" cibir Tama
"iyeh, gue salah!!" jawab Ryan
"btw ayo kita ikut rebutan bunga, Gaga mau lempar bunga nih" Alfian menghampiri keduanya dan mengajak mereka untuk bergabung dengan yang lainnya
Gaga dan Gendis sudah bersiap-siap untuk melempar bunga, sedangkan para tamu dan teman-temannya sudah bersiap-siap untuk menangkapnya.
"ok!! Siap semuanya, kita hitung dulu ya ...1...2..3..."
**beeerr!!!
Bunga itu terlempar keatas dan semuanya saling dorong untuk menangkap bunga itu.
**Greep!!!
Ternyata Tama berhasil mendapatkan bunga itu.
"huuu!!, sialan!!, si Tam-tam yang dapat!!" cibir Ferdan
"berarti dia yang bentar lagi nyusul Gaga nikah bukan lo Dan" goda Ryan
"tetep gue dulu lah Rey!!" Ferdan gak mau kalah
Keempat cowok itu kemudian mendorong Tama hingga ia akhirnya menabrak Cindy.
"tembak dia Tam-tam!!, nyatakan cinta Lo!!" teriak Ryan
__ADS_1
"ayo kamu bisa!!" teriak yang lainnya
"kasih bunganya dan bilang I Love You!!" teriak Damar