
Laki-laki itu terus mondar-mandir didepan ruang opersai, tampak kegelisahan terpancar dimatanya. Sudah dua jam operasi berlangsung namun dokter belum juga keluar dari ruang operasi.
Pintu ruang operasi terbuka, pria itu segera menghampiri dokter yang baru saja melangkahkan kakinya keluar ruangan
"bagaimana keadaannya?, apa dia baik-baik saja" ucap laki-laki itu cemas
"Alhamdulillah operasinya berhasil, kami sudah mengeluarkan peluru yang bersarang di punggungnya, tapi kondisinya masih kritis" kata Dokter
"syukurlah" kata Pria itu
Dua orang suster memindahkan Lulu keruang perawatan diikuti oleh pria itu.
Sean datang keruang perawatan Lulu.
" kenapa kau menembaknya, bukankah aku sudah bilang buat dia pingsan saja, tapi kau malah hendak membunuhnya!" kata Sean kesal
"dia terlalu berbahaya makanya aku sengaja menembaknya, dan justru itu bagus buatmu dan Maya, kau bisa membawanya pergi menjauh dari Damar, dan kau juga bisa memilikinya" kata Laki-laki itu
"kalau sesuatu terjadi kepadanya, aku tak akan memaafkan dirimu " ancam Sean
"kau boleh pulang sekarang" kata Sean pada lelaki itu
Lelaki itu kemudian pergi meninggalkan Sean dan Lulu. Sean duduk disamping ranjang Lulu, tangannya terus menggenggam jemari Lulu.
"maafkan aku my princess, aku terpaksa melakukannya semua ini padamu" kata Sean sambil terus menggenggam jemarinya.
Ia kemudian keluar sebentar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal dimobil.
**Krieet!!
Seorang wanita memasuki ruang perawatan, ia menatap sinis kearah Lulu yang terbaring disana.
"kenapa kau tidak mati saja" ucap wanita itu sambil memutus selang oksigen Lulu
****plakkk!!!
Sebuah tamparan melayang kewajah cantik wanita itu.
"sekali lagi kau menyentuhnya, akan kubunuh kau!" kata Sean dengan nada tinggi, ia kemudian segera memasang kembali selang oksigen Lulu
Lulu masih bisa selamat karena Sean datang tepat pada waktunya, untuk menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"kenapa kau tidak membunuhnya, hah!!" maki wanita itu
" kau sudah berjanji padaku akan menyingkirkannya, dan membawa Damar kepadaku, tapi kenapa kau malah menyelamatkannya" ucap wanita itu kesal
"apa kau jatuh cinta padanya?" tanya wanita itu lagi
"entahlah Maya, yang jelas aku selalu ingin bersamanya" jawab Sean sambil mengecup kening Lulu
"jangan sampai gara-gara dia kau melupakan tujuanmu Sean" kata Candramaya mengingatkannya
"tentu saja tidak , justru my princesslah yang akan mempermudah jalanku merebut kembali singgasana yang seharusnya jadi milikku" Jawab Sean
"aku tak peduli itu, aku hanya ingin Damar kembali kesisiku" jawab Maya
"sabarlah sebentar adiku, kau akan mendapatkan apa yang kau mau" jawab Sean
*************
Sementara itu diistana Kasepuhan Arjowinangun tampak Danar Gumilang sedang duduk bersama Damar langit dan Tamawijaya.
" kenapa kau bisa kalah darinya Tama?" tanya Danar Gumilang
"maafkan aku ayah, aku sudah gagal menjaga yang mulia putri Lulu" jawab Tama
Damar hanya tertunduk menyadari kesalahannya.
"ayah, laki-laki itu sepertinya menggunakan Jujitsu saat melawan kami, karena Tama mengenali satu pukulan yang ia arahkan kepadaku" kata Tama
"darimana kau tau itu adalah gerakan jujitsu" Danar Gumilang balik bertanya
"karena aku pernah tidak sengaja membuka buku jujitsu milik ayah" jawab Tama
Danar Gumilang hanya terdiam, ia mulai mengingat jika ia pernah belajar Jujitsu bersama ketiga saudara tirinya pada salah seorang keturunan Korena bernama Choi Minho.
"tapi diantara kami berempat cuma Yuda yang sangat mahir dalam Jujitsu, dan Yudha sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu" batin Danar
"jadi siapa dia" kata Danar Gumilang
"Sean!!" teriak Tama
"sudah pasti dia, bukankah ayah bilang Sean putra dari Paman Yudha" kata Tama
__ADS_1
"kau benar anaku, tapi ayah masih ragu" jawab Danar Gumilang
"benar paman, karena setahuku Sean tidak bisa beladiri" jawab Damar
"baiklah kalian boleh istirahat lagi, aku akan mencari tahu tentang Sean" kata Danar Gumilang yang kemudian meninggalkan keduanya
"aku akan kekafe Sean untuk mencari yang mulia putri Lulu" kata Tama
"kau jangan gegabah Tama, Romo sudah menyuruh pengawal istana untuk mrncarinya, lebih baik kau istirahat saja sana" kata Damar Langit
"kau ini suami macam apa!, istrimu hilang tapi kau malah berdiam diri tanpa ada usaha untuk mencarinya" maki Tama yang gemas melihat Damar yang hanya diam tak berbuat apa-apa
"aku tak perlu memberitahu mu perasaanku saat ini, ataupun apa yang akan aku lakukan untuk mencari istriku, yang jelas aku bukan tipe orang yang gegabah seperti dirimu, aku akan mencarinya dengan caraku sendiri " jawab Damar Langit
Tama yang kesal segera meninggalkannya sendiri.
Damar pulang kerumah nenek, ia kemudian masuk kekamar Lulu, ia menatap intens kearah foto pengantin yang Lulu pajang dikamarnya. Sudah sehari Lulu menghilang dan tidak ada kabar, Damar sangat merindukannya.
"aku sangat merindukanmu sayang" kata Damar sambil mengusap foto Lulu
"aku janji akan segera membawamu kembali keistana" kata Damar
********
Damar bersiap-siap pergi kerumah sakit untuk mengecek luka dipelipisnya, ia pergi seorang diri tanpa membawa seorang pengawal .
Ia memakai baju kasual dan memakai topi agar tidak memancing kerumunan orang yang akan mengganggunya.
Sesampainya dirumah sakit ia segera menemui dokter dan membawanya keruang pemeriksaan.
Ketika menunggu dokter mengambil resep obatnya, tak sengaja Damar melihat Candramaya keluar dari ruang perawatan.
"siapa yang sakit" batin Damar Langit
Setelah selesai pemeriksaan Damar mencoba masuk keruang perawatan yang baru saja ditinggalkan oleh Candramaya.
"apa bibi Regi sakit, aku harus melihatnya" batin Damar yang sudah berada didepan ruangan itu.
**Krieeet!!!
Ia membuka pintu ruangan itu dengan pelan dan mulai masuk kedalamnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat sosok yang berbaring disana.
__ADS_1
"Lulu!!!" teriak Damar