ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 70 #Icha dan Noval


__ADS_3

Sementara itu Lulu tampak berkumpul bersama teman-temannya dirumah Tama.


"akhirnya selesai juga kasus lo, Lu" kata Ferdan


"iya teman-teman, makasih ya kalian udah bantuin aku" jawab Lulu


"sekarang kita makan-makan dimana nih buat ngerayainnya" celetuk Noval


"kita makan soto dialun-alun aja yuks" ajak Lulu


"ga seru ah, kita jalan-jalan aja kemana gitu, masa selama kita di Jogja belum pernah jalan-jalan" kata Ryan


"yaudah, kita kepantai aja gimana?" ajak Lulu


"setuju!!" teriak mereka bersamaan


"ayo kita berangkat sekarang mumpung masih pagi" kata Icha


"ok, let's go!!" ucap Ferdan yang langsung naik ke mobil Tama


Tak lama kemudian mobil Tama meluncur menuju kesebuah pantai.


Setengah jam kemudian mereka sudah tiba di pantai yang sangat indah.


Setibanya di sana mereka segera menceburkan diri kedalam air.


**byuuur!!!!


Mereka tampak senang bermain air, tak terkecuali Lulu yang ikut bergabung dengan mereka. Hanya Tama yang tak ikut menceburkan diri kedalam air, ia hanya duduk diam ditepi pantai melihat teman-temannya berenang.


Alfian segera menarik Tama untuk ikut bergabung bersama mereka, namun Tama tetap menolaknya. Akhirnya Ferdan, Ryan dan Noval kemudian datang membantu Alfian mereka kemudian menggendong tama dan menceburkannya kedalam air.


**byuur!!


Lulu tertewa geli melihat ulah teman-temannya.


"dasar brengsek kalian!!" teriak Tama kesal


Mereka terus bermain air hingga sore hari, setelah puas bermain air mereka beristirahat disebuah saung menikmati es kelapa dan mi rebus.


Icha tampak duduk menyendiri, ia sengaja memisahkan diri dari teman-temannya, Lulu kemudian datang menghampirinya.


"lo kenapa cha?" tanya Lulu


"Sabrina mutusin gue, Lu?" jawab Icha sedih


"baguslah kalo gitu" jawab Lulu


"jahat lo, kok ngomong kaya gitu ke gue" ucap Icha


"cha ..gue pengin lo berubah, gue pengin lo kembali normal, bukan jadi lesbi, lagian lo itu cantik cha, pasti bakal banyak yang suka sama lo" jawab Lulu


"asal lo tau Lu, gue jadi gini gara-gara bokap gue, dia selalu memukuli nyokap gue dihadapan gue. Dari gue kecil hingga nyokap gue meninggal, sejak itu gue benci sama laki-laki, Lu " jawab icha

__ADS_1


" tapi gak semua laki-laki gitu cha, masih banyak lelaki yang baik contohnya Al, Tama, pak Ali dan masih banyak lagi" jawab Lulu


"iya Lu, gue tau tapi gimana gue udah ill feel duluan sebelum menjalani hubungan dengan mereka" jawab Icha


"gue juga mau kok hidup normal kaya yang lainnya tapi bagaimanapun gue mendadak takut kalo memulai hubungan dengan seorang cowok, gue udah coba dulu , tapi tetep gue gak bisa, Lu" kata Icha


"aku yakin lo bisa Cha, gue akan selalu dukung lo" jawab Lulu


"makasih Lu" kata Icha


"kembali kasih" jawab Lulu


"udah sore nih kita pulang yuk" ajak Tama


"tanggung, kita lihat sunset dulu, baru pulang" jawab Ryan


"Tama kemudian berjalan-jalan ke bibir pántai sambil menikmati deburan ombak.


Ia kemudian melihat icha yang duduk sendirian


"kenapa kamu ?" kata Tama yang melihat Icha yang sedang meringis sambil memegangi kakinya


"aku menginjak karang" kata Icha


"kakimu berdarah?" tanya Tama


Icha hanya mengangguk.


"lo kenapa cha" kata Noval yang datang mendekatinya


Melihat Icha berjalan pincang membuat Noval segera membantu menuntunnya berjalan, namun karena melihat Icha berjalan sambil menahan sakit membuatnya segera menggendongnya menuju kesaung.


"lo apa-apa sih pang, gue gak papa, turunin gue!" kata Icha meronta minta diturunkan


Tapi Noval tak menjawab Ia hanya terdiam sambil terus membawanya ke saung. Ia kemudian menyandarkan Icha di bibir saung dan segera membersihkan darah yang mengalir dikakinya. Setelah itu Noval segera memberikan plester di kaki icha.


"ehem!!!" teriak Ryan melihat Noval yang begitu perhatian kepada Icha


"ada yang bakal nyusul Ferdan nih" kata Ryan lagi


"aku setuju kalau opang sama icha" jawab Lulu


"apaan sih lo" kata Icha dan Noval kompak


"cieee, udah mulai kompak" kata Ryan


Wajah keduanya seketika memerah karena Ryan yang terus menggodanya.


"ayo kita lihat sunset sekarang!" ajak Tama


Semuanya berlari kearah Tama yang sudah duduk untuk melihat sunset.


Icha mencoba bangkit dan berjalan mendekati teman-temannya, melihat icha yang jalan pincang, membuat Noval kembali membantunya. Ia mendekatinya memapahnya menuju kearah teman-temannya.

__ADS_1


"makasih ya " kata Icha


"sama-sama, Cha" jawab Noval


Icha duduk disamping Noval untuk menikmati sunset.


"indah ya sunsetnya" kata icha yang merebahkan kepalanya di pundak Noval


"hmmm" jawab Noval


Melihat Icha dan Noval yang mulai dekat, Ryan yang usil mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"sssttt!!, kita kembali ke mobil yuk" ajak Ryan


Semuanya berjalan pelan meninggalkan mereka berdua yang masih asyik menikmati sunset.


"lho !!!, mereka pada kemana, kok sepi!" kata Icha yang mulai menyadari teman-temannya sudah tidak ada lagi bersamanya


"mereka sengaja ninggalin kita Cha" jawab Noval


"maksudnya, kita sengaja ditinggal gitu?" tanya Icha


"iya, mereka sengaja memberi kesempatan pada kita untuk berduaan" kata Noval yang kemudian mencium bibir Icha


Ini adalah pertama kalinya icha disentuh oleh seorang cowok, ia merasa sesuatu yang berbeda saat Noval mencium lembut bibirnya.


"anj*r, kenapa perasaanku jadi campur aduk gini" batin Icha saat Noval melepaskan ciumannya


"lo kenapa cha, apa lo marah?" tanya Noval yang terus melihat Icha memegangi bibirnya


"gapapa kok, cuma..." kata Icha


"cuma apa?" tanya Noval lagi penasaran


Icha tak menjawab ia hanya diam.


Ketika Noval kembali mendekatkan bibirnya, Icha segera mendorong tubuhnya.


" cukup opang, belum saatnya kita untuk melakukan hal-hal yang lebih jauh" kata Icha yang kemudian berlari meninggalkan Noval


Ia kemudian masuk kedalam mobil, yang sudah menunggunya.


"kalian jahat!!, kok ninggalin gue" kata Icha


"tapi lo senengkan??" goda Ryan


"apaan sih Rey" jawab Icha yang segera duduk disamping Ayu.


"pang, lu apain Icha , sampai bibirnya bengkak gitu" Goda Ryan ketika melihat Noval masuk kedalam mobil


mendengar ucapan Ryan seketika Icha langsung memegangi bibirnya


"tuh kan bener !!" kata Ryan yang melihat Icha memegangi bibirnya

__ADS_1


Grrr!!!, seketika tawa mereka pecah melihat wajah keduanya yang mulai memerah karena keusilan Ryan.


"sudah-sudah kasian Icha, biarkan dia bahagia" kata Lulu menenangkan Icha yang mulai salah tingkah karena malu.


__ADS_2