
Lulu dan Damar meninggalkan istana diantar oleh pagi hari diantar oleh Tama.
Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya Lulu dan Damar sampai juga di Osaka Jepang.
Mereka disambut oleh Nakamura dan juga beberapa petinggi kerajaan di bandara.
"selamat datang kembali yang mulia pangeran Damar Langit dan juga permaisuri" sapa Nakamura menyambut kedatangan Damar dan Lulu
Mereka kemudian membawa keduanya menuju ke istana.
"fiuuh!!, akhirnya sampe juga!" kata Lulu sambil rebahan di tempat tidurnya.
"sayang kau istirahat saja, sepertinya ada yang mau disampaikan oleh Nakamura padaku" ucap Damar setelah menerima sebuah pesan singkat dari Nakamura
Ia bergegas keluar menemui Nakamura yang menunggunya di ruangannya.
Sementara sambil menunggu Damar, Lulu mulai membuka akun sosmed nya yang sudah lama ia tidak buka.
Ia kemudian memposting sebuah foto dirinya bersama Damar di Bandara Itami, Osaka.
Tak lupa ia juga menelpon ibunya dan juga Ayu, dan satu persatu sahabatnya.
"hmmm, cuma ka Gaga yang belum aku kabari hari ini, tapi kenapa aku jadi seperti ini ya, biasanya aku tidak seperti ini" gumam Lulu
Ia kemudian keluar kamar untuk melihat-lihat pemandangan di luar kamarnya yang dipenuhi oleh bunga-bunga indah yang sedang bermekaran.
Setelah puas berkeliling ke sekitar kamarnya, Lulu kemudian kembali ke kamarnya.
Tak terasa karena kelelahan iapun akhirnya terlelap.
Malam mulai larut, namun Damar dan Nakamura masih membicarakan sesuatu yang cukup pelik.
"tapi kau tidak perlu cemas yang mulia, aku yakin kami bisa melalui semua ini, sama seperti mu" kata Nakamura mengakhiri diskusinya bersama Damar Langit
"aku harap juga begitu, dan semoga kau bisa menyelesaikan permasalah ini dengan bijaksana" jawab Damar
"terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesahku, selamat istirahat yang mulia" kata Nakamura
"sama-sama, pangeran. Baiklah aku nb permisi dulu" Damar berpamitan
Ia kemudian kembali ke kamarnya dan mendapati Lulu sudah terlelap.
"huftt!, gimana mau bulan madu kalau dia sudah tidur duluan" kata Damar lirih
Ia kemudian membaringkan tubuhnya disamping Lulu.
Pagi harinya Damar mengajak Lulu jalan-jalan ke taman Okazaki untuk menikmati keindahan bunga sakura.
Lulu tampak gembira menikmati indahnya taman Okazaki, hingga tak henti-hentinya berswafoto. Damar hanya tersenyum melihat istrinya yang berlarian kesana kemari Mecari spot-spot yang bagus untuk melakukan selfi.
"sayang makan dulu!!" teriak Damar
Lulu kemudian berlari kearah Damar.
"iya sayang, maaf aku keasikan foto sampai lupa makan" kata Lulu
"yaudah sini aku suapin" kata Damar sambil menyendokkan makanan ke mulut Lulu
"sekarang gantian" kata Damar
Lulu kemudian bergantian menyuapi Damar.
"sayang aku bahagia banget hari ini, semoga kita selalu mesra seperti ini sampai kakek nenek ya dan jangan pernah tinggalkan aku " kata Lulu sambil menyadarkan kepalanya di bahu Damar
"amin..., aku tidak akan meninggalkanmu sayang kecuali maut yang memisahkan kita" jawab Damar sambil mengecup kening Lulu
"sudah siang sayang, kita pulang yuk" ajak Lulu
"ayok"
__ADS_1
Mereka kemudian masuk kedalam mobil, dan Damar segera melesatkan mobilnya kembali ke istana.
Ditengah perjalanan pulang Damar tertahan tidak bisa masuk kedalam istana karena sedang terjadi unjuk rasa.
"sepertinya benar yang diceritakan oleh Nakamura" gumam Damar
Polisi yang mengamankan para pengunjuk rasa segera mengalihkan para pengguna jalan untuk memutar balik karena kawasan itu sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan.
Damar segera memutar balik mobilnya, namun sayangnya segerombolan pengunjuk rasa berhasil menghentikan mobilnya. Mereka dengan brutal memukul mobil Damar dengan balok kayu dan benda tajam lainnya.
Damar memakai mobil kerajaan sehingga para pengunjuk rasa mengira bahwa didalamnya adalah anggota keluarga kerajaan.
Polisi segera menembakkan gas air mata beberapa kali kearah pengunjuk rasa yang menyerang mobil Damar.
setelah masa berhasil mundur, polisi segera menyuruh Lulu dan Damar untuk keluar dari mobil itu.
"apa kalian anggota keluarga kerajaan?" tanya seorang polisi
"bukan, kami hanya tamu kerajaan" jawab Damar
"cepat keluar dan tinggal kan tempat ini, berbahaya kalau kalian memakai mobil kerajaan" kata polisi itu lagi
Damar segera menggandeng Lulu dan berlari meninggalkan tempat itu.
Damar juga berusaha menghubungi Nakamura untuk menjemputnya.
"kenapa mimpiku jadi nyata" gumam Lulu yang ketakutan
"sayang aku takut!!, kamu jangan jauh-jauh dariku" kata Lulu
"tenang saja, sebentar lagi Nakamura akan datang menjemput kita " jawab Damar
"sayang kayanya kita salah jalan deh, itu lihat didepan banyak sekali pengunjuk rasa yang anarkis" kata Lulu
"sial!!, kenapa Nakamura lama sekali" gerutu Damar
Sebuah mobil berhenti didepan mereka.
"cepat naik!!" kata Nakamura
Keduanya segera naik kedalam mobil itu.
Para pengunjuk rasa terus mengejar mobil.
Mobil itu berhenti ketika para pendemo sudah tidak terlihat lagi.
" kita harus berganti mobil, karena didepan ada sweeping dari para demonstran" kata Nakamura
Kemudian dua buah mobil datang menghampiri mereka.
"kalian naiklah mobil itu, aku akan naik mobil satunya" perintah Nakamura
Damar dan Lulu segera naik kedalam mobil meninggalkan Nakamura yang masih harus menyamar.
Ditengah jalan seorang menghentikan mobil mereka dan mengecek kedalamnya.
"apa kalian turis?" tanya laki-laki itu
Damar kemudian mengangguk.
"turun!!" bentak laki-laki itu
Damar segera turun bersama Lulu, kemudian laki-laki itu memeriksa Damar dan Lulu.
"hmmm, rupanya kalian adalah tamu kehormatan kerajaan" kata laki-laki itu setelah melihat pin yang dipakai oleh Damar Langit
"seret mereka berdua!!" perintah laki-laki itu
Sopir yang mengantar Damar segera menghajar pria yang membawa Damar dan Lulu, ia berusaha untuk menyelamatkan keduanya.
__ADS_1
"larilah tuan!! selamatkan diri kalian dan buang pin itu!!" kata sopir itu
Damar segera membuang pin yang menempel di bajunya. Beberapa orang menghadangnya, namun Damar segera melawan mereka.
Lulu ikut membantu Damar menghadapi satu persatu musuh mereka. Hingga muncul tiga orang Sumo mendekati mereka.
"OMG!!!, aku tidak akan bisa melawan mereka" batin Lulu
Damar masih berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi sumo itu tapi sayangnya mereka terlalu kuat, sehingga Damar dapat dilumpuhkan dengan sekali banting.
**brughhh!!!
Damar jatuh tersungkur dan pingsang.
"sayang bangun!!" teriak Lulu sambil mengguncang-guncangkan tubuh Damar, namun Damar tak bergeming.
"tidakk!!!, jangan pergi sayang!!, jangan tinggalin aku!!" teriak Lulu sambil menangis
Kemudian beberapa laki-laki mendekatinya, mereka membungkam mulutnya dan segera menyeret Lulu yang pingsang masuk kedalam mobil. Mereka membawanya meninggalkan Damar yang tergeletak dijalan.
****************
Lulu mulai membuka matanya, ia mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan yang cukup kecil itu.
"dimana aku??" tanya Lulu dalam hati
Ia berusaha membuka tangannya yang diikat.
"akhirnya berhasil juga!!" ucap Lulu sambil membuka lakban di mulutnya
Ia kemudian berjalan pelan dan membuka pintu kamarnya dengan pelan.
Ia terkejut karena melihat banyak sekali wanita yang disekap selain dia disana.
"kenapa banyak sekali wanita disini, jangan-jangan mereka akan dijual!" kata Lulu bergidik
"tolong!!" teriak yang lain
"sssttt!!!, jangan berisik!" kata Lulu
Ia berusaha membuka setiap kamar tapi semuanya terkunci.
"maaf aku tidak bisa menolong kalian!!, pintunya terkunci" kata Lulu
"syukurlah kamarku tidak terkunci tadi jadi aku bisa lolos!!" batin Lulu
"wow!!!, inikan diskotik!!" kata Lulu
Ia berusaha mencari-cari ponselnya disaku celananya tapi tak ketemu juga.
"sial!!, hpku ilang, bagaimana bisa aku menghubungi Nakamura" kata Lulu
"apa kau mencari ini!" kata seorang pria sambil memperlihatkan ponsel miliknya
"itu handphone ku!!, kembalikan!!" kata Lulu
"kau memang istimewa, beruntung aku sudah membelimu dari mereka!" kata laki-laki itu
"membeli???, berarti aku dijual dong?" batin Lulu
"kau tidak perlu kaget nona, beruntung kau memiliki paras yang cantik sehingga para demonstran itu tidak menghabisi nyawamu seperti teman-teman kamu yang ada dibawah sana" kata pria itu sambil menunjuk kesebuah ruangan
" mereka sebentar lagi akan dikirim ke neraka, jadi kau harus bersyukur karena aku mau menjadikan mu sebagai teman tidurku malam ini" kata pria itu sambil berusaha membelai wajah Lulu namun Lulu segera menepisnya
"ckckck, benar-benar berbeda, I love it" kata laki-laki itu berdecak kagum
Lulu segera melayangkan pukulannya kearah pria itu, namu pria itu berhasil menepisnya.
Ia kemudian membopong Lulu yang terus meronta dan membawanya keluar dari tempat itu.
__ADS_1